- Hubungan profesional (Professional Relationship) itu penting
- Melalui model kolaborasi TJS (The Journey to Synergy), kita dapat menilai kondisi sebuah hubungan dan melihat 7 tahap perpindahan dari pola pikir kompetitif menuju identitas bersama
# Kondisi dalam model kolaborasi TJS
1. Everything is a competition (Segalanya adalah kompetisi)
- Kondisi awal yang ditandai oleh gatekeeping dan pola pikir zero-sum
- Tidak berbagi informasi, sumber daya, maupun peluang, dan muncul perilaku eksklusif seperti rasisme, seksisme, xenofobia, dan lain-lain
- Kadang juga diwujudkan dalam bentuk "ghosting", yaitu menolak berinteraksi atau sepenuhnya mengabaikan pihak lain
- Dalam konteks podcast, ini tampak saat seseorang menerima undangan tetapi kemudian menolaknya dengan alasan peluang lain
2. Coexist (Berdampingan)
- Kondisi ketika saling mengakui keberadaan satu sama lain tetapi hanya berinteraksi seminimal mungkin
- Dapat diringkas sebagai "saya tahu mereka, tetapi tidak benar-benar berbicara dengan mereka"
- Menjaga jarak karena perbedaan pribadi, profesional, atau nilai
- Dalam konteks podcast, kedua pihak tahu satu sama lain ada, tetapi tidak menyatakan undangan atau niat untuk berpartisipasi
3. Communicate (Berkomunikasi)
- Terjadi pertukaran informasi dasar, tetapi hubungan tidak berkembang lebih jauh
- Dalam konteks podcast, percakapan berjalan positif tetapi tidak ada kolaborasi nyata
- Ini adalah kondisi yang umum di budaya Barat, ketika orang berbicara tetapi sering tidak mengeksekusi rencana
4. Cooperate (Bekerja sama)
- Tahap bekerja bersama untuk tujuan yang netral
- Hubungan masih terutama bersifat transaksional dengan tingkat risiko rendah
- Dalam konteks podcast, ini adalah kondisi bekerja sama dalam proses produksi episode
5. Coordinate (Mengkoordinasikan)
- Tahap ketika kedua pihak berbagi tujuan dan dengan sengaja menyelaraskan tindakan
- Bisa menjadi kondisi yang kacau karena melibatkan kepercayaan, motivasi, dan masalah alignment
- Contoh: menjelajahi kota sebelum konferensi, atau saling membantu untuk peluncuran produk baru
6. Collaborate (Berkolaborasi)
- Kondisi ketika dua orang atau lebih berhasil bekerja sama dan menciptakan sinergi
- Terjadi kolaborasi sejati untuk membangun sesuatu yang sama secara bersama-sama
- Berdasarkan tingkat kepercayaan dan saling pengertian yang tinggi, sambil menghormati batasan dan mengembangkan ide
- Dalam konteks podcast, ini belum dijalankan tetapi kemungkinannya tetap terbuka
7. We are the same (Kita adalah hal yang sama)
- Kondisi yang tidak sehat ketika identitas dan batasan mulai melebur
- Hubungan kolaboratif berkembang secara tidak sehat dan berubah menjadi hubungan saling bergantung
- Ditandai dengan hilangnya identitas, sulit mengambil keputusan secara mandiri, dan kurangnya batasan
- Untuk keluar dari kondisi ini, seseorang dapat memulihkan identitas pribadi, menetapkan batasan, dan berpisah dari pihak yang memicu masalah
# Menjadikannya Praktis
- Pikirkan di mana posisi hubungan Anda pada spektrum model kolaborasi TJS
- Ini membantu memahami kondisi saat ini dan mengenali kondisi yang diinginkan
- Seperti para kolaborator hebat yang disebutkan sebagai contoh, pikirkan siapa kolaborator Anda dan siapa orang yang paling selaras dengan Anda
- Menilai kondisi hubungan melalui pertanyaan
- Siapa yang hanya memiliki hubungan berdampingan (coexist) dengan Anda?
- Siapa yang melakukan gatekeeping dan mengecualikan Anda?
- Dengan siapa Anda bersedia mendirikan perusahaan?
- Visualisasi dan perencanaan
- Salin gambar spektrum TJS, letakkan di samping Anda, dan renungkan dengan mendalam
- Tempatkan avatar pada sumbu untuk memvisualisasikan kondisi hubungan dan menilainya secara konkret
- Setelah evaluasi, susun rencana untuk mengembangkan hubungan sesuai tujuan dan nilai Anda
- Jalur tindakan yang bisa diterapkan untuk mengembangkan hubungan
- Jika Anda ingin memindahkan hubungan tertentu ke kondisi yang diinginkan, tinjau cara-cara praktis di bawah ini
# Mendorong Hubungan ke Depan
- Kolaborasi sebagai Kebutuhan
- Menurut penelitian, pola pikir eksklusif dan zero-sum menghasilkan dampak terburuk
- Kolaborasi membuat para pihak bisa mencapai lebih banyak bersama-sama, menjangkau audiens yang lebih luas, dan tumbuh secara pribadi maupun organisasional
- Kolaborasi bukan sekadar akur satu sama lain, melainkan unsur penting untuk membangun sesuatu yang lebih besar bersama
Cara praktis untuk mengembangkan hubungan
- Menumbuhkan pola pikir kelimpahan
- Sadari bahwa dunia bukanlah zero-sum, melainkan tempat yang penuh kelimpahan
- Mulai dari pemberian kecil: bagikan sebagian sumber daya atau lakukan satu tindakan baik setiap hari
- Ikut dalam layanan masyarakat lokal atau jaringan donasi untuk membangun hubungan
- Ubah pola pikir melalui jurnal rasa syukur, visualisasi kelimpahan, meditasi, dan sebagainya
- Tulis "jurnal memberi" untuk mencatat hasil positif dan melacak pertumbuhan pribadi
- Lepaskan hubungan yang tidak punya harapan
- Segera akui, hargai, lalu lanjutkan hidup ketika menghadapi orang-orang yang mengecualikan atau menolak dalam sebuah hubungan
- Dengan begitu, Anda dapat membebaskan energi untuk membangun hubungan dengan orang-orang baru
- Kasihi sesama seperti diri sendiri
- Rawat orang lain sebagaimana Anda merawat diri sendiri
- Beri tanpa mengharapkan apa pun, tetapi kasih yang dibawa sering kali berujung pada kolaborasi yang hebat
- Kadang memang ada kemungkinan dimanfaatkan, tetapi contoh sukses jauh lebih banyak daripada yang tidak
- Perhatikan hingga ke detail kecil
- Keluar dari komunikasi yang dangkal, pahami kebutuhan pihak lain secara mendalam, dan dukung mereka
- Jadikan tujuan mereka sebagai tujuan Anda juga, lalu ambil tindakan proaktif untuk mendukungnya
- Jika koordinasi yang berhasil terjadi berulang kali, hubungan itu secara alami akan berkembang menjadi kolaborasi
- Untuk mengembangkan hubungan dibutuhkan upaya yang tulus dan penuh perhatian, dan kolaborasi menciptakan sinergi berkelanjutan yang melampaui sekadar interaksi
Belum ada komentar.