-
Kisah Eugene Yan, yang pernah menjadi VP di Lazada, Amazon-nya Asia Tenggara
-
Memulai dengan mengikuti kuliah online data science di Coursera/EdX
-
Terus belajar Python, Spark, dan lainnya
-
"Menurut saya, setelah iPhone, Kaggle adalah yang terbaik"
-
Menantang diri di Kaggle "Otto Product Classification challenge": masuk top 3%
-
Karena Lazada, yang saat itu masih startup e-commerce tahap awal, juga sedang memikirkan klasifikasi produk, ia diundang untuk sekadar berbincang, lalu setelah datang menerima tawaran kerja keesokan harinya (2015)
-
Setelah bergabung, pekerjaan pertamanya mirip dengan yang ia lakukan di Kaggle, tetapi dengan sedikit perbedaan
- Menangani ratusan juta produk dan ribuan kategori, dalam bentuk API untuk pengguna internal dan eksternal, di bawah batasan kecepatan, serta dengan retraining dan validasi berkelanjutan
-
Berikutnya, rekomendasi produk lewat email. Awalnya ingin menganalisis data yang ada untuk mengatasi cold start, tetapi kewalahan oleh masalah big data, lalu memilih Spark, melakukan A/B test, dan seterusnya
-
Terus mencoba berbagai cara untuk mempelajari "What" dan "How"
-
Berupaya meningkatkan kemampuan komunikasi, dan menjadi sukarelawan di berbagai proyek untuk berlatih
Tiga poin kunci kesuksesan
-
"Pembelajaran mandiri yang berkelanjutan"
-
"Get Shit Done"
-
"Komunikasi yang baik"
1 komentar
Tautannya tampaknya sudah berubah