1 poin oleh GN⁺ 2025-01-23 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Pertarunganku melawan doomscrolling

Beberapa bulan lalu, aku menghapus banyak aplikasi dari ponselku dan memasang beberapa aplikasi pembatas untuk mengendalikan kecanduan scrolling tanpa arah.

Melawan realitas yang saling terhubung

  • Ada terlalu banyak jalan keluar di perangkat elektronik
    • Aplikasi konten: Instagram, YouTube, TikTok, dll.
    • Aplikasi kerja: Slack, Workplace, dll.
    • Aplikasi-aplikasi ini juga bisa digunakan di web, jadi selama ada browser, akses selalu memungkinkan
    • Bahkan di laptop kerja pun mudah untuk login
  • Karena semuanya selalu terhubung, orang yang mudah menunda-nunda akan secara alami terjerumus ke dalamnya

Apakah kita benar-benar selalu membutuhkan konten dan sarana untuk scrolling?

  • Mungkin tidak. Aku memutuskan untuk mencobanya sebagai eksperimen.
Solusi
  • Hapus aplikasi konten
    • Hiburan: YouTube, TikTok, Instagram, Reddit
    • Basis data informasi: GoodReads, StoryGraph, IMDB
    • Pesan: Gmail, Slack
  • Hapus browser dari ponsel
    • Chrome dinonaktifkan, tidak bisa dihapus di Android
    • Aplikasi Google dinonaktifkan
  • Hapus profil/browser pribadi dari laptop kerja
    • Menghapus browser "Arc" yang kupakai dengan profil akun Google pribadi
Masalah awal
  • Menjadi sulit membagikan tautan/konten ke ruang pribadi dari laptop kerja
  • Tidak bisa mengakses layanan yang digunakan dengan akun pribadi
  • Muncul masalah akibat menghapus browser Chrome dan aplikasi Google
    • Beberapa aplikasi bergantung pada aplikasi Google
    • Dalam beberapa kasus aplikasi web justru lebih baik, tetapi tidak bisa digunakan karena tidak ada browser
    • Hal-hal seperti transfer bank dan autentikasi memerlukan browser
    • Tanpa aplikasi email, sulit mengakses tiket atau tanda terima

Kondisi saat ini

  • Berhasil menghapus browser akun pribadi dari laptop kerja
    • Sudah terbiasa dengan ketidaknyamanan kecil
    • Menghilangkan alat penunda dari alur kerja profesional
  • Berhasil menghapus feed kerja dari ponsel
    • Menyadari bahwa aplikasi Slack, Gmail, dan Workplace tidak selalu diperlukan
    • Membantu menetapkan batas kerja yang lebih sehat
  • Berhasil menghapus aplikasi konten dari ponsel
  • Menghapus aplikasi browser menimbulkan masalah
    • Mengganggu beberapa tugas sehari-hari
    • Mengembalikan aplikasi browser dan menetapkan pembatasan baru
Penyesuaian berikutnya
  • Langkah untuk mengatasi masalah tanpa browser
    • Mematahkan kebiasaan dengan UI peluncur yang minimal
    • Menyetel pemblokir situs yang lebih canggih serta pembatasan untuk media sosial dan situs browsing
    • Menggunakan browser baru sebagai pengganti Chrome

Hasil

  • Setelah beberapa bulan perubahan dan penyesuaian, aku melihat hasilnya
  • Aku masih menunda-nunda, tetapi perangkatku tidak lagi menggoda diriku
  • Menjadi lebih mudah memilih alternatif
  • Aku bisa menikmati permainan seperti "Spelling Bee" dan memilih membaca alih-alih aplikasi konten tanpa akhir
  • Aku masih perlu terus mencari cara baru untuk membatasi kecanduan konsumsi media, tetapi aku puas dengan upaya ini
  • Saat cara ini berhasil, aku menjadi lebih tenang dan bisa melakukan hal-hal yang kusukai

1 komentar

 
GN⁺ 2025-01-23
Pendapat Hacker News
  • Menggunakan aplikasi untuk memblokir aplikasi lain ternyata tidak efektif. Sebaliknya, mengisi daya ponsel di ruangan lain pada malam hari lebih efektif. Dengan begitu, hanya perlu mengambil keputusan sekali sehari, akses internet jadi tidak mudah dijangkau, dan waktu bisa digunakan dengan lebih efisien. Jadi ingin punya ponsel gaya 1980-an tanpa layar.

  • Selama 12 bulan terakhir, membaca dengan perangkat e-ink membantu menjaga kewarasan. Menghapus aplikasi media sosial dari ponsel dan menggunakan Firefox serta uBlock untuk mencegah pemasangan aplikasi juga membantu. Penting untuk menghindari situs dengan infinite scroll dan mengenali konten yang memancing reaksi emosional. Disarankan membuat kartu perpustakaan dan membaca.

  • Rasanya perlu ada aplikasi yang memblokir semuanya. Pemblokir memang membantu, tetapi pada akhirnya tetap terjebak lagi. Selalu ada clickbait berbahaya bercampur dengan informasi yang berguna. Perlu menghindari media sosial yang mengganggu imajinasi dan fokus pada hal-hal yang secara intrinsik memotivasi.

  • Dalam kehidupan modern, mungkin diperlukan standar konektivitas minimum. Strategi menghapus semuanya bisa gagal. Penting untuk menetapkan energi aktivasi yang tinggi agar distraksi tidak mudah terjadi, sambil mempertahankan friksi yang rendah untuk fungsi yang berguna. Keseimbangan yang berkelanjutan mungkin bukan terletak pada pantang digital, melainkan pada perbedaan friksi yang dirancang dengan cermat.

  • Rasanya istilah doom scrolling tidak berkaitan dengan emosi negatif. Sering kali orang justru scroll untuk menghindari stres atau kecemasan.

  • Belakangan ini jadi membuang waktu pada 'shorts' atau 'reels' di Facebook. Sedang berusaha menghentikan kebiasaan itu, dan kalau meninggalkan Facebook, dorongan seperti itu sepertinya akan berkurang.

  • Saya mengembangkan aplikasi untuk menghentikan doom scrolling. Dengan mengumpulkan konten dari berbagai sumber dan menyediakan ringkasan harian, kecanduan bisa dikurangi.

  • Cara yang bersifat memaksa tidak berkelanjutan. Menggunakan ekstensi 'one-sec' membuat orang berhenti sejenak dan menarik napas dalam sebelum membuka aplikasi. Dorongan lembut seperti ini lebih efektif.

  • Pembatasan diri tidak efektif. Keinginan untuk berhenti doom scrolling harus datang dari dalam.

  • Beralih ke ponsel seperti Mudita Kompakt atau Light Phone 2 bisa membawa perubahan besar.