- Unity beralih dari model pembayaran per seat ke model pembayaran per instalasi. Ini berlaku bukan hanya untuk instalasi berbayar, tetapi untuk semua instalasi
- Perubahan ini berdampak penting terutama pada game mobile yang pendapatan per instalasinya sangat berbeda-beda
- Sebagai contoh, Unity berencana mengenakan biaya $0.20 per instalasi jika sebuah aplikasi menghasilkan $200.000 per tahun, yang berarti setiap pengguna perlu menonton setidaknya 10 iklan setelah memasang aplikasi agar aplikasi tersebut tetap menguntungkan
- Model harga baru ini juga diberlakukan secara retroaktif pada aplikasi yang sudah ada, sehingga dapat menjadi ancaman potensial bagi para pengembang
- Berbeda dengan mengganti editor dokumen ke yang lain, beralih ke engine game adalah proses yang rumit dan memakan waktu, sehingga perubahan harga ini menjadi tantangan yang lebih besar bagi pengembang game
- Engine game open source seperti Godot menawarkan solusi dengan memberikan hak atas engine yang tidak bisa dibatalkan atau diubah. Menurut lisensi MIT Godot, pengguna dapat memakai, memodifikasi, dan mendistribusikan engine selama tetap mencantumkan atribusi kepada pembuat aslinya
- Saat ini Unreal Engine tidak memiliki ketentuan seperti Unity, tetapi tidak ada jaminan bahwa di masa depan mereka tidak akan mengadopsi pendekatan serupa
- Studio mobile Ramatak sedang memperkuat engine open source Godot dengan fitur-fitur yang dibutuhkan game mobile, seperti iklan, pembelian dalam aplikasi, dan analitik
- Jika Ramatak mengubah persyaratan menjadi merugikan, pengembang hanya akan kehilangan fitur peningkatan khusus Ramatak dan dapat kembali beralih ke versi open source
- Dengan menggunakan Ramatak, pengembang dapat menikmati kebebasan dan keamanan dari engine open source sekaligus memakai fitur-fitur lanjutan yang dibutuhkan game mobile modern
- Poin utamanya adalah bahwa dengan menggunakan engine open source, pengembang tidak akan dibatasi oleh strategi monetisasi engine dan dapat beradaptasi dengan perubahan masa depan dalam ekosistem game
1 komentar
Opini Hacker News