1 poin oleh GN⁺ 2024-07-24 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Ryanair menang dalam gugatan terhadap Booking.com

  • CEO Ryanair Group Michael O'Leary

    • Pengadilan AS memutuskan bahwa Booking.com mengakses sebagian situs web Ryanair tanpa izin dan melanggar Computer Fraud and Abuse Act
    • Ryanair menyatakan putusan ini akan membantu mengakhiri screen scraping tanpa izin oleh situs pemesanan
  • Langkah hukum Ryanair

    • Dalam beberapa tahun terakhir, Ryanair telah mengambil serangkaian langkah hukum terhadap platform pemesanan pihak ketiga yang menjual kembali tiket pesawat tanpa izin
    • Perusahaan-perusahaan ini menggunakan perangkat lunak screen scraping untuk mencari dan menjual kembali tiket, membebankan biaya tambahan, dan membuat maskapai sulit menghubungi penumpang
  • Putusan pengadilan

    • Juri di Pengadilan Distrik Delaware dengan suara bulat memutuskan bahwa Booking.com melanggar Computer Fraud and Abuse Act dan mendorong pihak ketiga untuk mengakses sebagian situs web Ryanair tanpa izin
    • Pengadilan juga menolak gugatan balik Booking.com yang menuduh Ryanair melakukan pencemaran nama baik dan persaingan tidak sehat terhadap Booking.com
  • Respons Booking.com

    • Booking.com menyatakan kecewa dengan putusan tersebut dan tidak setuju dengannya
    • Mereka menambahkan, "Kami percaya bahwa memungkinkan pelanggan membandingkan tarif di seluruh industri perjalanan mendorong pilihan konsumen, dan kami berencana untuk mengajukan banding"
  • Harapan Ryanair

    • CEO Ryanair Michael O'Leary berharap putusan ini akan mengakhiri pembajakan internet dan penagihan berlebihan terhadap maskapai, pelaku industri perjalanan lainnya, dan konsumen
    • Ia berharap putusan ini memaksa lembaga perlindungan konsumen di Inggris dan seluruh Eropa untuk mengambil langkah yang melarang screen scraping ilegal dan penagihan berlebihan kepada konsumen
  • Langkah terbaru Ryanair

    • Dalam beberapa bulan terakhir, Ryanair telah menandatangani kontrak dengan beberapa agen perjalanan online untuk penjualan kembali tiket yang diizinkan

Ringkasan GN⁺

  • Artikel ini membahas kemenangan Ryanair dalam gugatan terhadap Booking.com
  • Putusan ini dapat menjadi titik balik penting dalam penyelesaian masalah hukum terkait screen scraping tanpa izin
  • Meski ada perdebatan terkait pilihan konsumen, putusan ini berpotensi berdampak positif dari sisi perlindungan maskapai dan konsumen
  • Proyek lain dengan fungsi serupa termasuk situs perbandingan tiket pesawat seperti Skyscanner

1 komentar

 
GN⁺ 2024-07-24
Opini Hacker News
  • Booking.com dinyatakan bersalah karena mengakses situs web Ryanair tanpa izin dan mengambil keuntungan darinya

    • Kasus ini termasuk situasi ketika pihak perantara berperan sebagai mediator, memanipulasi harga, dan menambahkan keuntungan
    • Ini bukan preseden untuk sekadar scraping data
  • Putusan ini bertentangan dengan keputusan 9th Circuit Court dalam kasus HiQ vs LinkedIn, sehingga kemungkinan besar akan dibatalkan

    • CFAA bukan alat yang tepat untuk kasus ini
  • Ryanair telah membuktikan bahwa mereka mengalami kerugian ekonomi nyata akibat akses tanpa izin oleh Booking.com

    • Nilai ganti rugi adalah $5000
  • Seorang pejabat senior awal Ryanair pernah menyebut contoh ketika Booking.com mencuri keuntungan perusahaan mereka

    • Booking.com tumbuh dengan cepat dan menjadi terlalu besar sebelum Ryanair sempat merespons
  • Alasan Ryanair menentang penjualan ulang penerbangan oleh OTA bukanlah biaya komisi, melainkan produk paket liburan

    • Ryanair ingin memperoleh keuntungan melalui bisnis paket liburannya sendiri
  • Saat ini, opini terbaru dalam kasus ini belum dipublikasikan

    • Booking Holdings Inc diklaim telah melakukan scraping situs web Ryanair melalui Etraveli, Mystifly, dan Travelfusion
  • Situs web Ryanair dapat dianggap sebagai "komputer yang dilindungi"

    • Tombol persetujuan syarat penggunaan situs web berfungsi sebagai bentuk perlindungan
  • Muncul pertanyaan apakah Booking.com memang berperilaku sangat buruk dibandingkan situs lain

    • CEO Ryanair berharap putusan ini akan mengakhiri pembajakan OTA
  • Ada pendapat bahwa informasi yang dapat diakses secara publik seharusnya bebas untuk di-scrape

    • Jika scraping dilakukan tanpa melewati keamanan, putusan ini dapat berdampak buruk pada internet archive dan pengumpulan data
  • Ada pendapat bahwa semua maskapai seharusnya diwajibkan mempublikasikan tarif dalam format yang dapat dibaca mesin

  • Kemenangan Ryanair atas Booking.com cukup menarik

    • Screen scraping adalah topik yang banyak diperdebatkan antara maskapai dan agen perjalanan
    • Perlu diperhatikan apakah putusan ini akan menjadi preseden bagi maskapai lain, atau justru mendorong perusahaan seperti Booking.com untuk menyediakan API yang lebih kuat