3 poin oleh GN⁺ 2024-11-21 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Studi terbaru meneliti motivasi penggunaan Z-Library. Buku yang mahal dan terbatasnya akses ke materi akademik muncul sebagai faktor utama. Khususnya, mahasiswa pascasarjana di Tiongkok percaya bahwa perpustakaan bayangan membantu mereka mengatasi kemiskinan akademik. Z-Library adalah salah satu perpustakaan bayangan terbesar di internet, yang memungkinkan pengunduhan gratis jutaan buku dan artikel ilmiah.

  • Z-Library terus beroperasi selama dua tahun terakhir meski menghadapi tuntutan pidana besar-besaran dari Amerika Serikat. Dua terdakwa berkewarganegaraan Rusia ditangkap di Argentina, tetapi menurut informasi terbaru, mereka melarikan diri dari tahanan rumah dan kini keberadaannya tidak diketahui. Peran mereka tidak jelas, tetapi tidak bersifat krusial bagi kelangsungan situs tersebut.

Studi Motivasi Z-Library

  • Para pengguna Z-Library terus mendukung dan menggunakan situs itu meski ada tuntutan pidana. Bagi banyak orang, Z-Library adalah portal praktis untuk mengunduh buku gratis. Bagi yang lain, ini adalah sumber daya penting untuk mengembangkan karier akademik mereka.

  • Studi ini menyelidiki motivasi pengguna Reddit dan mahasiswa pascasarjana di Tiongkok. Meski kedua kelompok ini sangat berbeda, pandangan mereka terhadap Z-Library serupa.

Respons Pengguna Reddit

  • Sebanyak 134 respons Reddit diambil dari subreddit Zlibrary, sehingga cenderung bias mendukung situs tersebut. Namun, alasannya tidak sekadar karena "ingin barang gratis".

  • Banyak pemberi komentar menekankan bahwa mereka tertarik ke situs itu karena kemiskinan. Z-Library dipandang sebagai alat penting untuk mencapai tujuan akademik.

  • Ketidakmampuan mengakses semua materi pembelajaran secara gratis, khususnya langganan jurnal akademik melalui perpustakaan universitas, menjadi motivasi utama. Persepsi bahwa penerbit jurnal meraup keuntungan besar tanpa memberi kompensasi kepada penulis turut membenarkan alternatif 'pembajakan'.

Mahasiswa di Tiongkok

  • Bagian kedua studi dilakukan dalam format terstruktur terhadap 103 mahasiswa pascasarjana di Tiongkok. Kelompok ini mengikuti seminar yang membahas Z-Library dan tindakan penindakannya. Para mahasiswa menjawab bahwa penutupan (sementara) perpustakaan bayangan berdampak pada pembelajaran mereka dan pencarian materi untuk studi gelar.

  • Para mahasiswa memiliki pandangan positif terhadap Z-Library dan situs serupa, dan 71% mengakui pernah menggunakan perpustakaan bayangan di masa lalu. Mayoritas berpendapat bahwa akses terhadap pengetahuan seharusnya gratis bagi semua orang.

  • Para mahasiswa mengetahui hukum hak cipta, tetapi percaya bahwa kebutuhan akan akses pengetahuan lebih penting daripada kekhawatiran pemegang hak.

Semangat Robin Hood

  • Studi ini memberikan wawasan menarik tentang motivasi utama penggunaan perpustakaan bayangan. Namun, karena ukuran sampel yang kecil, bias seleksi, dan karakteristik khusus kelompok yang diteliti, hasil ini perlu ditafsirkan dengan hati-hati.

  • Dr. Michael Day menyebut bahwa respons-respons tersebut menunjukkan tanda yang jelas dari semangat Robin Hood. Pengguna Z-Library menghindari 'pajak pengetahuan' dari penerbit dan mengunduh karya secara gratis.

  • Studi ini menyarankan agar universitas dan penerbit meninjau kembali status quo dan mempertimbangkan untuk membuka lebih banyak konten agar dapat diakses secara gratis. Studi tersebut diterbitkan di bawah lisensi Creative Commons sehingga dapat diakses gratis oleh semua orang.

1 komentar

 
GN⁺ 2024-11-21
Komentar Hacker News
  • Di perusahaan pertama, aplikasi didistribusikan sebagai versi Play Store ilegal, dan IAP tersedia gratis. Sudah berusaha mencegahnya, tetapi pada akhirnya muncul bug yang berdampak negatif pada pengguna dan juga merugikan peringkat di Play Store. Dalam rapat dengan CEO, disadari bahwa memblokir versi gratis tidak memberikan dampak positif.

  • 28 tahun lalu, belajar sendiri desain grafis, pengembangan dasar, pengelolaan server, dan lain-lain, serta mengunduh dan memakai perangkat lunak komersial secara ilegal. Sekarang open source sudah menggantikan perangkat lunak komersial, dan masih bisa mendapatkan apa yang diinginkan.

  • Di kelas universitas, mengunduh PDF buku yang direkomendasikan dan memakainya. Jika bukunya berguna, benar-benar dibeli lalu diletakkan di rak buku, dan jika tidak diperlukan, tidak dibeli. Perpustakaan bayangan seperti ini memungkinkan buku dipakai seperti versi 'demo'.

  • Annas Archive belakangan ini semakin populer, dan perpustakaan bayangan seperti ini memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik daripada banyak toko buku online.

  • Di VirusTotal, 5 vendor berbeda menandai Z-Library sebagai berbahaya. Jadi penasaran apakah ini karena masalah IP, atau memang ada malware sungguhan di situs itu.

  • Aaron Swartz tidak boleh dilupakan.

  • Menarik bahwa hasil penelitian menunjukkan mahasiswa cenderung membandingkannya dengan 'Robin Hood'. Ini bisa ditafsirkan sebagai salah satu cara kuat bagi konsumen yang jujur untuk memprotes di media digital. Diasumsikan bahwa bajakan terutama digunakan oleh orang-orang yang beritikad baik.

  • Ada 82% pendapat bahwa situs seperti Z-Library membantu mahasiswa dari kalangan miskin. Penasaran dengan 18% yang menolak, apakah karena skenario hipotetis bahwa penulis akan berhenti menulis buku sehingga pada akhirnya merugikan semua mahasiswa.

  • Tidak bisa melupakan hari ketika mengetahui keberadaan Z-library. Saat mencari buku ajar yang direkomendasikan profesor di Amazon, profesor itu menunjukkan Z-library.

  • Buku ajar akademik sering kali dipaksakan kepada mahasiswa, padahal itu buku yang belum tentu ingin disimpan setelah lulus. Pergantian edisi yang cepat oleh industri penerbitan membebani mahasiswa. Sekarang, dengan LLM, set soal orisinal bisa dibuat dengan mudah. Mahasiswa juga akan memakai LLM untuk menyelesaikan soal, jadi sesi kuis di dalam kelas kemungkinan akan menjadi hal yang umum.