1 poin oleh GN⁺ 2024-11-11 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Grim Fandango yang Dirindukan

  • Latar belakang pengembangan

    • Pada 1995, Tim Schafer mulai merancang proyek baru di LucasArts.
    • Ia menggagas ide game petualangan yang unik dengan menggabungkan Hari Orang Mati dari Meksiko dan film noir.
    • Ia ingin menghadirkan pengalaman yang lebih sinematik dengan mengadopsi grafis 3D.
  • Tantangan teknis

    • Untuk menggantikan mesin SCUMM yang sudah ada, mereka mengembangkan mesin baru bernama GrimE.
    • Mereka berupaya menekan biaya melalui pemodelan 3D sekaligus mewujudkan grafis yang lebih fleksibel.
    • Wajah karakter ditampilkan dengan texture map, mengubah keterbatasan teknis menjadi sebuah gaya.
  • Gameplay dan desain puzzle

    • Game ini menerima banyak kritik terhadap antarmuka dan desain puzzle-nya.
    • Puzzle-nya rumit dan tidak logis, serta kurang memiliki penetapan tujuan yang jelas.
    • Antarmukanya menggunakan keypad numerik alih-alih mouse, sehingga kontrol terasa tidak nyaman.
  • Cerita dan unsur estetika

    • Perpaduan unik antara art deco era 1930-an, seni rakyat Meksiko, dan film gangster 1940-an.
    • Alur perkembangan karakter Manny Calavera serta cerita yang kaya secara emosional.
    • Akting suara dan musik yang luar biasa sangat menghidupkan suasana game.
  • Ulasan dan respons

    • Saat dirilis, cerita, karakter, dan latarnya dipuji, tetapi antarmuka dan desain puzzle-nya dikritik.
    • Keberhasilan komersialnya terbatas, seiring dengan merosotnya genre petualangan.
    • Dalam versi remaster 2015, antarmuka point-and-click ditambahkan sehingga gameplay membaik.
  • Kesimpulan

    • Grim Fandango banyak dicintai berkat cerita dan unsur estetikanya yang orisinal, tetapi dari sisi gameplay masih menyisakan banyak kekurangan.
    • Mengingat elemen interaktif adalah inti dari game, kekurangan dalam desain puzzle menjadi kelemahan besar.

1 komentar

 
GN⁺ 2024-11-11
Opini Hacker News
  • Grim Fandango bisa saja menerima kritik, tetapi tetap merupakan mahakarya yang dicintai banyak orang. Puzzle-nya terjalin secara organik dan membantu memperdalam hubungan dengan karakter
    • Grim Fandango memiliki banyak tema dewasa sehingga bisa sulit dipahami anak-anak. Sejak chapter pertama sudah muncul situasi rumit yang berkaitan dengan politik kantor
    • Gameplay Grim Fandango memang punya kekurangan, tetapi konten naratifnya cukup kuat sehingga sebenarnya puzzle bisa dikurangi. Pada masa itu, durasi permainan merupakan faktor penilaian yang penting
    • Grim Fandango adalah game pertama yang menggunakan bahasa Lua, sehingga meningkatkan pentingnya Lua dalam pengembangan game
    • Saat kecil, banyak yang terpikat oleh karakter dan atmosfer Grim Fandango, tetapi progres terhenti di Act 1. Ada juga yang membayangkan kemungkinan game ini diadaptasi menjadi film
    • Musik game ini luar biasa, dan soundtrack-nya sering didengarkan sambil mengenang memori hangat
    • Antarmuka dan desain game Grim Fandango cukup rumit, tetapi menonton longplay di YouTube bisa menjadi cara yang baik
    • Jika menyukai Grim Fandango, The Journey Down juga direkomendasikan. Game itu sangat dipengaruhi oleh Grim Fandango
    • Grim Fandango masih menjadi salah satu game favorit, dan emosi yang diberikan oleh game serta dunianya tetap membekas kuat
    • Grim Fandango adalah game hebat yang melampaui zaman, dan versi remaster-nya juga layak dimainkan. Tank controls dan puzzle yang sulit mungkin hanya terasa akrab bagi pemain adventure point-and-click era 90-an