2 poin oleh GN⁺ 2024-11-05 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Tim peneliti Stanford Medicine mengembangkan strategi baru untuk menghilangkan sel kanker dengan memanfaatkan apoptosis, proses kematian sel alami
  • Metode ini bekerja dengan menggabungkan dua protein secara artifisial untuk mengaktifkan gen-gen yang terkait dengan kematian sel, dan pada akhirnya mendorong sel tumor untuk mengeliminasi dirinya sendiri
  • Metode pengobatan kanker yang ada saat ini, seperti kemoterapi dan radioterapi, merusak bukan hanya sel kanker tetapi juga banyak sel normal
  • Sebaliknya, apoptosis dapat menghilangkan 60 miliar sel dengan sangat spesifik, sehingga diperlukan strategi antikanker baru yang memanfaatkannya
  • Para peneliti mengembangkan senyawa yang menghubungkan secara molekuler protein BCL6, yang terlibat dalam munculnya limfoma, dengan protein CDK9, enzim pengaktif gen
  • Dalam kondisi normal, BCL6 menekan gen-gen yang terkait dengan apoptosis, tetapi ketika digabungkan dengan CDK9, gen-gen tersebut menjadi aktif dan memicu kematian sel kanker
  • Dengan kata lain, peran BCL6 yang esensial bagi kelangsungan hidup sel kanker justru dibalik untuk membunuh sel kanker itu sendiri
  • Senyawa yang dikembangkan tim peneliti menunjukkan kemampuan kuat untuk membunuh sel limfoma sel B besar difus di laboratorium
  • Pada tikus normal, hanya sebagian sel B yang bergantung pada BCL6 yang dieliminasi secara spesifik, dan tidak ditemukan toksisitas serius
  • Saat ini, efek antikankernya juga sedang diverifikasi pada tikus yang memiliki limfoma
  • Karena BCL6 hanya terdapat pada sel limfoma dan sel B tertentu, mekanisme ini diharapkan bekerja dengan sangat spesifik
  • Karena BCL6 bekerja pada 13 gen terkait apoptosis, pendekatan ini diperkirakan dapat mencegah munculnya resistansi dengan memicu banyak sinyal kematian sel sekaligus
  • Para peneliti telah mendirikan startup biotek untuk menyiapkan uji praklinis dan uji klinis senyawa tersebut, serta berencana menargetkan protein penyebab kanker lain seperti Ras

1 komentar

 
GN⁺ 2024-11-05
Opini Hacker News
  • Riset ini terasa baru dan menarik. Di masa lalu, kanker diobati dengan terapi yang bersifat toksik bagi semua sel. Dalam beberapa dekade terakhir, terapi kanker bertarget yang menghambat aktivitas protein tertentu mulai muncul.

    • Gen BCL6 aktif saat sel imun mengenali penyusup dari luar, dan sel kanker memanfaatkannya untuk bertahan hidup. Metode ini tidak menekan fungsi pemicu kanker dari BCL6, melainkan menggunakannya sebagai pemandu untuk membalikkan efek penghambatan kematian sel.
    • Bidang targeted degrader, molecular glue, dan molekul bifungsional makin banyak mendapat perhatian dalam riset kanker.
  • Semoga bidang diagnosis juga ikut berkembang. Baru-baru ini, seorang perempuan berusia 40 tahun meninggal hanya 4 minggu setelah didiagnosis kanker payudara. Orang yang berusia di bawah 30 tahun mungkin belum pernah mengalami diagnosis kanker pada teman atau anggota keluarga.

    • Kanker pada perempuan cenderung muncul 5-10 tahun lebih awal dibanding pada laki-laki. Tingkat kelangsungan hidup kanker pada laki-laki secara umum lebih rendah.
  • Ada banyak kemajuan untuk berbagai penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan penyakit kronis, tetapi pengobatan nyata belum banyak membaik. Jurnalisme sains mungkin tanpa sengaja telah menyampaikan pesan yang keliru.

  • Induksi ketogenesis digunakan sebagai cara untuk mendorong apoptosis sel. Puasa telah terbukti sebagai metode yang efektif.

  • Semoga metode ini bisa membantu pasien sarkoma. Pasangan saya didiagnosis sarkoma stadium 4.

  • New York Times membahas topik ini pada 26 Juli 2023.

  • Tantangan berikutnya adalah mengantarkan proteinnya.

  • Saya suka headline seperti ini. Saya penasaran apakah ini benar-benar hal baru.

  • Saya penasaran kapan metode ini bisa digunakan untuk mengobati kanker prostat.