60 poin oleh xguru 2024-06-17 | 20 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Pepatah Spanyol "Maestro Liendre: De tó sabe, pero de ná entiende" mengandung makna bahwa seseorang tampak tahu segalanya, tetapi sebenarnya tidak memahami apa pun
  • "Jangan berusaha menjadi orang paling pintar di rapat, berusahalah menjadi orang yang paling baik"
    • Ini berarti selalu siap untuk membantu
    • Di dunia bisnis, nasihat ini mungkin tidak terasa begitu jelas. Banyak orang mengibaratkan rapat atau negosiasi sebagai "perang"
    • Namun, soft skill seperti ini bisa menjadi game changer
  • Ciri-ciri orang "baik" yang diharapkan di rapat (bisa disebut "The kind Framework" atau "El Framework Güenagent"):
    1. Mendengarkan: Sangat penting dalam rapat, tetapi sulit ditemukan. Banyak orang hanya menunggu giliran untuk mengatakan apa yang sudah mereka siapkan di kepala
    2. Rasa hormat: Seperti ungkapan "kindness is the New Funk", rasa hormat dan pemahaman terhadap realitas yang berbeda itu penting. Bukan hanya berusaha menghormati, tetapi juga menuntut hal itu dari orang lain
    3. Empati: Sangat berkaitan erat dengan mendengarkan. Kita perlu memahami latar belakang topik atau masalah yang diajukan orang, dan mencoba memikirkannya dari sudut pandang mereka
    4. Berorientasi pada solusi: Jika rapat berakhir tanpa solusi, itu membuang waktu semua peserta. Dengan menggabungkan tiga karakteristik sebelumnya, kita bisa menemukan solusi yang sebelumnya tidak terpikirkan

Kesimpulan

  • Jika ini menjadi kebiasaan dasar (seperti pada saya), Anda akan menemukan bahwa ada lebih banyak orang baik
  • Kebaikan itu menular
  • Jika menerapkan sikap ini, orang lain juga akan memperlakukan Anda dengan baik
  • "Hampir tidak ada yang merindukan orang paling pintar di ruangan, tetapi banyak yang akan merindukan orang yang baik"

20 komentar

 
dhlee0305 2024-06-21

Jangan berusaha menjadi orang paling pintar di ruangan, jadilah orang yang paling baik

Jangan fokus saat berbicara / Hal yang perlu difokuskan
Pertanyaan, bukan klaim
Percakapan, bukan perdebatan
Komunikasi, bukan argumentasi
Pelaksanaan, bukan sikap defensif

 
mhj5730 2024-06-24

Ungkapan yang bagus. Hehe

 
devsepnine 2024-06-20

Daftar yang dibicarakan di atas pada dasarnya adalah etika dasar dalam berkomunikasi.
Masih banyak orang yang bahkan tidak menjaga etika dasar itu..
Di dunia nyata, kalau cuma bersikap ramah, kita malah jadi orang baik yang gampang dimanfaatkan...
Sambil tetap menghormati lawan bicara, kita juga harus mampu menyampaikan dan menegaskan pendapat kita dengan tepat...

 
botplaysdice 2024-06-19

Pada akhirnya, kita memang harus cerdas sekaligus baik hati...

Saat berusaha menjadi ramah secara teknis, kita juga bisa ikut menjadi lebih pintar.

 
progdesigner 2024-06-19

Orang yang ramah dalam rapat

  • orang yang bisa lebih dulu mencairkan suasana dengan humor
  • orang yang memulai dengan menyebutkan rapat sedang berada di tahap mana
  • orang yang membantu merangkum situasi saat perdebatan memanas
    (contoh: sepertinya ini perlu dibahas nanti, dan hari ini kita perlu menentukan dulu agenda yang mana)
  • orang yang mengusulkan alternatif
  • orang yang membantu menemukan kepentingan bersama (strategi win-win)
  • orang yang pada akhirnya merangkum dan menata hasil rapat

Penafsiran yang keliru

  • yes-man yang tidak pernah mengatakan "tidak"
  • menjalankan segala sesuatu dengan pola pikir "yang penting baik-baik saja"
  • berjalan secara samar dan tidak tegas
  • membiarkan percakapan berjalan begitu saja sesuai arus
 
eyelove 2024-06-18

Menurut pengalaman saya, dengan bersikap ramah pekerjaan tidak berjalan, dan agar bisa maju memang perlu agak agresif..
Daripada semua saling ramah dan penuh perhatian tapi pekerjaan jadi tidak beres, pada kenyataannya justru proyek lebih sering berhasil dan selesai meski saling melukai.
Saya juga ingin bersikap ramah.. hiks hiks

 
savvykang 2024-06-18

Karena postingan blog aslinya juga diberi tag pengembangan diri, menurut saya ini memang konten yang perlu disaring secukupnya. Isinya terasa dangkal, sampai-sampai kalau diberi judul “4 kebiasaan orang yang sukses dalam rapat” pun tidak akan terasa aneh. Apakah penulis benar-benar berpikir orang-orang tidak melakukannya karena mereka tidak tahu?

 
gargoyle92 2024-06-18

Saya menafsirkan isi artikel tersebut kurang lebih sebagai, "jangan terlalu menonjolkan diri, dan milikilah sikap untuk mundur selangkah."

Menurut saya, ini terasa seperti pembahasan yang terlalu dikotomis untuk didefinisikan dengan kata-kata seperti cerdas dan ramah.

Pada akhirnya, baik mundur selangkah maupun bersikap ramah sama-sama harus berlandaskan perhatian pada orang lain, dan bagian ini juga merupakan sesuatu yang bisa dipilih ketika kita memiliki hak untuk menentukan keputusan sendiri.
Kalau dipikir-pikir, ini justru terasa seperti termasuk dalam kategori kecerdasan yang lahir dari pengetahuan dan kesadaran diri yang lebih tinggi..

 
tsboard 2024-06-18

Saya setuju, tetapi begitu masuk kantor dan duduk di ruang rapat, rasanya benar-benar... sulit untuk tetap bersikap ramah dan mau mendengarkan. Kadang ada juga orang-orang yang benar-benar bikin emosi naik; jadi saya jadi berpikir, apakah tidak apa-apa kalau cuma saya sendiri yang tetap ramah?

 
seventeen 2024-06-17

Pada akhirnya, saya merasa inti persoalannya mungkin terletak pada sifat relatif yang melekat pada konsep "pintar (atau hebat)" itu sendiri. Dalam kasus umum, disebut pintar berarti selalu ada kelompok acuan.

Masalahnya, berusaha menjadi nomor satu dalam suatu kelompok bisa saja sama sekali tidak berkaitan dengan perkembangan kelompok itu sendiri. Untuk menjadi nomor satu, selain meningkatkan kemampuan diri, ada juga cara dengan menurunkan kemampuan orang lain (atau membuatnya tampak lebih rendah).

Misalnya, membantah dengan cemerlang ide-ide lain yang diajukan dalam rapat akan membuat orang tersebut terlihat pintar. Namun bisnis itu rumit; sekalipun dasar dari setiap bantahan sangat masuk akal, dalam praktiknya bisa jadi hasil yang jauh lebih baik bagi seluruh organisasi justru datang dari mencampur, memangkas, menyusun ulang, dan mengembangkan ide-ide tersebut.

Tentu saja, bukan berarti sikap seperti ini selalu buruk. Hanya saja, saya merasa sifat bawaan dari sikap tersebut bisa mengarah pada penutupan sebagian kemungkinan dari sekian banyak kemungkinan yang ada.

  • Saya juga sempat berpikir, bukankah sikap "jadilah orang yang paling baik hati" bisa melahirkan efek samping yang serupa? Itu terasa cukup menarik. Soalnya, semua kata dan tindakan yang berusaha menonjolkan "kamu lebih tidak ramah daripada saya" tampaknya pada dasarnya tidak mungkin tidak menjadi tidak ramah.
 
edunga1 2024-06-17

Saya rasa mendengarkan dengan saksama itu penting. Jika tidak ada sikap mendengarkan, saya sering melihat orang secara refleks mengatakan "ya" dan setuju meski sebenarnya belum paham, lalu hanya membicarakan pendapatnya sendiri.
Kalau begitu, rasanya dampak dari ketidakselarasan itu akan tercermin pada rapat berikutnya atau hasil akhirnya.

Kalau saya merasa orang lain setuju secara otomatis seperti itu, saya akan menjabarkannya lagi sambil bertanya, "Apakah maksudnya seperti ini?" Dan biasanya ternyata bukan begitu.

 
fastkoder 2024-06-17

Ini mungkin agak berbeda dari tulisan di atas, tetapi asumsi dalam tulisan itu tampaknya adalah rapat yang pada umumnya berlangsung wajar dan tanpa niat buruk. Akan bagus kalau kita hanya perlu fokus pada pekerjaan perusahaan, tetapi kadang ada juga orang yang, tergantung situasinya, selalu menolak tanpa syarat, hanya bersikeras pada gaya mereka sendiri, atau anehnya tidak ikut terlibat dalam percakapan. Dalam situasi seperti ini, rasanya juga tidak bisa hanya bersikap "ramah". Jadi saya jadi berpikir, apakah pada saat seperti itu kita tetap perlu mengatakan hal-hal seperti "tolong ikut berpartisipasi dalam percakapan" dan sebagainya...

 
gcback 2024-06-17

Ketika ini dianggap sebagai pertanyaan tentang sikap seperti apa yang benar-benar menyelesaikan masalah dan membantu bisnis, menurut saya tulisan utama itu baru mencakup 49%. Secara pribadi saya pikir ini adalah sikap yang wajib dimiliki dalam menjalani hidup, tetapi yang sebenarnya dibutuhkan mungkin adalah kemampuan untuk menyeimbangkan 51% kecerdasan dan 49% kebaikan. Itu benar-benar kualitas yang sulit dimiliki dan membuat iri.

 
soychick 2024-06-17

Jadilah lebih ramah daripada knock knock

 
nemorize 2024-06-17

Kalau chinchilla tidak boleh?

 
kandk 2024-06-17

Saya juga setuju dengan pendapat pertama di bawah.
Saat hanya melihat judulnya, orang bisa mengira pesannya adalah “jadilah ramah”. Namun sebenarnya, menurut saya tulisan ini pada dasarnya mengatakan, “bertindaklah dengan lebih cerdas”.

 
humblebee 2024-06-18

Hmm.. entahlah, kecerdasan memang sering dianggap penting dalam lingkungan yang kompetitif, tetapi menurut saya kebaikan hati sulit dijadikan objek persaingan. Upaya untuk membuat orang yang mendengarkan merasa nyaman belum tentu merupakan kebaikan hati. Pengetahuan bisa ditingkatkan melalui pembelajaran, tetapi kebaikan hati tampaknya berasal dari sikap batin yang lebih dalam. Pada akhirnya, bukankah orang lebih mengingat sikap dan hati seseorang daripada pengetahuannya...

 
kandk 2024-06-19

Tulisannya mengatakan untuk saling menghormati, tapi tidak tertulis harus membuat orang merasa nyaman. Kalau pintar berarti tidak ramah, itu pola pikir yang dikotomis.

 
dasomoli 2024-06-17

Salah satu motto saya adalah 'lebih baik baik hati daripada pintar', jadi saya sangat senang melihat ini!

 
xguru 2024-06-17

Pendapat Hacker News

  • Perbedaan East Coast dan West Coast: Penting untuk membedakan antara kebaikan hati dan keramahan. Orang yang baik hati akan menunjukkan masalah dan membantu, sedangkan orang yang ramah akan mengatakan ide buruk itu bagus demi menghindari konflik.
  • Penyebab kegagalan proyek teknis: Sebagian besar proyek teknis gagal bukan karena kurangnya kebaikan hati, melainkan karena ketidakmampuan teknis. Masalahnya adalah nilai engineering diremehkan dan nilai HR dibesar-besarkan.
  • Pentingnya kebaikan hati: Kebaikan hati sangat membantu pertumbuhan organisasi. Terutama jika kita bersikap baik kepada orang baru, mereka juga akan menirunya dan bersikap baik kepada orang lain.
  • Peran kebaikan hati: Penting untuk tidak menafsirkan perilaku atau niat orang lain secara negatif. Kita juga harus baik kepada diri sendiri dan tidak menyalahkan diri atas kesalahan.
  • Ekspektasi dan masalah dalam kebaikan hati: Kebaikan hati bisa menjadi masalah jika berubah menjadi ekspektasi. Terutama saat bersama orang-orang yang bekerja dengan pola pikir zero-sum game, ini bisa menjadi bencana.
  • Kutipan tentang kebaikan hati: "Saat memilih antara menjadi benar atau baik hati, pilihlah baik hati dan Anda akan selalu benar" - Richard Carlson. "Saat muda saya mengagumi orang pintar, tetapi ketika bertambah tua saya mulai mengagumi orang yang baik hati" - Abraham Joshua Heschel.
  • Keseimbangan antara kebijaksanaan dan kebaikan hati: Kebaikan hati tanpa kebijaksanaan bisa terlihat palsu atau tidak bernilai. Dibutuhkan kebaikan hati dan sedikit kebijaksanaan.
  • Kebaikan hati sesuai situasi: Tidak perlu selalu baik hati dalam setiap situasi. Dalam negosiasi atau saat menghadapi perilaku buruk, kebaikan hati justru bisa merugikan. Yang penting adalah selalu menjaga sikap hormat.
  • Aksesibilitas kebaikan hati: Menjadi lebih baik hati lebih mudah daripada berusaha menjadi lebih pintar. Namun, kebaikan hati mungkin bukan kata yang tepat untuk semua situasi.