Pemilik usaha kecil mengaku ditekan untuk mempekerjakan polisi MPD di luar jam dinas demi keamanan
(minnesotareformer.com)- Sebagian pemilik usaha kecil di Minneapolis mengatakan perizinan dan respons polisi secara praktis dikaitkan dengan perekrutan polisi MPD di luar jam dinas, dan pemilik usaha imigran serta orang kulit berwarna merasa sangat tertekan
- Karena strukturnya membuat pemilik usaha bernegosiasi langsung dengan polisi soal upah dan jam kerja, kota sulit melacak kontrak, jam kerja, dan bayaran, sehingga risiko pembayaran tunai dan kekosongan pengawasan meningkat
- Maya Santamaria, Basim Sabri, Jonathan Soto, dan lainnya mengatakan mereka mengalami tarif per jam yang tinggi, minimum jam tagihan, dan polisi meninggalkan pos saat bertugas; Derek Chauvin juga pernah bekerja sebagai petugas keamanan di luar jam dinas di El Nuevo Rodeo dan tempat lain
- Sejak 2020, Minneapolis menghentikan kewajiban memakai polisi di luar jam dinas untuk acara dan mengizinkan keamanan swasta, tetapi perintah pengadilan 1997 dan kontrak serikat polisi membuat reformasi sistem sulit dilakukan
- Karena DOJ pernah menyoroti masalah korupsi, kelelahan, dan pemolisian yang tidak setara dalam skema paid detail serupa di New Orleans, kerja luar jam dinas MPD juga memperlihatkan pemanfaatan privat atas sumber daya keamanan publik dan melemahnya pengawasan
Tekanan mempekerjakan polisi di luar jam dinas yang dialami pemilik usaha
- Maya Santamaria mengatakan ketika membuka klub di Minneapolis pada 2003, seorang pegawai kota menyerahkan kartu nama seorang polisi MPD dan berkata, “Anda akan bekerja dengan orang ini”
- Ia diberi tahu bahwa untuk mendapatkan izin usaha, ia harus mempekerjakan sejumlah polisi MPD di luar jam dinas sebagai tenaga keamanan, dan ia menilai bisnis milik orang kulit putih dengan ukuran serupa tidak mendapat tuntutan yang sama
- Santamaria sudah menginvestasikan lebih dari 1 juta dolar AS di El Nuevo Rodeo, sehingga sulit menolak tuntutan kota
- Awalnya ia membayar polisi 40–45 dolar AS per jam, lalu naik hingga hampir 60 dolar AS
- Ia mengatakan polisi menagih minimum 4 jam meskipun jam kerja sebenarnya singkat
- Ia takut kehilangan izin jika tidak mengikuti permintaan pembayaran tunai
- El Nuevo Rodeo menjadi venue konser Latino terbesar di Minnesota, dan Santamaria mengatakan meski sempat terjadi beberapa perkelahian, tempat itu bukan “bisnis bermasalah”
- Derek Chauvin bekerja sebagai petugas keamanan di klub itu selama 17 tahun, dan Santamaria mengatakan ia mengenali Chauvin dan George Floyd dalam video kematian Floyd karena Floyd juga pernah bekerja sebagai bouncer di dalam klub pada 2019
- El Nuevo Rodeo kemudian terbakar habis saat kerusuhan
Sistem kerja di luar jam dinas dan kekosongan pengawasan
- Di Minneapolis, sebagian bisnis seperti kelab malam besar diwajibkan kota menyediakan keamanan, dan hingga 2020 dalam sejumlah kasus keamanan itu harus berupa polisi MPD di luar jam dinas
- Penyelenggara acara besar atau bisnis dengan banyak panggilan 911 juga bisa diminta mempekerjakan polisi MPD di luar jam dinas
- Pemilik usaha juga bisa secara sukarela mempekerjakan polisi di luar jam dinas untuk keamanan dan pengaturan lalu lintas, dengan upah dan jam dinegosiasikan langsung dengan polisi
- Kota tidak melacak di mana polisi bekerja, berapa lama mereka bekerja, berapa bayaran yang diterima, atau kontrak apa yang dibuat
- Kerja di luar jam dinas dapat memberi bayaran jauh lebih besar daripada lembur MPD, bahkan bisa mencapai ratusan dolar per jam
- Sebagian polisi masih menerima upah secara tunai, sehingga risiko penghindaran pajak tetap ada
- Beberapa pemilik usaha dan pejabat Minneapolis mengatakan sebagian pemilik usaha kecil, terutama pemilik usaha imigran, menjadi percaya bahwa jika mereka tidak mempekerjakan polisi MPD, polisi bisa memutus kontak atau tidak merespons
- Kepala Polisi Brian O’Hara menyebut sistem ini struktur yang “matang untuk korupsi,” merujuk pada kasus penyelidikan korupsi kerja luar jam dinas di Jersey City yang berujung penangkapan 12 polisi
Kasus pemilik usaha lain dan pengalaman yang berbeda-beda
- Pemilik Karmel Mall dan Plaza Mexico, Basim Sabri, mengatakan ia mengadakan acara Cinco de Mayo di Lake Street selama puluhan tahun, dan sekitar 12 tahun lalu setelah penembakan di dekat acara, kota mulai mewajibkan perekrutan polisi di luar jam dinas
- Sabri mengatakan ia membayar polisi 150–160 dolar AS per jam, dan juga membayar 15–20 dolar AS kepada seorang “penjadwal”
- Ia mengatakan sekitar enam minggu lalu seorang pria datang ke kantornya membawa pistol dan mengancam akan menembak seseorang, lalu ia menelepon 911, tetapi polisi tidak datang
- Juru bicara MPD mengatakan sejak 1 Juli semua laporan terkait senjata api di Karmel Mall mendapat respons polisi, dan tidak ada laporan yang cocok dengan penjelasan Sabri
- Pemilik klub malam EME Antro, Jonathan Soto, mempekerjakan polisi MPD dan Chauvin selama beberapa tahun untuk mengawasi area parkir, tetapi berhenti setelah kematian Floyd
- Ia mengatakan polisi menginginkan pembayaran tunai, dan kadang meninggalkan tempat untuk merespons panggilan MPD
- Setelah kematian Floyd, FBI menyelidiki Soto dan menanyakan berapa banyak yang ia bayarkan kepada polisi
- Pemilik Capitol Café, Abdirahman Awad, mengatakan setelah toko-toko milik warga Afrika Timur di Franklin Avenue dirusak pada 2019, MPD memberi tahu bahwa ia harus membayar 145 dolar AS per jam untuk keamanan polisi di luar jam dinas
- Ia menafsirkan bahwa bahkan setelah insiden yang diduga kejahatan kebencian, hampir tidak ada penempatan polisi, dan pesan yang ia terima adalah ia harus membayar serta mempekerjakan polisi di luar jam dinas agar bisa dilindungi
- Kevin Brown mengatakan pemilik usaha Somalia mendapat tekanan dari MPD untuk mempekerjakan polisi di luar jam dinas, tetapi tidak berbicara terbuka karena takut masuk “daftar hitam” atau permintaan bantuan mereka diabaikan
- Tidak semua pemilik usaha mengalami hal yang sama
- Pemilik Chicago-Lake Liquors, John Wolf, mengatakan saat mengambil alih toko pada 2000 ia meneruskan sistem keamanan polisi di luar jam dinas yang sudah ada, dan bekerja dengan orang-orang yang baik
- Sebagian polisi lebih suka dibayar tunai, tetapi ia mengatakan tidak melakukannya
- Setelah kematian Floyd, ia berhenti karena mempekerjakan polisi di luar jam dinas menjadi mahal dan sulit ditemukan
Perubahan setelah kematian Floyd
- Setelah kematian Floyd, MPD dan kerja di luar jam dinas mendapat pengawasan lebih besar, dan sejumlah bisnis swasta serta distrik sekolah memutus hubungan dengan polisi
- Minneapolis Orchestra, Minneapolis Institute of Art, dan First Avenue menyatakan tidak akan lagi mempekerjakan polisi di luar jam dinas
- Jumlah lokasi kerja luar jam dinas yang disetujui dan dilacak kota turun dari sekitar 500 pada 2018 menjadi sekitar 100 tahun ini, dan sekitar 200 polisi melakukan kerja semacam ini tahun ini
- Pada 2020, Minneapolis City Council menghentikan kewajiban mempekerjakan polisi di luar jam dinas untuk acara berizin dan mengizinkan keamanan swasta
- Enrique Velazquez, Regulatory Services Director, mengatakan pada Agustus 2020 saat itu hanya ada 4 bisnis yang diwajibkan mempekerjakan polisi MPD di luar jam dinas, tetapi sebagian bisnis mengira tidak punya pilihan sehingga mempekerjakan mereka secara sukarela, dan menganggap akan mendapat “tingkat perlakuan istimewa tertentu” jika mempekerjakan polisi
- Off-duty task force bentukan Wali Kota Jacob Frey diluncurkan pada Januari 2020, mengadakan dua pertemuan, lalu dibubarkan
- Mantan Anggota Minneapolis City Council Cam Gordon mengatakan ia mendengar bahwa pemilik usaha kecil milik orang kulit berwarna mungkin tidak bisa mendapatkan layanan polisi, dan menyebutnya “licik” serta ilegal
- Gordon mengatakan menjalankan bisnis dengan memakai sumber daya kota seperti seragam, senjata api, dan mobil patroli tanpa pengelolaan kota harus dianggap sebagai pelanggaran aturan etika kota
Kendala struktural dari audit, asuransi, dan kontrak serikat
- Audit kota 2019 mencatat bahwa sebagian pemberi kerja dan polisi lebih menyukai pembayaran tunai
- Audit merekomendasikan penghentian pembayaran tunai dan agar kota mengelola program tersebut, tetapi perubahan berjalan lambat
- Kebijakan MPD diperbarui untuk membatasi total jam kerja, termasuk kerja di luar jam dinas, dan memprioritaskan lembur dibanding kerja di luar jam dinas
- MPD sedang memperkenalkan sistem manajemen waktu baru untuk melacak jam kerja di luar jam dinas
- Tanggung jawab asuransi kota yang berlaku bagi polisi yang sedang bekerja di luar jam dinas dapat menimbulkan biaya
- Lt. Mike Sauro, saat bekerja di luar jam dinas di sebuah klub pada malam Tahun Baru 1991, menangkap, memborgol, dan memukuli seorang mahasiswa berusia 21 tahun, dan juri memutuskan korban mendapat ganti rugi lebih dari 1 juta dolar AS
- Menurut Human Rights Watch, saat itu jumlah tersebut merupakan ganti rugi perdata terbesar dalam kasus pelanggaran polisi Minneapolis
- Mantan Police Chief Robert Olson mengatakan setelah kasus itu ia akan membatasi jam kerja polisi di luar jam dinas, tetapi 28 tahun kemudian kerja di luar jam dinas tetap berlanjut
- Kerja di luar jam dinas merupakan bagian dari kontrak serikat polisi, dan Minneapolis Police Federation dalam negosiasi sebelumnya menunjukkan posisi bahwa perubahan pada kerja di luar jam dinas tidak dapat diterima
- Negosiasi kontrak tiga tahun berikutnya saat ini sedang berlangsung, dan serikat polisi serta MPD tidak menanggapi beberapa permintaan komentar
Reformasi yang terhambat perintah pengadilan 1997
- Injunction dan settlement tahun 1997 dibuat setelah mantan Wali Kota Sharon Sayles Belton berupaya menempatkan kerja di luar jam dinas di bawah kendali kota
- Serikat berargumen bahwa perubahan kerja di luar jam dinas termasuk subjek negosiasi kontrak serikat, dan kesepakatan itu mengakui hak polisi untuk membuat kontrak dengan pemberi kerja eksternal
- Kesepakatan itu menyatakan polisi tidak boleh berperan sebagai broker, tetapi dalam praktiknya polisi tampaknya mengabaikan larangan ini
- City Council pada Januari memutuskan untuk meninjau kerja di luar jam dinas, termasuk bagaimana polisi mendapatkan pekerjaan, berapa bayaran mereka, dan apa dampaknya terhadap penempatan personel MPD
- Council Member Robin Wonsley sedang mendorong kebijakan untuk membebankan biaya kepada bisnis guna memulihkan biaya kota, tetapi kewenangan kota terbatas karena perintah pengadilan dari 1990-an
- Jika kota mengoperasikan langsung program luar jam dinas, polisi harus dibayar melalui kota dengan tarif lembur, dan kompensasi itu juga akan masuk dalam perhitungan pensiun sehingga dapat meningkatkan biaya
- Wali Kota Jacob Frey mengatakan kerja di luar jam dinas adalah salah satu isu paling sulit dan paling rumit di MPD, dan perintah 1997 menjadi hambatan besar
- Saat ditanya apakah kota dapat mencoba membatalkan perintah itu, ia menjawab, “sedang dibahas”
- Ia mengatakan idealnya kota memiliki lebih banyak pengelolaan dan pengawasan, dan isu ini akan dibahas dalam negosiasi
- Ia mengakui polisi harus didorong untuk lebih banyak bekerja reguler daripada di luar jam dinas, dan untuk itu gaji reguler perlu dinaikkan
- Gaji awal polisi Minneapolis sekitar 73.000 dolar AS, dan karena kekurangan personel membuat banyak polisi lembur, 70% dari mereka menerima gaji enam digit tahun lalu
Risiko yang mirip dengan sistem paid detail New Orleans
- DOJ menyimpulkan bahwa sistem paid detail New Orleans Police Department mendorong penyalahgunaan dan korupsi, serta menyebabkan kelelahan polisi, pemolisian yang tidak setara, dan beban keuangan kota
- Di New Orleans, pekerjaan sampingan menarik karena sebagian polisi menerima 300–500 dolar AS semalam sebagai keamanan atlet profesional, dan sebagian lebih fokus pada paid detail daripada pekerjaan utama mereka
- DOJ menemukan kasus polisi NOPD meninggalkan tempat tugas setelah roll call, pergi di tengah penyelidikan, melakukan paid detail saat cuti sakit, atau menerima bayaran ganda
- MPD juga kesulitan mengisi shift tahun lalu ketika kekurangan 300 polisi, dan sebagian polisi memilih kerja di luar jam dinas daripada lembur kota
- Pada satu patroli malam akhir pekan di downtown hanya ada 12 polisi, dan Lt. Kelly O’Rourke mengatakan saat itu polisi lebih memilih kerja di luar jam dinas karena bisa memperoleh 2–4 kali lebih banyak
- DOJ menilai sistem MPD melemahkan pengawasan
- Polisi patroli mengelola pembagian kerja di luar jam dinas, dan bisa memberi pekerjaan kepada atasan
- Dalam struktur seperti ini, atasan bisa menjadi lebih sulit meminta pertanggungjawaban polisi tersebut atas pelanggaran
- Di New Orleans juga, pemilik usaha merasa harus membayar paid detail untuk memperoleh layanan polisi yang semestinya disediakan sebagai pemolisian sehari-hari, dan tidak punya cara meminta pertanggungjawaban jika polisi yang dikontrak tidak hadir atau tidak bekerja dengan baik
- New Orleans melarang pembayaran tunai dan memusatkan sistem pada 2010, tetapi hasilnya beragam
Kasus pajak Chauvin dan kesimpulan Santamaria
- Chauvin didakwa menghindari pajak atas pendapatan kerja keamanan yang dibayarkan Santamaria
- Jaksa menilai Chauvin tidak melaporkan 95.920 dolar AS yang ia peroleh dari kerja keamanan di El Nuevo Rodeo pada 2014–2019
- Chauvin juga disebut menerima 250 dolar AS tunai untuk kerja 3,5 jam di EME Antro Bar, dan juga bekerja di luar jam dinas di Cub Foods serta Midtown Global Market
- Pada Maret, Chauvin mengaku bersalah atas dua tindak pidana, mengatakan ia tidak melaporkan pembayaran karena masalah keuangan, dan dijatuhi hukuman 13 bulan penjara
- Santamaria diperiksa oleh penyelidik negara bagian tentang urusannya dengan MPD, dan mengatakan ia merasa divisi perizinan kota dan MPD berkolusi untuk membuat pemilik usaha minoritas mempekerjakan polisi
- Ia menyebut struktur ini sebagai “racket,” dan mengatakan apa pun yang dilakukan tetap menyulitkan, serta selalu menempatkannya dalam situasi harus melanggar hukum
1 komentar
Komentar Hacker News
Kalau Anda tidak tahu bahwa praktik pemerasan seperti ini sudah ada sejak lama, berarti Anda tumbuh cukup terlindungi
Tekanan untuk mempekerjakan polisi itu merajalela, dan istilah “rent-a-cop” tampaknya bukan berarti pegawai perusahaan keamanan yang berpura-pura menjadi polisi, melainkan sering kali memang polisi yang sedang tidak bertugas
Perusahaan keamanan mendapat “anjuran” kuat untuk mempekerjakan polisi yang sedang tidak bertugas, dan jika mencoba menolak, mereka akan dibiarkan begitu saja atau “dibujuk” dengan cara lain
Sebelum bertanya “kenapa tidak melakukannya saja,” perlu dilihat bahwa polisi AS pada umumnya berada di luar kendali, punya pengaruh berlebihan terhadap pemerintah daerah dan politik, serta memiliki ideologi yang memperkuat pembenaran diri dan mentalitas terkepung seperti “musuh di depan pintu”
Selain itu, mereka dapat menggunakan kekerasan pada tingkat yang tak tertandingi di masyarakat
Mereka bukan birokrat yang santun, dan cara berurusan dengan mereka jauh lebih dekat dengan milisi radikal daripada aparatur negara
Jika Anda belum pernah mengalami hal seperti itu, Anda hanya cukup beruntung karena tidak mengancam kepentingan mereka
Polisi adalah kekuatan politik yang begitu kuat sehingga dianggap wajar bahwa bahkan setelah pensiun pun mereka harus tetap dapat menggunakan kekuatan secara tidak proporsional
Kalau dicari, yang terlihat hanya penggunaan seperti “orang yang berpura-pura menjadi polisi,” dan film tahun 1987 dengan judul yang sama juga bercerita tentang mantan polisi yang bekerja sebagai satpam swasta
Tulisan ini terlalu lunak dalam membahas kejahatan terang-terangan yang dilakukan polisi secara terbuka dengan pembiaran dari kota
Banyak orang seharusnya masuk penjara karena ini, dan saya tidak mengerti bagaimana hal seperti ini terus dibiarkan secara terbuka
Selain itu, banyak juga pensiunan polisi yang mempertahankan seragamnya dan melakukan pekerjaan sipil dalam kapasitas yang resmi
Mahkamah Agung pada dasarnya sudah memberi cap persetujuan
“Santamaria kemudian harus menyerahkan rencana keamanan yang merinci berapa banyak polisi yang dibutuhkan setiap malam. Para polisi menuntut pembayaran tunai, dan ia mengatakan takut kehilangan izin usahanya jika tidak menurut. Belakangan, polisi lain, Derek Chauvin, membantu menyusun jadwal kerja di luar dinas. Ia bekerja sebagai keamanan di klub itu selama 17 tahun. … Santamaria menjual klubnya pada 2019. Ketika ia melihat rekaman yang mengguncang dunia, saat Chauvin menekan George Floyd ke lantai, ia mengenali keduanya. Sebab Floyd juga bekerja sebagai penjaga pintu di klub itu pada 2019.”
Keterkaitan ini menarik
Saya tidak tahu bahwa mereka pernah bekerja bersama
Ingat bahwa alasan Floyd pertama kali ditangkap adalah kecurigaan menggunakan uang kertas palsu 20 dolar
Sepertinya hipotesis itu juga mencakup gagasan bahwa kelab malam yang banyak menangani uang tunai adalah tempat menarik bagi para pemalsu
Bahkan jika ini benar, unsur rasisme dalam kasus Floyd tetap besar
Karena Chauvin kemungkinan mengira ia bisa lolos, dan para polisi rekannya pada umumnya juga tidak berusaha menghentikannya
Polisi sudah melakukan tekanan ala penjualan paksa yang sama bahkan terhadap kota
Ada beberapa kisah tentang polisi AS yang mengancam pejabat kota akan mengurangi penegakan hukum selama musim pemilu sambil menuntut kenaikan anggaran kepolisian
Secara luas, AS perlu memberantas korupsi
Dari struktur besar seperti lobi dan dana kampanye, sampai struktur kecil seperti kartel harga di ceruk tertentu, suap, dan bisnis uang perlindungan yang dijalankan polisi, ada banyak loop umpan balik yang rusak, semuanya menumpuk ke arah buruk dan malah tampak berkembang
Mengejutkan seberapa jauh publik menoleransi inkompetensi dan subversi seperti ini, dan semua itu berdampak langsung pada pendapatan dan biaya hidup setiap orang
“Pada awal Agustus 1975, SFPD melakukan pemogokan karena sengketa upah, melanggar hukum California yang melarang pemogokan polisi. Kota segera menyatakan pemogokan itu ilegal dan memperoleh perintah pengadilan yang memerintahkan SFPD kembali bekerja. Petugas pengadilan yang mengantarkan perintah itu mengalami kekerasan, dan SFPD terus mogok…”
“ACLU memperoleh perintah pengadilan yang melarang para peserta mogok membawa pistol dinas mereka. SFPD kembali mengabaikan perintah pengadilan. Pada 20 Agustus, sebuah bom meledak di rumah wali kota dan sebuah tanda bertuliskan ‘Jangan mengancam kami’ ditinggalkan di halaman. Pada 21 Agustus, Wali Kota Alioto merekomendasikan kepada Dewan Pengawas San Francisco agar tuntutan para peserta mogok diterima.”
https://en.wikipedia.org/wiki/History_of_the_San_Francisco_P...
Karena semua hal yang biasanya akan dianggap korupsi sudah dilegalkan
Mereka melembagakan kekebalan bagi lembaga penegak hukum dan jaksa, serta memungkinkan uang korporasi mengalir tanpa batas ke politik
Tuas kekuasaan ini harus dibalik, tetapi melihat Demokrat begitu saja mundur ketika Partai Republik memblokir nominasi hakim agung Obama, kemungkinannya tampak kecil
Pada saat yang sama, mereka juga mencurahkan upaya besar untuk melatih orang agar terus meyakinkan diri bahwa mereka hidup di negara paling bebas di dunia
Saya tidak cukup tahu untuk menilai apakah itu benar, tetapi setidaknya itu cerita yang dipercaya luas
Seorang teman menjalankan bisnis pengambilan gambar dengan drone
Pekerjaannya seperti pemotretan Instagram di tempat liburan atau foto rumah untuk properti, tetapi pemerintah kota mewajibkan ia mempekerjakan polisi yang sedang tidak bertugas seharga 100 dolar per jam dengan alasan “pengelolaan lokasi”
Layanan rent-a-racketeer ini harus dipakai minimal 4 jam, padahal pengambilan gambar sebenarnya biasanya hanya sekitar 30 menit
Orang yang bersangkutan sebaiknya menghubungi media lokal atau DOJ, atau keduanya
Kalau menebak, mungkin ada beberapa pengguna hobi yang mengklaim tindakan mereka terkait pekerjaan, sehingga pemerintah kota sengaja menetapkan standar yang tinggi
Saya tahu ada kasus pemadam kebakaran sukarela setempat yang bergerak ke arah serupa
Kepalanya dan beberapa sepupu berbadan besar mulai berkeliling, membicarakan betapa mereka membutuhkan dukungan untuk pemadam kebakaran sukarela, dan betapa rumah atau tempat usaha itu tampak mudah terbakar
Beberapa bulan kemudian rumah sang kepala terbakar
Truk pemadam datang dua kali, dan saya dengar pada kali kedua jumlah personel yang merespons lebih banyak, lalu polisi masuk ke lumbungnya dan menemukan fasilitas budidaya ganja berskala besar
Saya tidak tahu seluruh duduk perkaranya, tetapi setelah itu pemadam kebakaran sukarela tersebut pindah dan menjadi organisasi lain
Pelajarannya adalah yang memaksakan karakter lingkungan bukan polisi, melainkan tetangga
http://www.cbc.ca/news/canada/edmonton/fires-set-by-firefigh...
https://en.wikipedia.org/wiki/Firefighter_arson
Kalau itu rumah kepala pemadam kebakaran sukarela, saya setuju bahwa main hakim sendiri juga merupakan salah satu cara yang diremehkan dalam menegakkan norma sosial
Belakangan ini saya merencanakan acara live, dan pemerasan polisi yang sedang tidak bertugas benar-benar nyata
Untuk mendapatkan izin, hampir harus bergantung pada keberuntungan
Polanya seperti, “Anda akan menyewa keamanan swasta? Menurut kami rencana keamanan itu tidak cukup untuk menjaga keselamatan semua orang”
Saya pernah beberapa kali menjalankan acara bir besar, dan acara terakhir berskala 4.000–5.000 orang
Pemerintah kota dan negara bagian menyetujuinya, tetapi mereka hanya bertanya apakah ada rencana keamanan, tidak menanyakan rinciannya
Biasanya itu hanya diperiksa sekilas setelah permintaan salinan asuransi, dan tidak ada tuntutan untuk mempekerjakan polisi
Meski begitu, sebagai penyelenggara acara saya memilih mempekerjakan 3 polisi yang sedang tidak bertugas, dan menghubungi langsung polisi-polisi yang saya kenal seiring waktu
Mereka sangat sepadan dengan biayanya, dan tidak mahal dibandingkan layanan lain yang dibutuhkan acara
Kalau tidak ada respons, kirim saja ke media
Saya terus heran bahwa AS mengizinkan polisi yang sedang tidak bertugas merangkap pekerjaan keamanan
Yang lebih buruk, di beberapa negara bagian tampaknya mereka boleh tetap memakai seragam dan mempertahankan kewenangan polisi sambil menerima bayaran secara pribadi
Saya penasaran negara lain mana yang mengizinkan hal seperti ini
Pekerja bukan budak, dan harus bisa bekerja di tempat lain saat bukan jam dinas
Masalahnya adalah kota secara hukum mewajibkan orang untuk mempekerjakan polisi yang merangkap kerja
Perbedaan pentingnya adalah biaya dibayarkan kepada kantor polisi itu sendiri, bukan kepada polisi perorangan
Ini terlihat seperti bisnis uang perlindungan yang cukup mencurigakan
Semacam, “Tempat usaha yang bagus ya, sayang kalau terjadi sesuatu”
Bedanya dengan geng atau mafia tradisional hanyalah, alih-alih membakar tempatnya, mereka menggerakkan pemerintah untuk mencabut izin usaha
Mirip dengan itu, saya pernah menyetir melewati Kansas dan mendapat tilang ngebut, lalu polisi yang menilang memberi tahu cara mengirim “donasi” ke “Sheriff's Benevolent Society” agar tilangnya hilang tanpa poin pelanggaran
Kami berasal dari Ohio
Di wilayah tenggara AS, ada banyak polisi yang sedang tidak bertugas yang mengatur lalu lintas untuk gereja, HOA, dan sejenisnya
Mungkin berbeda dari keamanan, tetapi masih ada kaitannya sampai batas tertentu
Saya selalu bertanya-tanya bagaimana ini diizinkan secara hukum
Menggunakan kendaraan, pelatihan, dan perlengkapan yang dibayar uang pajak, plus memanfaatkan kewibawaan lencana untuk mengatur lalu lintas, terlihat meragukan secara hukum
Namun saya bukan pengacara
Berdasarkan daftar harga standar yang terbuka, dan karena polisi menerima bayaran yang sama seperti saat menjalankan tugas lain, peluang korupsinya terlihat jauh lebih rendah
Saya ingat beberapa acara yang diselenggarakan ayah saya pada era 90-an dijalankan seperti itu
Saya tidak bisa menemukan di situs kepolisian apakah sekarang masih begitu
Polisi cadangan biasanya bekerja paruh waktu, dan dikerahkan sebagai tenaga tambahan untuk acara atau tugas keamanan berulang agar tenaga patroli reguler tidak kekurangan
Biasanya organisasi swasta membayar ke pemerintah kota, lalu pemerintah kota membayar polisi
Di banyak negara bagian, organisasi swasta tidak bisa secara sah menghentikan atau mengalihkan arus lalu lintas, sehingga mereka mempekerjakan polisi yang sedang tidak bertugas
Jika dugaan korupsi seperti ini terasa sulit dipercaya, saya pernah tinggal di Chicago South Side pada akhir 90-an, dan polisi di sana menganggap wajar makan gratis di mana pun, serta menerobos rambu stop dan lampu merah seolah-olah itu tidak ada
Saya belum pernah melihat perilaku polisi seperti itu di tempat lain, termasuk pusat kota Seattle
Setelah menemukan orang yang mencuri laptop saya, seorang detektif juga pernah berkata kepada saya agar tidak khawatir karena ada cara untuk membuat orang bicara
Tak lama kemudian, saya mengetahui bahwa para detektif di wilayah itu pernah memasukkan moncong shotgun yang tidak terisi peluru ke mulut tersangka lalu menarik pelatuknya
Setelah mengetahui hal itu, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan pengaduan
Dulu, ketika seseorang mencoba bernegosiasi dengan serikat polisi, sebuah bom ditemukan di kota itu disertai ancaman tersirat
Tentu saja hal serupa terjadi hampir di mana-mana, tetapi biasanya tidak seterang-terangan ini
Saya juga penasaran apakah itu kejadian baru-baru ini