Voyager 1 milik NASA Kembali Mengirim Pembaruan Teknis ke Bumi
(blogs.nasa.gov)-
Wahana antariksa Voyager 1 milik NASA kembali mulai mengirim data tentang status Voyager 1 untuk pertama kalinya dalam 5 bulan. Langkah berikutnya adalah membuat wahana itu mulai mengirimkan kembali data ilmiah. Voyager 1 dan wahana kembarannya, Voyager 2, adalah satu-satunya wahana antariksa yang pernah terbang di ruang antarbintang (ruang di antara bintang-bintang).
-
Voyager 1 berhenti mengirim data ilmiah dan rekayasa yang dapat dibaca ke Bumi sejak 14 November 2023, tetapi pengendali misi dapat memastikan bahwa wahana itu masih menerima perintah dan beroperasi secara normal. Pada Maret, tim rekayasa Voyager di JPL mengonfirmasi bahwa masalahnya terkait dengan FDS (Flight Data Subsystem), salah satu dari tiga komputer onboard wahana. FDS bertugas mengemas data ilmiah dan rekayasa sebelum dikirim ke Bumi.
Proses Mengatasi Masalah Memori FDS
-
Tim menemukan bahwa satu chip yang menyimpan sebagian memori FDS dan sebagian kode perangkat lunak komputer FDS tidak berfungsi. Hilangnya kode tersebut membuat data ilmiah dan rekayasa tidak dapat digunakan.
-
Karena chip itu tidak dapat diperbaiki, tim memutuskan untuk menempatkan kode yang terdampak di lokasi lain dalam memori FDS. Namun, tidak ada satu lokasi pun yang cukup besar untuk menyimpan seluruh kode yang terdampak.
-
Karena itu, mereka menyusun rencana untuk membagi kode yang terdampak menjadi beberapa bagian dan menyimpannya di lokasi yang berbeda dalam FDS. Agar rencana ini berhasil, bagian-bagian kode itu harus disesuaikan agar tetap dapat berfungsi sebagai satu kesatuan.
-
Referensi ke lokasi kode tersebut di bagian lain memori FDS juga harus diperbarui.
-
Tim memulai dengan memilah kode yang mengemas data rekayasa wahana, lalu mengirimkannya ke lokasi baru di memori FDS pada 18 April.
-
Sinyal membutuhkan sekitar 22,5 jam untuk mencapai Voyager 1, dan 22,5 jam lagi untuk kembali mengirim sinyal ke Bumi.
-
Saat mereka menerima kabar dari wahana pada 20 April, mereka mengonfirmasi bahwa perbaikan itu bekerja dengan baik. Untuk pertama kalinya dalam 5 bulan, mereka dapat memeriksa status wahana.
-
Dalam beberapa minggu ke depan, tim akan memindahkan dan menyesuaikan bagian lain dari perangkat lunak FDS yang terdampak. Ini termasuk bagian yang akan membuatnya mulai mengembalikan data ilmiah lagi.
-
Voyager 2 terus beroperasi secara normal. Diluncurkan 46 tahun lalu, wahana kembar Voyager merupakan wahana antariksa yang paling lama beroperasi dan berada pada jarak terjauh dalam sejarah. Sebelum memulai penjelajahan antarbintang, kedua wahana itu sama-sama melintasi Saturnus dan Jupiter, dan Voyager 2 juga melintasi Uranus serta Neptunus.
Opini GN⁺
- Sungguh menakjubkan bahwa meskipun sudah 46 tahun sejak Voyager 1 diluncurkan, wahana ini masih berkomunikasi dengan Bumi dan menjalankan misinya. Ini adalah contoh yang baik yang menunjukkan kemampuan teknologi eksplorasi antariksa NASA dan keberhasilan program Voyager.
- Namun, karena sistem ini dibuat dengan teknologi 46 tahun lalu, tampaknya kerusakan perangkat keras memang tidak bisa dihindari. Kemungkinan besar masalah seperti ini masih akan terus muncul ke depannya. Sebaiknya NASA menyiapkan langkah antisipasi untuk hal tersebut.
- Voyager 1 sedang menjelajahi ruang antarbintang di luar Tata Surya. Diharapkan, melalui data yang akan dikirim Voyager 1 di masa mendatang, rahasia alam semesta yang belum kita ketahui bisa terungkap. Terutama, tampaknya fakta-fakta baru tentang komposisi materi antarbintang atau sinar kosmik (Cosmic Ray) dapat terungkap.
- Berkat keberhasilan program Voyager, NASA sedang menyusun rencana eksplorasi menuju ruang angkasa yang lebih jauh. Proyek Interstellar Probe untuk menjelajahi ruang antarbintang di luar Tata Surya sedang berlangsung, dan pengalaman Voyager akan sangat membantu proyek ini.
1 komentar
Komentar Hacker News