Laporan kematian, hilang, dan cedera jurnalis serta pekerja media
- Perang Israel-Gaza menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi para jurnalis. Ini merupakan periode paling mematikan sejak CPJ mulai mengumpulkan data pada 1992.
- Per 7 Maret 2024, menurut penyelidikan awal CPJ, 95 jurnalis dan pekerja media telah tewas. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan tidak dapat menjamin keselamatan para jurnalis.
- Di Jalur Gaza, para jurnalis menghadapi risiko tinggi akibat serangan darat Israel, serangan udara yang menghancurkan, gangguan komunikasi, kelangkaan pasokan, dan pemadaman listrik.
Daftar jurnalis dan pekerja media yang tewas
- Pada 5 Maret 2024, Muhammad Salama tewas bersama keluarganya akibat serangan udara Israel.
- Pada 23 Februari 2024, fotografer lepas Mohammed Yaghi tewas bersama 36 anggota keluarganya.
- Pada 15 Februari 2024, Zaid Abu Jayyid, direktur saluran radio Quran lokal, tewas.
- Pada 12 Februari 2024, jurnalis Alaa Al-Hams meninggal karena luka-lukanya setelah 10 anggota keluarganya tewas.
- Pada 11 Februari 2024, jurnalis Yaser Mamdouh El-Fadi tewas oleh penembak jitu Israel.
- Pada 8 Februari 2024, Nafez Abdel Jawad, direktur Palestine TV, tewas bersama putranya.
- Pada 6 Februari 2024, jurnalis Rizq Al-Gharabli tewas di rumah keluarganya.
- Pada 29 Januari 2024, jurnalis Mohamed Atalla tewas bersama keluarganya.
- Pada 25 Januari 2024, jurnalis Iyad El-Louh tewas bersama empat anaknya.
- Pada 14 Januari 2024, jurnalis Yazan Al-Juweidi tewas bersama saudara laki-laki dan sepupunya.
- Pada 11 Januari 2024, jurnalis Mohammed Jamal Sobhi Al-Talatini tewas bersama keluarganya.
- Pada 10 Januari 2024, jurnalis Ahmed Bdeir tewas di dekat rumah sakit.
- Pada 9 Januari 2024, jurnalis Heba Al-Abadla tewas bersama putrinya dan keluarganya.
- Pada 8 Januari 2024, jurnalis Abdallah Iyad Breis tewas bersama keluarganya.
- Pada 7 Januari 2024, jurnalis Hamza Al Dahdouh dan Mustafa Thuraya tewas dalam serangan drone Israel.
- Pada 5 Januari 2024, jurnalis Akram Elshafi meninggal setelah terluka akibat tembakan Israel.
- Pada 29 Desember 2023, jurnalis Jabr Abu Hadrous tewas bersama tujuh anggota keluarganya.
- Pada 28 Desember 2023, jurnalis Ahmed Khair El Din tewas bersama 12 anggota keluarganya.
- Pada 24 Desember 2023, jurnalis Mohammed Al-Eif tewas bersama keluarganya.
- Pada 23 Desember 2023, jurnalis Mohammed Nasser Abu Hweidi tewas saat meliput di lapangan.
- Pada 22 Desember 2023, pekerja media Mohammed Khalifa tewas bersama keluarganya.
- Pada 19 Desember 2023, jurnalis lepas Adel Zorob tewas bersama 25 anggota keluarganya.
- Pada 18 Desember 2023, pekerja media Abdallah Alwan tewas bersama keluarganya.
- Pada 17 Desember 2023, jurnalis Asem Kamal Mousa tewas bersama keluarganya.
- Pada 15 Desember 2023, operator kamera Samer Abu Daqqa tewas dalam serangan drone.
- Pada 9 Desember 2023, jurnalis lepas Duaa Zubor tewas bersama keluarganya.
- Pada 3 Desember 2023, pekerja media Hassan Farajallah dan jurnalis Shaima El-Ghazal tewas.
- Pada 1 Desember 2023, kameramen Abdullah Darwish dan Montaser Al-Sawaf tewas.
- Pada 24 November 2023, jurnalis Mostafa Bakri tewas.
- Pada 23 November 2023, fotografer lepas Mohammed Moin Ayash tewas bersama keluarganya.
- Pada 22 November 2023, sound engineer Asem Al-Barshy tewas akibat tembakan penembak jitu.
- Pada 21 November 2023, jurnalis Jamal Mohammed Haniyeh dan jurnalis Lebanon Farah Omar tewas.
- Pada 20 November 2023, jurnalis lepas Ayat Khadoura tewas bersama keluarganya.
- Pada 19 November 2023, pekerja media Bilal Jadallah tewas di dalam mobil.
- Pada 18 November 2023, pekerja media Abdelhalim Awad dan Sari Mansour tewas.
- Pada 13 November 2023, jurnalis Ahmed Fatima dan Yaqub Al-Barshy tewas.
- Pada 10 November 2023, fotografer Ahmed Al-Qara tewas.
Pendapat GN⁺
- Artikel ini menyoroti pentingnya peliputan perang dan perlunya perlindungan bagi jurnalis dengan menekankan risiko dan pengorbanan yang mereka hadapi dalam situasi perang.
- Penting untuk menyadari bahwa dalam situasi krisis seperti perang, jurnalis bukan sekadar warga sipil biasa, melainkan pihak yang menjalankan peran penting.
- Ini menunjukkan bahwa upaya dan aturan internasional untuk keselamatan jurnalis perlu semakin diperkuat dalam situasi seperti ini.
- Jika dilihat secara kritis, artikel ini mengungkap kekejaman perang dan ancaman terhadap kebebasan pers, tetapi tidak membahas penyebab mendasar perang maupun solusinya.
- Proyek atau organisasi lain yang menangani situasi serupa antara lain Reporters Without Borders dan Committee to Protect Journalists, yang bekerja untuk keselamatan jurnalis dan kebebasan pers.
1 komentar
Opini Hacker News