Ada kemungkinan investasi Microsoft sebesar 10 miliar dolar AS di OpenAI mengalami kerugian, tetapi CEO Satya Nadella fokus membangun tim AI untuk masa depan yang lebih besar.
Sebagian pihak mengkritik bahwa Microsoft dan Altman sedang berusaha menghancurkan OpenAI, tetapi ada juga pandangan positif bahwa keputusan ini bisa menjadi win-win bagi kedua belah pihak.
Microsoft dapat mengakses sumber daya OpenAI, dan Altman serta Brockman juga bisa memanfaatkannya. Mereka dapat bekerja di Microsoft untuk waktu singkat lalu mendirikan perusahaan baru.
Para ilmuwan OpenAI bisa fokus pada riset, Microsoft dapat mengomersialkan GPT, dan Satya Nadella dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham melalui hal ini.
Ada juga pendapat yang menantikan pengumuman Apple di bidang AI, dan bahwa Apple tidak boleh diremehkan.
Ada pula pandangan negatif terhadap Microsoft yang mengendalikan AGI, dan ini bisa dilihat sebagai hasil yang distopis.
Ada kekhawatiran bahwa penurunan valuasi OpenAI akan membuat perusahaan sulit mempertahankan momentum.
Ada juga pendapat bahwa tidak lazim para pendiri seperti Sam Altman dan Greg Brockman bergabung dengan perusahaan besar.
Ada pandangan kritis bahwa perubahan budaya teknologi Amerika terhadap AI telah bergeser dari tujuan 'untuk kemanusiaan' menjadi mengejar keuntungan megakorporasi.
Dengan mencontoh kasus Microsoft yang merekrut talenta utama Borland pada 1990-an untuk mengembangkan produk penting, ada prediksi bahwa OpenAI juga bisa menempuh jalur serupa.
1 komentar
Pendapat Hacker News