Mengapa iklan diibaratkan sebagai kanker
- Iklan adalah keberadaan seperti kanker dalam masyarakat modern; alih-alih tetap menjadi elemen penting bagi pasar yang efisien, iklan makin berubah menjadi sesuatu yang manipulatif dan tidak jujur.
- Iklan menghabiskan sumber daya semua perusahaan, menyusup ke semua media komunikasi, dan merusak kepercayaan terhadap orang maupun institusi.
- Pertumbuhan iklan didorong oleh pemborosan yang timbul dari upaya untuk menetralkan iklan para pesaing.
Gejala penyakit
Pelanggaran privasi pribadi
- Industri teknologi periklanan membangun dan mengoperasikan sistem pengawasan paling maju dalam sejarah.
- Dengan pengenalan wajah, pelacakan lokasi, dan sebagainya, pengawasan sulit dihindari baik online maupun offline.
Pelanggaran privasi data kesehatan
- Aplikasi yang melacak siklus menstruasi perempuan mengirim data ke pengiklan untuk digunakan dalam iklan tertarget.
- Situs kesehatan mental melacak pengunjung dan membagikan data untuk tujuan periklanan.
Robocall, telemarketing
- Di Amerika Serikat, situasinya sampai pada tingkat yang nyaris membuat menerima telepon menjadi mustahil; sebagian berupa penipuan, sebagian lagi upaya menjual produk yang tidak diperlukan.
Spam
- Sebagian besar ditangani oleh filter layanan email, tetapi ini adalah contoh paling murni dari masalah yang muncul saat iklan nyaris gratis.
Selebaran, spam pos
- Bentuk spam offline yang menyebabkan pemborosan kertas dan tinta.
Optimisasi mesin pencari (SEO)
- Memanipulasi mesin pencari, mencemari hasil pencarian, dan membuang waktu orang.
Liputan berita yang memicu kemarahan
- Berita didanai oleh tayangan iklan, dan kemarahan yang direkayasa sangat efektif untuk meningkatkan pageview.
Eksploitasi anak-anak
- Anak-anak mudah dimanipulasi sehingga menjadi target utama iklan. Banyak konten di TV dan layanan streaming yang mencampurkan merek dengan hiburan.
Kurangnya selera
- Ada contoh iklan dimasukkan ke dokumen publik dan hal serupa yang menunjukkan kemerosotan moral industri periklanan.
Kesadaran merek
- Biaya iklan yang sangat besar dikeluarkan untuk meningkatkan kesadaran merek, yaitu untuk menanamkan merek itu di benak konsumen.
Pola UX gelap
- Trik pada situs web dan aplikasi yang mendorong pengguna melakukan tindakan yang tidak mereka maksudkan.
Masalah desain akibat iklan
- Jika terpapar dark pattern dalam jangka panjang, orang akan menjadi kebal, sehingga use case yang bermanfaat pun bisa ikut terdampak.
Malware dan konsumsi sumber daya komputasi
- Salah satu alasan utama memasang pemblokir iklan adalah untuk melindungi komputer dari malware.
Banjir konten sampah di internet
- Hal-hal yang dikenal sebagai spam blog atau content marketing membanjiri internet, dan sebagian besar artikel online digunakan sebagai sarana penyampaian iklan.
Iklan native
- Teknik pemasaran yang menyamarkan iklan sebagai konten yang sah.
Influencer
- Orang-orang yang mendistorsi bukti sosial dan secara tidak langsung mempromosikan produk kepada orang lain.
Billboard
- Mencemari pemandangan dan mengalihkan perhatian pengemudi.
Peruntuhan langsung terhadap kepercayaan sosial
- Ada upaya untuk meruntuhkan kepercayaan sosial dengan menggunakan infrastruktur teknologi periklanan.
Membuat orang tidak bahagia
- Iklan membuat orang merasa tidak puas, lalu mendorong penjualan dengan menawarkan cara untuk menyelesaikan ketidakpuasan itu.
Layanan internet yang menurun dan bersifat sementara
- Model bisnis berbasis iklan menawarkan layanan gratis untuk menarik pengguna, tetapi seiring waktu meningkatkan iklan dan pelacakan.
Berkurangnya inovasi, menurunnya kualitas produk
- ROI pemasaran yang tinggi membuat membelanjakan uang untuk iklan menjadi pilihan yang lebih baik daripada meningkatkan produk.
"Hanya sumber pendapatan lain saja!"
- Ini adalah masalah budaya ketika tidak adanya iklan justru menjadi layanan premium.
Pop-up cookie yang mengganggu
- Berdasarkan undang-undang cookie, situs yang menggunakan cookie harus menampilkan pop-up persetujuan.
Penghancuran budaya
- Ada kasus di mana iklan merusak musik klasik atau karya seni.
Peruntuhan sains
- Ada kasus iklan yang menyamar sebagai makalah penelitian dan mendistorsi sains.
Kesimpulan
- Iklan menjadi ancaman bagi peradaban melalui pengurasan sumber daya, dampak iklim, dan runtuhnya kepercayaan sosial.
- Menghapus iklan bisa menyebabkan runtuhnya peradaban, sehingga masalah ini perlu diselesaikan secara bertahap.
Pemblokir iklan dan pemblokir pelacak
- uBlock Origin dan Privacy Badger dapat dipasang untuk memblokir iklan dan pelacakan.
GDPR
- GDPR membantu menghancurkan praktik-praktik industri teknologi periklanan yang paling melanggar privasi.
Praktik bisnis yang adil
- Kita perlu memilih iklan yang etis dan menargetkan transaksi yang saling menguntungkan.
Menolak bertransaksi dengan perusahaan yang abusif
- Sebagai konsumen, kita dapat memilih opsi yang lebih jujur dan memberi tahu perusahaan alasannya.
Menolak pekerjaan ad tech
- Kita dapat memilih untuk tidak berkontribusi pada industri teknologi periklanan.
Jangan kehilangan harapan
- Iklan bisa dilawan sedikit demi sedikit, dan itu memungkinkan.
Meningkatkan kesadaran
- Kita harus bersuara tentang sifat iklan yang seperti kanker dan berupaya demi dunia yang lebih baik.
1 komentar
Opini Hacker News
Baru-baru ini YouTube menyadari bahwa saya berada di pertengahan usia 20-an dan untuk pertama kalinya sedang memikirkan cara menabung uang demi masa depan yang stabil
Ada perdebatan tentang definisi iklan
Ada kekhawatiran tentang dampak negatif iklan terhadap masyarakat
Iklan membuat orang menyadari kekurangan dalam hidup mereka, lalu merasa bahwa itu hanya bisa diselesaikan dengan produk yang diiklankan
Masalah iklan bukan pada iklannya sendiri, melainkan pada metode seperti data mining, phishing, dan penipuan
Ada juga yang setuju dengan gagasan bahwa menonton Super Bowl sama saja dengan menonton iklan
Iklan skrining kanker dapat efisien dari segi biaya dan bisa menyelamatkan nyawa
Iklan di YouTube/Spotify/situs web menutupi konten dan memaksa orang menontonnya, tetapi iklan di Instagram dan TikTok mudah dilewati
Iklan bertujuan mengimbangi upaya periklanan para pesaing, dan tidak cukup hanya memberi tahu pelanggan tentang produk dan layanan
Iklan dapat dibagi menjadi iklan yang benign dan malign
Ada rasa heran karena kurangnya alternatif terhadap iklan