1 poin oleh GN⁺ 2023-12-18 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Tim pengembangan produk membutuhkan lebih sedikit PM

  • Banyak perusahaan cenderung merekrut terlalu banyak manajer produk (PM).
  • PM sering menghabiskan waktu untuk pekerjaan manajemen proyek dan pembaruan roadmap, padahal seharusnya mereka fokus pada optimalisasi produk untuk bisnis.
  • Jumlah PM yang dibutuhkan lebih sedikit daripada jumlah tim produk, dan ini dapat berbeda tergantung kebutuhan produk, tim, dan bisnis.

Apa artinya bagi startup

  • Waktu ideal untuk merekrut PM di startup adalah ketika para pendiri sudah tidak bisa lagi terlibat dalam semua keputusan produk yang penting.
  • Ketika organisasi telah mencapai skala 50 ~ 100 orang dan memiliki 3 ~ 5 tim produk, seharusnya sudah ada strategi produk menyeluruh yang jelas, dan dibutuhkan seseorang untuk mengeksekusi strategi itu serta terlibat dalam arahan dan pengambilan keputusan di level yang lebih rendah.
  • Carilah PM yang berpengalaman, dan para pendiri tetap perlu berperan sebagai penanggung jawab de facto atas produk.

Cara membuat tim berorientasi pada produk

  • Tim pengembangan produk membutuhkan pemahaman yang lebih baik tentang pengguna dan konteks mereka, serta perlu terlibat aktif dalam pembentukan produk.
  • PM seharusnya tidak bertugas mengurus UX, wireframing, pelacakan progres, pengorganisasian standup, atau menjadi satu-satunya penulis PRD/spesifikasi; mereka harus fokus pada penyampaian visi produk secara jelas, memastikan tim menyelesaikan masalah yang tepat, serta menjaga arah produk tetap jelas dan selaras dengan kebutuhan bisnis.

Membangun tim yang berpusat pada produk

  • Sebelum memulai diskusi antara desain, engineering, dan produk/pendiri, duduk bersama terlebih dahulu untuk menyepakati dan merencanakan bagaimana prosesnya akan berjalan.
  • Libatkan semua anggota tim dalam riset pengguna dan uji kegunaan agar mereka dapat melihat langsung bagaimana pengguna memakai produk dan memperoleh insight.
  • Perlu memberi perhatian pada cara tim dikelola; mengukur kinerja tim berdasarkan jumlah tiket yang ditutup atau story point dapat menyampaikan pesan yang keliru bahwa pekerjaan mereka adalah menutup tiket, bukan membangun produk.
  • Hindari penggunaan alat PM, dan pastikan semua anggota tim dapat mengakses serta memahami umpan balik pengguna, insight, data, spesifikasi, dan roadmap.

Opini GN⁺

  • Peran manajer produk memang penting dalam proses pengembangan produk, tetapi jumlah yang banyak tidak otomatis membuat organisasi menjadi berorientasi pada produk.
  • Pengembangan produk membutuhkan upaya kolaboratif, dan tim desain serta engineering perlu meningkatkan pemahaman terhadap pengguna serta berpartisipasi aktif dalam pembentukan produk.
  • Artikel ini memberikan saran praktis untuk meningkatkan efisiensi tim produk dan menekankan pentingnya seluruh anggota tim berbagi serta memahami strategi produk dan tujuan bisnis.

1 komentar

 
GN⁺ 2023-12-18
Pendapat Hacker News
  • Berbagi pengalaman tentang Product Manager (PM)

    • Seorang engineering manager menyebut manajemen produk sebagai peran yang penting di perusahaan, tetapi juga pekerjaan yang sulit.
    • PM yang kurang kompeten sering kali terlalu mengatur tim engineering atau lebih tertarik pada manuver politik.
    • Ia menyarankan agar organisasi menempatkan PM sebagai 'CEO mini' untuk tiap tim, dan jika kemampuan teknis mereka kurang, memasangkannya dengan 'CTO mini'.
  • Masalah insentif bagi developer

    • Developer lebih antusias pada pencapaian teknis, dan hal ini sering kali terhubung dengan penghargaan formal.
    • Upaya nonteknis seperti riset pelanggan mungkin tidak mendapat pengakuan sebesar pencapaian teknis.
    • Jika organisasi ingin lebih mengutamakan nilai yang berpusat pada pengguna dan mengubah sistem penghargaan, itu akan menuntut perubahan besar pada peran manajerial.
  • Pendapat tentang AI art

    • Ada keluhan tentang penggunaan AI art sebagai gambar utama artikel blog.
    • Meski AI art adalah alat yang bernilai, penggunaannya sekadar untuk mengisi ruang dinilai tidak efektif.
  • Kritik terhadap peran Product Manager (PM)

    • PM yang baik harus terus-menerus menjembatani kesenjangan antara engineering dan pengguna.
    • Banyak PM cenderung hanya berkutat pada dokumentasi dan menjalankan tugas project management ketimbang benar-benar mengelola produk.
  • Pengalaman dengan Product Manager yang unggul

    • Seorang engineer berbagi pengalaman bekerja dengan PM luar biasa yang memahami baik kompleksitas teknis maupun kebutuhan bisnis.
    • Sebagian besar PM hanyalah orang yang menjalankan peran tersebut, dan pada praktiknya tidak memiliki pengaruh besar.
  • Pertimbangan tentang rasio peran dalam organisasi

    • Organisasi menyesuaikan rasio frontend engineer terhadap backend engineer, engineering manager terhadap individual contributor (IC), technical writer terhadap engineer, serta PM terhadap engineer untuk mengejar efisiensi optimal.
    • Penting untuk menghormati otonomi tim engineering dan mengurangi micromanagement.
  • Preferensi terhadap PM dengan pengalaman teknis

    • Lebih mudah bekerja dengan PM yang memiliki latar belakang teknis sehingga bisa memahami sudut pandang engineering.
    • PM tanpa pengalaman teknis cenderung lebih berorientasi bisnis, yang terkadang memang dibutuhkan, tetapi tidak selalu.
  • Perlunya integrasi product management dan product design

    • Sebagian besar fungsi product management seharusnya digabungkan dengan product design.
    • Peran PM dinilai terlalu banyak karena orang-orang nonteknis masuk ke industri teknologi dan ingin menerima gaji level teknologi.
  • Refleksi tentang peran dan kemampuan individu

    • Ada pertanyaan apakah kemampuan manajemen produk itu merupakan bakat bawaan atau sekadar jabatan yang diberikan, karena setiap orang itu unik.
    • Organisasi perlu menghargai inisiatif individu dan merekrut talenta yang serbabisa.
  • Pandangan seorang Product Manager dengan pengalaman 20 tahun

    • Rasio PM itu penting, dan banyak PM tidak memberikan kontribusi yang berarti pada strategi atau visi produk.
    • Fakta bahwa product manager tidak benar-benar memiliki kepemilikan atas produk adalah sebuah masalah.