1 poin oleh GN⁺ 2024-12-16 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

1 komentar

 
GN⁺ 2024-12-16
Opini Hacker News
  • Penggunaan skala besar pertama dari rekayasa jaringan adalah membiakkan jaringan hati dalam jumlah besar untuk melakukan pengujian toksisitas obat.

    • Ini menyoroti inefisiensi pengujian pada hewan; dengan menggunakan jaringan hati, waktu dan biaya bisa dihemat serta hasil yang lebih akurat dapat diperoleh.
  • Menyeimbangkan keamanan dan inovasi dalam kesehatan manusia adalah masalah yang sangat sulit.

    • Ini bukan kritik terhadap FDA, melainkan penjelasan dengan contoh perbedaan respons antara manusia dan tikus.
    • Cokelat, kopi, cabai, dan sebagainya bisa berbahaya bagi tikus.
  • Dalam riset NIH, sudah umum ada klaim bahwa tikus tidak cocok sebagai model untuk penyakit tertentu.

    • Banyak ilmuwan membuat klaim seperti ini tanpa cukup memahami genetika atau biologi tikus.
    • Sebagian besar penelitian tikus menggunakan satu varian genetik homogen, yaitu C57BL/6.
  • Penelitian varian JAK1 menjelaskan perbedaan model penyakit antara tikus dan manusia.

    • Tikus tidak mengembangkan penyakit seperti asma kecuali terpapar faktor lingkungan.
    • Ditemukan hal baru bahwa JAK1 berperan sebagai anti-inflamasi dalam sistem saraf.
  • Ada juga pendapat bahwa tikus tidak dapat diandalkan sebagai model penyakit manusia.

    • Terobosan pengobatan kanker pada tikus mungkin tidak efektif pada model manusia.
  • Alih-alih tikus, kera makaka bisa digunakan, tetapi ada pendapat yang menentangnya.

  • Ada juga candaan bahwa lumba-lumba bisa digunakan sebagai model penelitian yang mirip dengan tikus.