Apple menutup akun pengembang Epic Games sebagai 'ancaman bagi ekosistem iOS'
- Apple menutup akun pengembang Epic Games. Ini merupakan pembalikan dari keputusan sebelumnya yang telah menyetujui akun Epic, dan Epic mengatakan bahwa melalui akun itu mereka akan dapat kembali menghadirkan Fortnite di perangkat iOS sesuai hukum baru Uni Eropa (EU), Digital Markets Act (DMA).
- Epic mengklaim bahwa para pengacara Apple mengirim surat yang menyatakan akun Epic Games Sweden AB akan ditutup, dan menyebut ini sebagai "pelanggaran serius" terhadap DMA serta menunjukkan bahwa Apple "tidak berniat mengizinkan persaingan yang sesungguhnya" di perangkat iOS.
- Epic menuduh Apple, melalui tindakan ini, sedang menyingkirkan salah satu pesaing potensial terbesar bagi Apple App Store, sekaligus menunjukkan kepada pengembang lain apa yang akan terjadi jika mereka bersaing dengan Apple atau mengkritik praktik yang tidak adil.
Tanggapan Apple
- Epic mengklaim bahwa Apple menjadikan kritik Epic terhadap aturan DMA buatannya sendiri sebagai salah satu alasan yang mendasari keputusan tersebut, dengan mencontohkan unggahan CEO Epic Games Tim Sweeney di X (sebelumnya Twitter).
- Apple menyatakan bahwa berdasarkan hasil sengketa hukum dengan Epic, mereka memiliki hak untuk menutup akun Epic sesuai putusan September 2021. Putusan itu menyebutkan bahwa Apple memiliki hak kontraktual untuk mengakhiri DPLA milik anak perusahaan Epic Games, afiliasinya, dan entitas lain yang berada di bawah kendali Epic Games kapan saja atas kebijakan tunggal Apple.
Respons Epic
- Epic menuduh Apple bertindak sebagai pembalasan atas pernyataan-pernyataan mereka. Dalam surat kepada Epic, Phil Schiller dari Apple menunjukkan bahwa Epic di masa lalu telah melanggar kontraknya dengan Apple, dan melakukannya secara sengaja untuk memperoleh keuntungan finansial.
- Epic menyebut bahwa hubungan kontraktualnya dengan Apple telah dimulai sejak 2010, dan bahwa Apple secara terbuka mendukung Unreal Engine milik Epic.
Opini GN⁺
- Kasus ini menunjukkan ketegangan antara perusahaan besar dan pengembang di industri teknologi. Terutama ketika perusahaan besar memiliki kemampuan untuk membatasi persaingan dengan memanfaatkan dominasi pasar, hal ini dapat memengaruhi inovasi dan pilihan konsumen.
- Sengketa antara Apple dan Epic mengangkat perdebatan penting tentang kebijakan app store dan kebebasan pengembang. Ini juga dapat meninggalkan preseden yang berdampak pada perusahaan lain yang mengoperasikan app store atau platform serupa.
- Dalam kasus Epic, ditekankan bahwa meskipun ada sengketa seperti ini, mereka tetap mempertahankan hubungan kerja sama dengan Apple melalui produk lain seperti Unreal Engine. Ini menunjukkan kompleksitas hubungan antarperusahaan dan saling ketergantungan di antara mereka.
- Alasan artikel ini menarik adalah karena memperlihatkan bagaimana perebutan kekuasaan serta respons hukum dan kebijakan dibentuk di industri teknologi. Ini memberi pelajaran penting bagi pengembang, konsumen, dan pembuat kebijakan.
- Dari sudut pandang kritis, sengketa semacam ini dapat membingungkan konsumen dan meningkatkan ketidakpastian di kalangan pengembang aplikasi. Selain itu, hal ini memicu diskusi tentang bagaimana regulasi terhadap dominasi pasar perusahaan besar seharusnya dijalankan.
Belum ada komentar.