- Notebook hilang Ramanujan adalah manuskrip yang memuat penemuan-penemuan matematika yang dicatat matematikawan India Srinivasa Ramanujan pada tahun terakhir hidupnya (1919-1920). Keberadaan notebook ini tidak diketahui oleh hampir semua orang selain beberapa matematikawan, sampai George Andrews menemukannya pada 1976 di dalam kotak barang milik G.N. Watson yang disimpan di Perpustakaan Wren, Trinity College, Cambridge.
- Bentuk notebook:
- Notebook ini bukan sebuah buku, melainkan kumpulan lembaran kertas lepas yang tidak berurutan, ditulis dengan tulisan tangan khas Ramanujan sepanjang 138 halaman dan memuat lebih dari 100 halaman catatan
- Lebih dari 600 rumus matematika tersusun berurutan tanpa pembuktian
- George Andrews dan Bruce C. Berndt menerbitkan beberapa buku pada 2005, 2009, 2012, 2013, dan 2018 yang memberikan pembuktian untuk rumus-rumus yang terdapat dalam notebook Ramanujan. Berndt mengatakan tentang penemuan notebook ini, "Penemuan 'notebook hilang' ini menimbulkan gaung yang mirip dengan ditemukannya Simfoni ke-10 Beethoven di dunia musik."
- Proses penemuan notebook:
- Setelah wafat pada 26 April 1920 di usia 32 tahun, istri Ramanujan menyumbangkan catatannya ke Universitas Madras
- Pada 30 Agustus 1923, petugas registrasi Francis Dewsbury mengirim sebagian besar materi ini kepada G.H. Hardy di Trinity College, mentor Ramanujan
- Notebook ini diperkirakan ditulis pada tahun terakhir hidup Ramanujan setelah ia kembali dari Inggris ke India
- Antara 1934 dan 1947, Hardy kemungkinan besar menyerahkan notebook ini kepada G.N. Watson
- J.M. Whittaker, yang sedang meneliti makalah Watson setelah kematiannya, menemukan notebook Ramanujan pada 26 Desember 1968 dan mengirimkannya ke Perpustakaan Wren, Trinity College
- George Andrews menemukan notebook hilang itu pada musim semi 1976 saat berkunjung ke Trinity College atas saran Lucy Slater
- Isi notebook:
- Sebagian besar rumus berkaitan dengan q-series dan fungsi mock theta, sekitar sepertiganya berkaitan dengan persamaan modular dan nilai singular, sedangkan sisanya terutama membahas integral, deret Dirichlet, kongruensi, dan asimtotik
- Fungsi mock theta dalam notebook tersebut terbukti berguna untuk menghitung entropi lubang hitam
Opini GN⁺
- Ramanujan dikenal sebagai matematikawan jenius yang mempelajari matematika secara otodidak tanpa pendidikan matematika formal. Notebook yang ia tinggalkan berisi banyak sekali rumus matematika tanpa pembuktian, sehingga menyelesaikan pembuktian rumus-rumus itu menjadi tantangan bagi para matematikawan modern. Notebook Ramanujan dinilai sebagai dokumen yang sangat penting dalam sejarah matematika.
- Kisah notebook Ramanujan yang lama hilang lalu ditemukan kembali sangat menarik dan dramatis. Jika notebook ini hilang selamanya, itu akan menjadi kerugian besar bagi dunia matematika. Wawasan dan intuisi Profesor Andrews yang secara kebetulan menemukannya sangat mengagumkan.
- Fakta bahwa fungsi mock theta yang tercatat di notebook tersebut berkontribusi pada penelitian lubang hitam dalam fisika modern sangat mengesankan. Pada masanya Ramanujan meneliti teori matematika murni, tetapi melihat pencapaiannya diterapkan lebih dari 100 tahun kemudian kembali menegaskan pentingnya riset ilmu dasar.
- Karena Ramanujan membahas teori matematika yang sangat sulit, orang awam tidak mudah memahami pencapaiannya. Namun, kehidupan Ramanujan yang penuh gejolak dan kejeniusannya tampaknya dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan memberi inspirasi besar bahkan bagi orang yang tidak menekuni matematika. Akan menarik jika dibuat film atau drama yang mengangkat kisah hidup Ramanujan.
Belum ada komentar.