Next Feature Fallacy: Kekeliruan bahwa menambahkan fitur baru akan tiba-tiba membuat orang menggunakan produk
(andrewchen.com)Kekeliruan bahwa menambahkan fitur baru akan tiba-tiba membuat orang menggunakan produk
-
Orang yang suka membuat produk sering kali tergoda untuk membuat lebih banyak produk ketika sesuatu tidak berjalan semestinya.
-
Ini berujung pada siklus rilis-gagal-rilis ulang, dan startup aplikasi mobile gagal seolah-olah masih tahun 1999.
-
Kekeliruan ini dapat dijelaskan dengan diagram sederhana yang bisa disebut sebagai kurva paling tragis di bidang teknologi.
-
Diagram tersebut menunjukkan penurunan tajam antara “mendapatkan pengguna pertama” dan “mempertahankan pengguna selama bulan pertama”.
-
Saat melihatnya, teringat pada bagan (Edward Tufte) yang menggambarkan kehancuran Grande Armée milik Napoleon saat invasi Rusia(Grande Armée).
Kurva aplikasi web rata-rata (lihat diagram asli)
- 1.000 pengguna mengunjungi homepage untuk melihat produk.
- 20% mendaftar. (200 orang)
- 80% menyelesaikan onboarding. (160 orang)
- 40% berkunjung pada hari berikutnya setelah mendaftar. (80 orang)
- 20% berkunjung pada minggu berikutnya setelah mendaftar. (40 orang)
- 10% berkunjung 30 hari setelah mendaftar. (20 orang)
- Pada akhirnya, 20 pengguna (dari 1.000) menjadi DAU(Daily Active User) setelah 30 hari.
- Ini adalah pola yang sangat umum.
- Tentu saja kadang ada aplikasi yang menunjukkan angka lebih baik, misalnya karena membangun brand yang hebat atau mendapatkan traffic dari referensi dengan conversion rate tinggi.
- Khususnya untuk aplikasi pesan, metrik D1/D7/D30 sering kali 2-3 kali lebih tinggi daripada yang disebutkan di atas.
- Namun secara umum, kebanyakan orang kecewa dengan angka mereka sendiri.
Sebagian besar fitur tidak bisa membengkokkan kurva
-
Next Feature Fallacy terjadi karena sangat mudah membangun fitur baru yang tidak menargetkan bagian yang penting.
-
Saat merancang fitur untuk membengkokkan kurva di atas, orang melakukan dua kesalahan
- Terlalu sedikit orang yang menggunakan fitur baru. (Terutama ketika fitur menargetkan pengguna yang sudah engaged/retained, bukan non-pengguna dan pengguna baru.)
- Bahkan ketika mereka berinteraksi dengan fitur baru, dampaknya terlalu kecil. (Terutama ketika fitur utama tampak seperti tugas opsional di luar proses onboarding.)
-
Kesalahan ini terjadi karena ada naluri untuk fokus pada fitur yang mendorong keterlibatan mendalam pengguna.
-
Selain itu, fokus pada fitur yang jarang dipakai bisa menyesatkan ke arah yang salah.
-
Menambahkan fitur yang relevan pada hari ke-7 akan digunakan lebih sedikit dibanding pengalaman yang terkait onboarding, dan kurang dari 4% pengunjung akan melihat fitur itu.
-
Demikian juga, jika tidak ada kesepahaman tentang cara penggunaan (dan pengaturan) produk yang benar, pengalaman onboarding produk bisa menjadi lemah.
-
Pada masa awal Twitter, setelah mendaftar pengguna langsung dibawa ke feed kosong dan kotak teks untuk memasukkan status mereka sendiri.
-
Dengan cara ini orang bisa menjelajahi produk dan melakukan apa saja, tetapi pada akhirnya desain ini lebih rapuh dibanding desain saat ini (meminta pengguna mengikuti akun lain).
-
Twitter memahami bahwa orang tidak banyak men-tweet dan terutama menggunakannya sebagai pembaca, lalu menghubungkannya menjadi insight mendalam tentang produk.
engagement wall
- Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah, jika fitur baru mengandaikan keterlibatan/investasi mendalam terhadap produk, maka akan muncul ‘tembok keterlibatan’.
- Berada di balik tembok ini berarti pengguna harus membeli dan terlibat dengan produk terlebih dahulu agar bisa merasakan fitur tersebut.
- Contohnya termasuk tugas seperti mengunggah foto, membuat proyek baru, atau menyeret file ke folder, yang membutuhkan banyak usaha tetapi tingkat partisipasinya rendah.
- Di depan tembok, bisa ada fitur yang menciptakan nilai tanpa banyak investasi, seperti menjelajahi feed, memberi nilai pada foto, atau mengklik tautan.
- Jika membangun banyak fitur yang berada di balik tembok keterlibatan, kemungkinan hanya sedikit pengguna yang akan merasakan manfaatnya. Menambahkan banyak fitur seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah.
Cara memilih fitur baru
-
Memilih fitur yang bisa membengkokkan kurva memerlukan pemahaman mendalam tentang siklus hidup pengguna.
-
Yang terpenting adalah memaksimalkan jangkauan fitur agar berdampak pada sebanyak mungkin orang.
-
Secara umum, fitur terbaik sering kali berfokus terutama pada non-pengguna dan pengguna biasa, karena memang jumlah mereka lebih banyak.
-
Sedikit saja perbaikan pada bagian depan kurva di atas dapat menimbulkan efek berantai pada bagian sisanya.
-
Artinya, landing page, urutan onboarding, dan pengalaman awal produk adalah yang paling penting, tetapi sering kali tidak mendapat perhatian yang cukup.
-
Demikian juga, perlu ada insight tentang apa yang harus dilakukan pengguna agar bisa teraktivasi, sehingga kunjungan pertama dapat berjalan dengan benar.
-
Untuk jejaring sosial, penting mendorong pengguna agar mengikuti akun/menambahkan teman, karena itu memulai berbagai loop yang membuat mereka kembali lagi.
-
Untuk aplikasi SaaS, yang penting adalah memasang tag JS pada halaman yang tepat.
-
Untuk blog, pengguna perlu menentukan nama dan tema, lalu menulis postingan pertama dengan cermat agar mendorong investasi waktu.
-
Dengan memisahkan proses onboarding minimal seperti ini, Anda bisa memberikan pengalaman yang sukses sambil tetap menjaga conversion rate tinggi pada tahap awal.
Hal yang perlu diperhatikan
- Saat produk masih berada pada tahap awal, sumber daya yang terkuras untuk mencari dan membangun fitur terobosan bisa sangat besar.
- Risiko yang harus ditanggung untuk membangun fitur seperti itu bisa terlalu tinggi, atau tim mungkin melebih-lebihkan kemungkinan fitur tersebut mencapai target pertumbuhan yang diharapkan.
- Memang ada kemungkinan fitur berikutnya membawa hasil yang berbeda dari perkiraan, tetapi untuk itu dibutuhkan penilaian yang cerdas, gesit, dan berbasis informasi.
Jangan buang waktu mencari materi, fokus saja pada pertumbuhan
Setiap Senin, Rabu, dan Jumat, kami mengirimkan newsletter yang merangkum strategi sukses startup agar bisa Anda lihat dengan mudah.
👉 Lihat edisi sebelumnya dan berlangganan newsletter 👈
3 komentar
Contoh yang paling representatif mungkin adalah WinAmp dan Xnview. Karena tempelan fitur jadi berlebihan sampai kehilangan fungsi utamanya, akhirnya ya gagal.
Quota berangkat dari statistik bahwa 25% jam kerja terbuang untuk mencari materi.
Untuk mengatasi masalah ini, kami langsung mencarikan dan mengirimkan strategi yang bisa segera dijalankan.
👉 Berlangganan newsletter News Report edisi sebelumnya (https://page.stibee.com/subscriptions/348531) 👈