3 poin oleh lowkeypioneer 2023-09-18 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp

Catatan validasi tentang bagaimana memperjelas dan memverifikasi hipotesis melalui 5 WHY dan Skin in the Game. (Subjudul: membuat Correlation Matrix dari data MVP untuk menganalisis hubungan linear antar variabel)

Kesimpulan dulu? Dari 20 orang, 15 menyelesaikan program 2 minggu dan rata-rata rasa bahagia naik 8,89%

Kalau melihat data akhir terlebih dahulu, rasa bahagia subjektif peserta angkatan pertama naik rata-rata 8,89%, perceived stress membaik 11%, kualitas tidur membaik 5,9%, dan 15 dari 20 orang berhasil menuntaskan program sampai akhir. Namun yang lebih penting adalah bagaimana eksperimen ini dirancang, dan selain data ini juga ada banyak data menarik, jadi mohon baca sampai selesai!

Apa itu pendekatan 5 WHY?
Teknik 5 WHY adalah menggali secara spesifik penyebab mendasar dan inti dari suatu masalah. Dengan mengajukan pertanyaan Why berulang kali, kita menemukan penyebab sejati, bukan alasan yang hanya tampak di permukaan, dan menemukan penyebab yang jelas dari tiap sudut pandang. Intinya adalah menggali lebih dalam lewat pertanyaan “mengapa”. Secara pribadi, saya merasa teknik ini lebih baik digunakan saat memecah hipotesis. Dengan membantah kalimat-kalimat negatif di dalam kepala sendiri, hipotesis menjadi lebih konkret dan efeknya hipotesis pun menjadi lebih jelas.

APA ITU SKIN IN THE GAME?
Saat digunakan dalam pretotype, SKIN IN THE GAME adalah elemen yang diperlukan untuk mendefinisikan ulang pertanyaan kepada calon pelanggan dari “kalau dibuat, akan dipakai?” menjadi “kalau berjanji akan memakai, saya akan membuatnya!”. Artinya, ini adalah mekanisme untuk meminta calon pelanggan mempertaruhkan “sesuatu” yang mereka anggap penting, agar sebisa mungkin mencegah situasi “sudah dibuat tapi tidak ada yang memakai”.

Bentuknya bisa macam-macam, misalnya meminta mereka menaruh deposit, atau meluangkan waktu. SKIN IN THE GAME yang digunakan pada Wellness Boost angkatan pertama adalah nomor ponsel peserta sebagai bagian dari data pribadi mereka. Bahkan bagi saya sendiri, kalau tidak benar-benar ingin ikut, saya biasanya tidak akan meninggalkan nomor ponsel.

Jadi, apa kesimpulan tulisan ini?

  • Saya banyak trial and error untuk membuat MVP
  • Saya menjalankan Correlation Matrix, dan beberapa hipotesis memang benar, tetapi juga muncul hubungan antar variabel yang agak aneh.
  • Data dari 5 orang yang tidak berhasil menyelesaikan sampai akhir tidak termasuk, jadi ada BIAS di sini juga
  • Pada akhirnya, memang ada orang-orang yang sangat terbantu oleh nilai komunitas
  • Jadi, saya akan terus menyempurnakannya berdasarkan nilai-nilai yang ditemukan dari MVP!

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.