Tinnitus terkait dengan kerusakan saraf pendengaran
(scitechdaily.com)Keterkaitan antara kerusakan saraf pendengaran dan tinnitus
- Tim peneliti dari Mass Eye and Ear mengungkap keterkaitan antara tinnitus, yang memengaruhi lebih dari 10% orang dewasa di seluruh dunia, dan kerusakan saraf pendengaran yang tidak terdeteksi.
- Bahkan orang yang lolos tes pendengaran normal pun dapat mengalami 'kehilangan pendengaran tersembunyi', yang dapat membuka jalan bagi pengembangan terapi baru yang berfokus pada regenerasi saraf pendengaran.
- Studi ini merupakan temuan inovatif yang menghubungkan tinnitus dengan kerusakan saraf pendengaran yang tidak terdeteksi, menantang keyakinan yang ada dan membuka jalur baru bagi pengembangan terapi melalui regenerasi saraf pendengaran.
Dampak tinnitus terhadap kualitas hidup
- Gejala tinnitus berupa denging terus-menerus di telinga atau suara lain, yang pada banyak pasien menyebabkan kurang tidur, isolasi sosial, kecemasan, depresi, dan berdampak negatif pada kinerja kerja sehingga secara signifikan menurunkan kualitas hidup.
- Tinnitus tidak dapat diobati tanpa memahami sepenuhnya mekanisme terjadinya, dan studi ini merupakan langkah pertama menuju tujuan akhir untuk membungkam tinnitus.
Cara pandang baru tentang tinnitus dan kehilangan pendengaran
- Banyak orang yang mengeluhkan kehilangan pendengaran juga mengalami suara berdengung, berdesing, bergaung, atau bahkan meraung di telinga.
- Gejala tinnitus selama ini dianggap sebagai akibat dari plastisitas maladaptif di otak, yaitu meningkatnya aktivitas otak untuk mengompensasi kehilangan pendengaran sehingga pasien merasakan tinnitus sebagai halusinasi pendengaran.
- Namun, 'cochlear synaptopathy' yang ditemukan oleh peneliti Mass Eye and Ear pada 2009 menghidupkan kembali hipotesis ini dengan menunjukkan bahwa pasien yang memiliki hasil tes pendengaran normal pun dapat mengalami kehilangan saraf pendengaran yang signifikan.
Pendekatan potensial untuk pengobatan tinnitus
- Pekerjaan tim peneliti ini menjelaskan secara selaras bahwa tinnitus dapat dipicu oleh hilangnya saraf pendengaran, termasuk pada orang dengan pendengaran normal.
- Arah penelitian berikutnya akan berfokus pada pekerjaan terbaru yang menggunakan obat bernama neurotrophins untuk meregenerasi saraf pendengaran.
- Tim peneliti berharap suatu hari nanti dapat mengembalikan suara yang hilang ke otak dan, bersama pelatihan ulang, mengurangi aktivitas otak yang berlebihan.
Opini GN⁺
Studi ini mengungkap bahwa tinnitus bukan sekadar masalah pada telinga, tetapi juga berkaitan dengan kerusakan saraf pendengaran, sehingga memberikan harapan baru bagi banyak orang yang mengalaminya. Fakta bahwa orang yang memiliki hasil tes pendengaran normal pun dapat mengalami kehilangan pendengaran tersembunyi memperbarui pemahaman tentang kesehatan pendengaran dan membuka kemungkinan terapi melalui regenerasi saraf pendengaran. Hal yang membuat studi ini menarik adalah karena penelitian ini menawarkan pendekatan baru terhadap penyebab dan pengobatan tinnitus, serta mengandung potensi untuk meningkatkan kualitas hidup banyak pasien.
1 komentar
Komentar Hacker News
Ringkasan komentar pertama:
Ringkasan komentar kedua:
Ringkasan komentar ketiga:
Ringkasan komentar keempat:
Ringkasan komentar kelima:
Ringkasan komentar keenam:
Ringkasan komentar ketujuh:
Ringkasan komentar kedelapan:
Ringkasan komentar kesembilan:
Ringkasan komentar kesepuluh: