Bagaimana Amerika Serikat Membuat 300.000 Pesawat dalam 5 Tahun
Pendahuluan
- Pada tahun 1942, pesawat pengebom B-25 sedang dirakit di pabrik North American Aviation di Inglewood, California.
- Kapasitas produksi industri Amerika Serikat yang luar biasa memberikan kontribusi besar pada kemenangan Sekutu dalam Perang Dunia II.
- Dari 1938 hingga 1943, output manufaktur Amerika Serikat meningkat tiga kali lipat.
- Selama perang, Amerika Serikat memproduksi sekitar 325.000 pesawat, lebih banyak daripada total produksi Jerman, Jepang, dan Italia.
Pertumbuhan industri pesawat
- Pada tahun 1937, Amerika Serikat memproduksi sekitar 3.100 pesawat, yang sebagian besar merupakan pesawat pribadi kecil.
- Sebelum perang, nilai produksi pesawat Amerika Serikat hanya seperempat dari nilai produksi kaleng dan 3,5% dari nilai produksi mobil.
- Pada tahun 1940, militer Amerika Serikat memiliki sekitar 2.665 pesawat, yang hanya sepersepuluh dari Luftwaffe Jerman.
- Untuk memenangkan perang, dibutuhkan transformasi total terhadap industri pesawat.
Ekspansi industri pesawat
- Dari 1939 hingga 1944, nilai produksi pesawat Amerika Serikat meningkat 70 kali lipat.
- Jumlah tenaga kerja di manufaktur pesawat meningkat dari 59.000 orang pada 1940 menjadi 939.000 orang pada 1943.
- Pabrik-pabrik besar baru dibangun, dan menjelang akhir perang luas pabrik mesin pesawat meningkat dari 1,7 juta kaki persegi menjadi 75 juta kaki persegi.
Perubahan metode produksi
- Industri pesawat mengadopsi metode produksi massal yang sebelumnya digunakan pada mobil dan produk lain dengan sejumlah penyesuaian.
- Pengembangan pesawat baru dan produksi massal merupakan pekerjaan yang memakan banyak waktu.
- Pesanan pesawat dalam skala besar dari Inggris dan Prancis mendorong pertumbuhan industri.
Ekspansi awal
- Pada tahun 1938 dan 1939, Inggris dan Prancis melakukan pemesanan besar kepada produsen pesawat Amerika Serikat.
- Hingga tahun 1940, Inggris dan Prancis telah memesan sekitar 6.000 pesawat dari produsen Amerika Serikat.
- Pesanan-pesanan ini memungkinkan produsen pesawat Amerika Serikat memperluas tenaga kerja secara besar-besaran dan membangun pabrik besar baru.
Target produksi skala besar
- Setelah Jerman menginvasi Eropa Barat pada tahun 1940, Presiden Roosevelt meminta tambahan anggaran pertahanan kepada Kongres.
- Roosevelt berpendapat bahwa Amerika Serikat harus memproduksi 50.000 pesawat per tahun.
- Pada tahun 1941, Amerika Serikat menyusun rencana untuk memproduksi 63.000 pesawat per tahun.
Pembangunan pabrik
- Pada awalnya, diharapkan produsen pesawat dapat membangun pabrik mereka sendiri.
- Namun, karena skala ekspansi terlalu besar, sebagian besar pabrik pesawat baru dibangun sebagai fasilitas milik pemerintah dan dioperasikan oleh kontraktor (GOCO).
- Defense Plant Corporation (DPC) mendanai pembangunan banyak pabrik.
Kesulitan produksi
- Sebelum perang, pesawat diproduksi dalam skala kecil dan dengan cara manual.
- Pesawat jauh lebih kompleks daripada mobil dan harus memenuhi persyaratan performa yang tinggi.
- Pembuatan pesawat membutuhkan toleransi produksi yang ketat dan banyak proses pemesinan.
Peningkatan sistem produksi
- Produsen pesawat mengembangkan alat baru dan sistem penahan kerja untuk meningkatkan efisiensi produksi.
- Sistem produksi dan manajemen material ditingkatkan sehingga perubahan desain utama dapat diintegrasikan langsung di lantai pabrik.
- Hasilnya, waktu pembuatan pesawat terus menurun.
Penyusutan sistem produksi
- Pada tahun 1942, Amerika Serikat memproduksi pesawat sebanyak gabungan Jerman, Jepang, Inggris, dan Italia.
- Setelah perang berakhir, mesin produksi raksasa ini dibongkar.
- Banyak pabrik pesawat kemudian dialihfungsikan untuk kegunaan lain.
Kesimpulan
- Selama Perang Dunia II, manufaktur pesawat Amerika Serikat mencapai keberhasilan besar.
- Namun, keberhasilan ini bergantung pada banyak kondisi.
- Amerika Serikat sebenarnya belum siap untuk memperluas industri pesawat, dan pesawat pengebom menengah maupun berat baru bisa diproduksi massal pada tahap akhir perang.
Opini GN⁺
- Kompleksitas manufaktur pesawat: Manufaktur pesawat jauh lebih kompleks daripada manufaktur mobil dan harus memenuhi persyaratan performa yang tinggi.
- Sulitnya produksi skala besar: Pengembangan pesawat baru dan produksi massal adalah pekerjaan yang memakan banyak waktu, dan pada tahap awal terdapat banyak kesulitan.
- Pentingnya tenaga kerja perempuan: Selama perang, tenaga kerja perempuan memberikan kontribusi besar dalam manufaktur pesawat, dan untuk itu proses produksi didesain ulang.
- Peningkatan sistem produksi: Selama perang, produsen pesawat melakukan banyak perbaikan untuk meningkatkan efisiensi produksi.
- Penyusutan sistem produksi pascaperang: Setelah perang berakhir, sistem produksi raksasa itu dibongkar, dan banyak pabrik dialihfungsikan untuk penggunaan lain.
1 komentar
Opini Hacker News
Ringkasan kumpulan komentar Hacker News
Kurangnya kesiapan AS untuk WW1
Mobilisasi ekonomi AS selama WW2
Masalah produksi amunisi AS
Penjualan pesawat sipil AS
Kapasitas produksi industri AS
Perbandingan produksi pesawat antara WW1 dan WW2
Evaluasi volume produksi pesawat
Dampak pengeboman pabrik
Warisan industri Long Island
Lonjakan produksi pesawat AS