Penjelasan dasar
- Google Scholar adalah alat yang membantu peneliti menemukan dan membaca makalah penelitian.
- Dimulai 20 tahun lalu dan terus berkembang, dengan fitur untuk menemukan kasus hukum, menyimpan artikel, dan mengikuti penulis favorit.
- Alat ini juga digunakan dengan cara-cara mengejutkan, seperti terhubung kembali dengan sejarah keluarga atau bahkan untuk lamaran pernikahan.
Masa-masa awal
- 1. Tim dimulai dengan dua orang. Pada 2004, akses ke informasi akademik sulit dan sering tersembunyi di balik paywall. Tujuannya adalah membantu peneliti menemukan dan membaca tulisan rekan-rekan mereka dengan mudah.
- 2. Pada awalnya file dikirim secara fisik. Kecepatan internet yang lambat dan tidak stabil membuat pengumpulan materi penelitian menjadi sulit. Digunakan solusi berbiaya rendah bernama "Sneakernet", di mana penerbit memuat artikel ke hard drive lalu membawanya ke kantor.
- 3. Seorang bayi menentukan tenggat peluncuran Scholar. Menjelang Thanksgiving, Alex sedang menunggu kelahiran putranya, Nicholas. Menjelang cuti melahirkan, mereka bekerja semalaman untuk meluncurkan Scholar ke dunia.
- 4. Moto produk Scholar memberi penghormatan kepada sesama peneliti. Moto "berdiri di atas bahu para raksasa" mencerminkan sifat kolaboratif dari penemuan dan tujuan Scholar untuk membantu peneliti mengakses serta memanfaatkan pengetahuan yang telah terakumulasi dengan mudah.
- 5. Tujuannya adalah membuat Scholar selengkap mungkin. Bayangkan sebuah perpustakaan yang mencakup begitu banyak buku, artikel, dan makalah penelitian dalam berbagai bahasa. Indeks Scholar mencakup jurnal akademik dan buku daring yang telah melalui peer review, prosiding konferensi, tesis, abstrak, laporan teknis, dan lainnya.
Fitur yang dapat digunakan di Scholar
- 6. Meninjau makalah secara efisien dengan AI Overview. AI Overview ditambahkan ke Scholar PDF Reader agar pengguna dapat membaca makalah dengan cepat namun tetap mendalam. Melalui AI Overview, pengguna bisa memahami poin-poin utama dengan cepat atau menelusuri detail tertentu.
- 7. Menjelajahi hukum dengan tombol "Case law" di Scholar. Melalui koleksi putusan hukum Google Scholar yang komprehensif, siapa pun dapat menelusuri hukum yang mengatur mereka.
- 8. Menyalin sitasi artikel dalam gaya yang diinginkan. Klik tombol "Cite" untuk mendapatkan sitasi yang sudah disiapkan dalam berbagai format.
- 9. Merayakan pencapaian riset. Scholar menampilkan balon di halaman beranda Scholar bagi pengguna yang mencapai tonggak tertentu.
Alat dan tips untuk memaksimalkan Scholar
- 10. Memperluas aksesibilitas riset. Google Scholar bekerja sama dengan perpustakaan dan penerbit di seluruh dunia agar artikel berbasis langganan dapat diakses langsung dari hasil pencarian.
- 11. Membuat perpustakaan riset pribadi. Melalui Google Scholar, pengguna dapat menyimpan artikel ke perpustakaan pribadi, membuat folder khusus, dan mengakses perpustakaan tersebut dari mana saja selama ada koneksi internet.
- 12. Menjadi "superfan" riset. Dengan mengikuti penulis tertentu, pengguna dapat melacak hasil riset baru dengan mudah dan mengikuti tren penelitian terbaru.
- 13. Membaca lebih banyak makalah selama pandemi. Saat COVID-19 membuat peneliti harus bekerja dari rumah, mereka tetap dapat melanjutkan riset berkat program akses off-campus Scholar.
Cara tak terduga menggunakan Google Scholar
- 14. Dapat terhubung kembali dengan sejarah keluarga. Seorang mantan rekan tim menemukan kembali artikel riset yang diterbitkan ayahnya 40 tahun lalu melalui Scholar.
- 15. Pengguna yang menyatakan cinta pada Scholar. Scholar bahkan pernah menerima lamaran pernikahan dari para mahasiswa yang berterima kasih.
Penemuan tak terduga di Google Scholar
- 16. Kasus hukum bak film: Dalam kasus US v. Syufy Enterprises (1990), hakim menyembunyikan lebih dari 200 judul film di dalam opininya.
- 17. Abstrak riset yang sangat singkat: Ada abstrak fisika yang hanya terdiri dari dua kata.
- 18. Kontribusi positif untuk fisika: Ada makalah yang mencantumkan seekor kucing Siam bernama F.D.C Willard sebagai salah satu penulis.
- 19. Kombinasi riset yang unik: Ada makalah tentang beragam topik yang terkait dengan COVID-19.
- 20. Penemuan ilmiah membutuhkan seluruh komunitas: Makalah utama tentang pengukuran Higgs boson melibatkan lebih dari 5.000 penulis.
1 komentar
Komentar Hacker News
Pencapaian terbesar Google Scholar adalah mencegah perusahaan seperti Elsevier memiliki monopoli dalam pencarian akademik
Google Scholar memang "gratis", tetapi merupakan produk Google tanpa strategi atau dukungan yang jelas
Google Scholar sangat bernilai bagi komunitas akademik
Secara keseluruhan Google tidak dipercaya dan sebaiknya dihindari, tetapi Google Scholar memberi manfaat murni bagi umat manusia
Ada makalah dengan F.D.C Willard (Chester, seekor kucing Siam) tercantum sebagai rekan penulis karena kontribusi positifnya pada fisika
Saya menggunakan Google Scholar setiap hari dan ini adalah sumber yang luar biasa
Google Scholar memblokir akses jika VPN di-host sendiri pada penyedia VPS umum
Jika pengurutan berdasarkan tanggal diaktifkan, filter diterapkan pada makalah yang diterbitkan pada tahun tersebut
Google Scholar sangat luar biasa
Saya tidak tahu bahwa Chester, kucing Siam milik profesor fisika Michigan State, tercantum sebagai rekan penulis dengan nama pena F.D.C. Willard
Waktu berlalu sangat cepat