- Seiring tulisan tangan tradisional makin digantikan oleh perangkat digital, penting untuk meneliti dampaknya terhadap otak manusia.
- Aktivitas listrik otak dari 36 mahasiswa direkam saat mereka menulis tangan kata-kata yang disajikan secara visual menggunakan pena digital, dan saat mengetik dengan keyboard.
- Analisis konektivitas dilakukan melalui data EEG menggunakan susunan sensor 256 kanal.
-
Hasil penelitian
- Saat menulis dengan tangan, pola konektivitas otak jauh lebih kompleks dibanding saat mengetik dengan keyboard.
- Pola konsistensi konektivitas theta/alfa antara network hub dan node di area parietal serta area sentral otak tampak secara luas.
- Menurut literatur yang ada, pola konektivitas pada area dan frekuensi otak ini penting untuk pembentukan memori dan encoding informasi baru, serta bermanfaat bagi pembelajaran.
-
Kesimpulan dan usulan
- Tulisan tangan mendorong konektivitas otak yang menguntungkan pembelajaran melalui informasi visual dan proprioseptif (gerakan tangan yang dikendalikan dengan halus)
- Pada akhirnya, hal ini menyediakan kondisi yang optimal bagi pembelajaran otak
- Anak-anak perlu terpapar aktivitas menulis tangan di sekolah sejak usia dini, karena hal ini membentuk pola konektivitas saraf yang menyediakan kondisi optimal untuk belajar.
- Penting untuk mempertahankan latihan menulis tangan di sekolah, sambil tetap mengikuti kemajuan teknologi yang terus berkembang.
- Karena itu, guru dan siswa perlu memahami latihan mana yang memberikan efek belajar terbaik dalam situasi tertentu. Misalnya, saat membuat catatan kuliah atau menulis esai.
3 komentar
Dulu karena berbagai alasan saya sempat jadi penggemar pena tinta, tapi sekarang cuma mengetik saja ;;
Tapi orang yang memang mahir, entah mencatat dengan tulisan tangan atau mengetik di laptop, hasilnya tetap bagus. Jadi saya juga kurang yakin apakah ini memang faktor pembatasnya.
Komentar Hacker News