Perfeksionisme dan perilaku menunda: keterkaitan serta cara mengatasinya
- Perfeksionisme dan perilaku menunda memiliki hubungan yang kompleks.
- Beberapa aspek perfeksionisme dapat meningkatkan perilaku menunda.
- Ini mencakup penilaian diri yang negatif, keterikatan berlebihan pada harapan orang lain, kurangnya kepuasan terhadap keberhasilan, kekhawatiran berlebihan terhadap kesalahan, serta keraguan terhadap kemampuan dan tindakan diri sendiri.
- Aspek lainnya dapat mengurangi perilaku menunda.
- Ini mencakup menetapkan standar pribadi yang tinggi dan berusaha mencapainya.
- Perfeksionisme yang dipaksakan secara sosial lebih mungkin meningkatkan perilaku menunda, sedangkan perfeksionisme yang berorientasi pada diri sendiri lebih mungkin menguranginya.
- Faktor-faktor seperti kritik dari orang tua atau efikasi diri dapat memengaruhi hubungan antara perfeksionisme dan perilaku menunda.
Mekanisme psikologis terkait
- Perfeksionisme dapat meningkatkan emosi negatif terhadap kesalahan sehingga memicu penundaan pekerjaan.
- Ekspektasi yang tinggi dapat membuat pencapaian tujuan tampak mustahil sehingga seseorang menyerah.
- Siklus perfeksionisme-perilaku menunda dapat terjadi.
Penyebab lain dari perilaku menunda
- Selain perfeksionisme, perilaku menunda dapat terjadi karena berbagai alasan seperti kecemasan, ketakutan akan kegagalan, dan depresi.
- Banyak penyebab perilaku menunda mungkin berkaitan dengan perfeksionisme.
Penunda yang perfeksionis
- Tidak ada definisi universal tentang penunda yang perfeksionis, tetapi umumnya merujuk pada orang-orang yang mengalami perilaku menunda yang parah terutama karena perfeksionisme.
- Istilah ini juga dapat digunakan ketika perfeksionisme berpadu dengan penyebab lain seperti depresi.
Cara mengatasi perilaku menunda yang perfeksionis
- Menetapkan tujuan dan standar yang masuk akal.
- Lebih fokus pada diri sendiri daripada orang lain.
- Mempertanyakan rasa takut dan menanganinya.
- Mempertimbangkan dampak negatif perfeksionisme.
- Mengembangkan sikap yang mengizinkan kesalahan.
- Mengembangkan efikasi diri.
- Mengembangkan welas asih pada diri sendiri.
- Menerima dukungan dan dorongan dari orang lain.
- Membagi pekerjaan menjadi langkah-langkah kecil yang mudah dikelola.
- Mulai dari langkah yang sangat kecil.
- Beralih di antara tugas.
- Mengakui kemajuan dan memberi penghargaan.
- Menjadwalkan pekerjaan sesuai dengan siklus produktivitas.
- Memperbaiki lingkungan kerja.
- Istirahat yang cukup.
- Memaafkan perilaku menunda di masa lalu.
Opini GN⁺
- Hubungan antara perfeksionisme dan perilaku menunda dapat berbeda tergantung pada kepribadian dan situasi masing-masing individu.
- Artikel ini memberikan cara bagi orang-orang yang memiliki kecenderungan perfeksionis untuk memahami dan memperbaiki perilaku mereka.
- Dengan menyajikan strategi dan teknik praktis untuk mengurangi perilaku menunda, artikel ini memberi pembaca kesempatan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.
1 komentar
Komentar Hacker News
Seorang pengembang mengembangkan perfeksionisme dan kebiasaan menunda saat bekerja dengan atasan yang toksik.
Pengguna lain membagikan pengalaman dan sarannya tentang perfeksionisme dan kebiasaan menunda.
Sebuah komentar yang mengutip buku Ed Catmull "Creativity Inc." berpendapat bahwa cara pandang terhadap kegagalan perlu diubah.
Disajikan metode memanfaatkan kebosanan sebagai penawar kebiasaan menunda.
Dibahas sisi psikologis yang berkaitan dengan perfeksionisme.
Rasa takut kehilangan kendali mengarah pada perfeksionisme, yang memicu persiapan tanpa akhir dan ketakutan akibat tekanan.
Dibagikan dua solusi sederhana yang mengubah kebiasaan menunda dan kecenderungan untuk menyenangkan orang lain.
Pendapat seorang pengguna yang percaya bahwa kebiasaan menunda adalah respons rasional dalam situasi ROI rendah.
Ada pendapat bahwa ADHD juga bisa menjadi penyebab kebiasaan menunda.
Dibagikan pengalaman tentang seorang instruktur yang terus mengulang "Kamu harus tahu seperti apa bentuk selesai itu" dan seorang manajer yang berkata "Fitur #1 dari produk ini adalah 'rilis'".