Memulai percakapan tanpa "Hello"
- Memulai percakapan dengan "Hello" itu tidak efisien
- Jika langsung menuliskan pertanyaan, jawaban bisa didapat lebih cepat
- Saat meminta dukungan teknis, penting untuk menjelaskan masalah secara spesifik
- Contoh:
- "Hi", "Hello" adalah cara terburuk
- "Hi, fungsi
frobnicate tidak berfungsi" tidak cukup
- "Hi, fungsi
frobnicate memunculkan error Error: missing argument 'count'" adalah cara yang lebih baik
- "Hi, fungsi
frobnicate memunculkan error Error: missing argument 'count'. Stack trace lengkapnya adalah sebagai berikut: (...)" adalah pertanyaan yang sempurna
Jangan meminta "Quick call"
- Permintaan "Quick call" itu tidak efisien
- Telepon lebih mengganggu dibanding chat
- Dalam banyak kasus, masalah bisa diselesaikan lewat pesan
- Dengan menjelaskan masalah, Anda mungkin bisa menyelesaikannya sendiri
- Telepon bersifat sementara, tetapi pesan bersifat permanen
- Daripada "Quick call?", lebih baik jelaskan masalahnya secara spesifik
Hindari rapat "No agenda"
- Rapat tanpa agenda itu tidak efisien
- Jika ada agenda, rapat bisa dipersiapkan
- Agenda dapat memberikan tujuan rapat dan checklist
- Agenda membantu agar hanya orang yang diperlukan saja yang hadir
- Pertanyaan teknis sebaiknya dituliskan dan dikirim lebih dulu
Konteks itu penting
- Saat meminta bantuan dalam kerja jarak jauh, masalah harus dijelaskan secara spesifik
- Lebih baik menjelaskan masalah secara tertulis daripada lewat telepon
- Saat merencanakan rapat, berikan agenda yang jelas
- Dengan cara ini, interaksi online menjadi lebih efisien dan masalah bisa diselesaikan lebih cepat
Ringkasan GN⁺
- Menjelaskan cara berkomunikasi yang efisien dalam kerja jarak jauh
- Penting untuk langsung menuliskan pertanyaan tanpa "Hello"
- Daripada "Quick call", lebih baik jelaskan masalah secara spesifik
- Hindari rapat tanpa agenda dan sediakan agenda yang jelas
- Dengan cara ini, interaksi online menjadi lebih efisien dan masalah bisa diselesaikan lebih cepat
9 komentar
> Jangan khawatir, saya tidak marah pada Anda.
Penulisnya tampak seperti sedang marah. Ini terasa seperti hal yang cukup disepakati dan dijalankan saja di dalam perusahaan tempat ia bekerja, jadi kenapa harus diunggah ke blog?
Saya pikir ini berisi hal-hal yang terlalu jelas, tapi ternyata cukup banyak yang tidak setuju..
Baik itu panggilan maupun rapat, sudah sewajarnya penyelenggara yang menyiapkannya. Dan jika persiapannya tidak bisa dilakukan karena terlalu samar, yang tepat adalah meminta pengertian terlebih dahulu lalu memulai pertemuan.
Memang industri TI adalah salah satu bidang yang relatif lebih bisa memperluas penerapan komunikasi berbasis rekaman, tetapi tampaknya masih berada dalam masa transisi karena budaya organisasi dan kebiasaan yang mengakar.
Saya setuju.
Saya sudah bekerja di berbagai perusahaan, dari yang cukup terkenal sampai yang kecil,
dan juga pernah bekerja dengan orang bodoh sampai para jenius, tapi pada dasarnya cara manusia bekerja itu mirip semua.
Kalau saya sendiri bekerja dengan benar dan baik, mau bilang hi atau xi pun tidak masalah sama sekali.
Masalah terbesar di kebanyakan kelompok adalah,
orang-orang yang tidak becus tidak menyadari betapa tidak becusnya mereka, lalu salah paham mengira dirinya sedang melakukan sesuatu yang hebat.
Kalau makin parah, mereka sampai membentuk ego berlebihan bahwa hal hebat yang mereka lakukan itu sudah semestinya dihormati. Di tempat seperti itu, tulisan semacam ini mungkin bisa menjadi pedoman penting. Tapi pada akhirnya, apa pun yang dilakukan biasanya tidak akan banyak menyelesaikan masalah. Soalnya, ini memang masalah manusia, bukan masalah metode.
Jadi yang pertama-tama harus disaring justru orang-orang yang menulis artikel seperti ini.
Komentar Hacker News
Saat bekerja jarak jauh, kita kehilangan pertemuan kebetulan yang terjadi di kantor fisik
Jika semua pertanyaan cepat diubah menjadi rapat formal, organisasi bisa menjadi sangat birokratis
Secara umum setuju dengan pendapat penulis, tetapi beberapa poin terasa dilebih-lebihkan sehingga melemahkan argumen keseluruhan
Mengoptimalkan produktivitas secara berlebihan bisa berarti mengorbankan kemudahan akses ke rekan kerja
Di perusahaan besar, agenda rapat dan catatan setelah rapat itu penting
Orang yang menghilangkan stack trace bisa membuat orang lain membuang waktu
Paham dengan sebagian pendapatnya, tetapi nadanya terasa tidak menyenangkan
Tidak setuju dengan pendapat bahwa panggilan lebih mengganggu daripada pesan chat
Merasa heran ada orang yang punya waktu untuk menulis tentang produktivitas
Tidak bisa memahami orang yang hanya menulis "Hello" atau "Hi Joe" di Slack lalu menunggu
> Orang yang mengajukan pertanyaan membingungkan berarti sedang berada dalam kondisi bingung
> Penting untuk terus bertanya sampai memahami situasinya
Saya juga merasa relate dengan poin ini dan
> Panggilan punya awal dan akhir yang jelas
> Chat asinkron membuat kita terus memikirkannya
Meski saya sendiri tidak terlalu suka panggilan.
Saya juga merasakan sekaligus perasaan tidak ingin mengakuinya dan perasaan setuju..