- Pada 4 Agustus 2023, NASA berhasil melanjutkan kembali komunikasi penuh dengan wahana antariksa Voyager 2.
- Komunikasi dipulihkan ketika fasilitas Deep Space Network milik NASA di Canberra, Australia, mengirim perintah ke Voyager 2 untuk mengubah orientasi dan mengarahkan kembali antenanya ke Bumi.
- Perintah tersebut menempuh perjalanan sejauh 12.3 billion mil (19.9 billion kilometer) untuk mencapai Voyager 2, dengan waktu tempuh cahaya satu arah 18.5 jam. Diperlukan 37 jam untuk memastikan bahwa perintah itu berhasil.
- Voyager 2 mulai mengembalikan data sains dan telemetri pada 4 Agustus 2023 pukul 12:29 pagi, yang menunjukkan bahwa wahana tersebut beroperasi normal dan mempertahankan lintasan yang diharapkan.
- Sebelumnya, pada 1 Agustus 2023, Deep Space Network milik NASA dapat mendeteksi sinyal carrier dari Voyager 2, yang mengonfirmasi bahwa wahana itu masih berfungsi.
- Antena wahana antariksa itu secara tidak sengaja mengarah 2 derajat menjauh dari Bumi akibat serangkaian perintah yang dikirim pada 21 Juli, sehingga komunikasi terputus.
- Voyager 2 berada lebih dari 12.3 billion mil (19.9 billion kilometer) dari Bumi, dan telah diprogram untuk mengatur ulang orientasinya beberapa kali setiap tahun agar antenanya mengarah ke Bumi.
- Penyetelan ulang berikutnya dijadwalkan pada 15 Oktober 2023, tetapi tim mencoba memerintahkan Voyager agar memutar antenanya lebih cepat, dan upaya itu berhasil.
- Voyager 1, yang berada hampir 15 billion mil (24 billion kilometer) dari Bumi, beroperasi normal.
- Misi Voyager merupakan bagian dari NASA Heliophysics System Observatory yang didanai oleh Heliophysics Division di Science Mission Directorate, Washington.
- Jet Propulsion Laboratory, sebuah divisi dari California Institute of Technology, membangun dan mengoperasikan wahana antariksa Voyager.
1 komentar
Opini Hacker News