4 poin oleh ohjongin 2020-01-17 | 2 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Pada tanggal 13 waktu setempat di Amerika Serikat, Visa mengumumkan akan mengakuisisi startup fintech Plaid dengan nilai 6 triliun won Korea (5,3 miliar dolar AS). Plaid didirikan di San Francisco pada 2013, dan dalam bentuk API (application programming interface) telah menyediakan solusi inti bagi berbagai layanan fintech yang belakangan populer seperti Venmo, Acorn, dan Square Cash.

Di pasar fintech, tempat keamanan, kecepatan, dan skala sangat penting, kemampuan teknologi serta dominasi pasar Plaid selama ini memang sangat menonjol. Menurut data yang diungkap Plaid pada 2018, Plaid bermitra dengan 9.600 bank dan credit union, serta menyediakan solusi untuk 1.795 layanan digital. Bagi Visa, Plaid bukan hanya mitra yang menarik, tetapi juga sekaligus pesaing yang tumbuh dengan menakutkan.

Visa, yang pada 2018 menguasai 53% pasar kartu kredit global, kira-kira bisa memperoleh daya saing seperti apa ke depan melalui akuisisi Plaid? Untuk memprediksi hal itu, berikut rangkuman layanan yang saat ini disediakan Plaid.

2 komentar

 
xguru 2020-01-17

Sepertinya Plaid pernah sekali muncul di GeekNews lewat artikel terkait.

Cara Plaid meningkatkan pemrosesan paralel Node hingga 30 kali lipat https://id.news.hada.io/topic?id=1078

Pada dasarnya, salah satu fungsi intinya adalah melakukan screen scraping pada bank untuk mengambil informasi lalu mengubahnya menjadi API perbankan terpadu.. namun untuk memakai Plaid, pengguna harus mematikan 2FA atau semacamnya, jadi ini juga layanan yang sempat mendapat cukup banyak keluhan.

Di Korea juga ada perusahaan-perusahaan yang melakukan screen scraping, dan akan bagus kalau bisa berkembang sampai sejauh ini.

 
ohjongin 2020-01-17

Saya rasa secara teknis BankSalad atau Toss mungkin bisa melakukannya, tetapi karena karakteristik bisnis perusahaan-perusahaan domestik yang tidak bergantung pada pihak ketiga, perkembangannya jadi terhambat.