3 poin oleh GN⁺ 2024-12-07 | 4 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Tokyo berencana menerapkan minggu kerja 4 hari bagi pegawai pemerintah
  • Kebijakan ini akan dimulai pada April dan dapat memberi karyawan 3 hari libur setiap pekan
  • Juga diumumkan kebijakan yang memungkinkan orang tua dengan anak kelas 1-3 sekolah dasar memilih opsi pulang lebih awal dengan mengorbankan sebagian gaji
  • Latar belakang dan tujuan kebijakan
    • Kebijakan baru Tokyo ini ditujukan untuk meningkatkan angka kelahiran dan mendukung ibu bekerja
    • Angka kelahiran Jepang terus menurun, dan pada 2023 mencatat titik terendah 1,2
    • Agar populasi tetap stabil, angka kelahiran harus berada di 2,1
  • Masalah demografi dan budaya kerja di Jepang
    • Pemerintah Jepang sedang mendorong berbagai kebijakan untuk mengatasi krisis demografi
    • Budaya kerja yang kaku dan naiknya biaya hidup disebut sebagai penyebab utama turunnya angka kelahiran
    • Jam kerja yang panjang menyebabkan masalah kesehatan dan dalam kasus ekstrem dapat berujung pada karoshi
  • Perempuan dan partisipasi tenaga kerja
    • Perempuan sering dipaksa memilih antara karier dan keluarga
    • Kesenjangan gender dalam partisipasi tenaga kerja di Jepang lebih tinggi dibanding negara-negara berpendapatan tinggi lainnya
  • Perhatian internasional terhadap minggu kerja 4 hari
    • Di Barat, minggu kerja 4 hari mendapat perhatian sebagai cara untuk memperbaiki lingkungan kerja
    • Sejumlah studi menunjukkan bahwa ini meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas pekerja
    • Namun, di perusahaan Jepang hal ini masih dianggap sebagai gagasan yang radikal
  • Kebijakan ramah keluarga di Asia
    • Selain Tokyo, negara-negara Asia seperti Singapura juga mengadopsi kebijakan yang ramah keluarga
    • Singapura memperkenalkan pedoman baru yang mewajibkan semua perusahaan mempertimbangkan permintaan kerja fleksibel

4 komentar

 
devsejong 2024-12-10

Bagi orang Korea, bahkan membicarakan hal seperti ini saja terasa seperti kemewahan.

 
bbulbum 2024-12-09

Kalau saya juga punya opsi itu, saya ingin merelakan sebagian gaji untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

 
GN⁺ 2024-12-07
Opini Hacker News
  • Banyak pasangan kemungkinan akan menerima usulan ini meskipun harus menanggung kerugian finansial, demi memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga. Bisa menyelesaikan pekerjaan rumah pada hari Jumat lalu menikmati akhir pekan tanpa stres adalah keuntungan besar
  • Kekhawatiran tentang penurunan angka kelahiran sudah berlangsung lama, tetapi ini pertama kalinya saya melihat gagasan bahwa meningkatkan kualitas hidup bisa meningkatkan angka kelahiran
  • Kebijakan ini adalah kebijakan pemerintah daerah Tokyo, bukan kebijakan nasional
  • Budaya kerja Jepang punya reputasi buruk, tetapi sudah banyak perubahan. Banyak perusahaan menerapkan sistem kerja fleksibel, dan kerja jarak jauh juga tetap dipertahankan
    • Sudah terbentuk kesadaran bersama bahwa ada batasan terhadap pertumbuhan, dan kondisi kerja yang lebih baik menjadi bisa dinegosiasikan
    • Perusahaan-perusahaan baru menawarkan kondisi yang lebih baik, dan perusahaan lama juga berubah untuk menyesuaikan diri
    • Inisiatif pemerintah juga mengikuti tren ini
    • Sekolah-sekolah juga menghadapi situasi di mana mereka akan ditinggalkan jika tidak berubah
  • Saya berharap ada penjelasan apakah jam kerja juga berubah. Kerja 4 hari, 32 jam per minggu tampak lebih baik. Namun membagi 40 jam menjadi 10 jam per hari tidak membuat perbedaan besar
  • Secara keseluruhan saya pikir ini langkah yang baik dan saya mendukungnya. Tetapi saya juga berpikir penurunan angka kelahiran berkaitan dengan nilai-nilai hidup
  • Jepang diperkirakan akan mempertahankan populasi 50 juta orang pada tahun 2120. Ini tidak bisa dilihat sebagai krisis populasi, dan jika pemulihan alam terjadi, itu justru bisa terasa lebih nyaman
  • Pekerjaan pemerintahan dan pekerjaan di industri swasta mungkin berbeda, tetapi di perusahaan saya kami bekerja 6 hari seminggu, dan hari Sabtu adalah "setengah hari" dengan 8 jam kerja. Sabtu bukan hari kerja resmi, jadi pakaian kasual diperbolehkan, dan AC juga sering dimatikan
  • Fokusnya memang pada angka kelahiran, tetapi yang lebih penting adalah menciptakan lapangan kerja. Jika ketersediaan tenaga kerja dikurangi, lebih banyak pekerjaan akan tercipta dan ekonomi akan menjadi lebih aktif
  • Jepang perlu keluar dari struktur yang terlalu berpusat pada Tokyo. Kepadatan perkotaan adalah salah satu penyebab utama penurunan angka kelahiran, dan Tokyo adalah salah satu contoh terburuk di dunia dalam hal pemusatan kota
 
carnoxen 2024-12-08

Tokyo saja sudah sangat padat, apalagi Seoul.