Alasan begitu banyak murid SD di Amerika pernah menyusun gelas saat pelajaran olahraga
- Pada 1998, sepasang suami istri menumpuk 120.000 gelas plastik yang diimpor dari Tokyo di ruang bawah tanah rumah mereka
- Gelas-gelas ini memiliki lubang di bagian bawah sehingga tidak bisa digunakan untuk minum
- Tujuan mereka: membuat anak-anak percaya bahwa menyusun gelas dengan cepat dalam pola tertentu itu menyenangkan
- Mereka harus berhasil melakukan sesuatu yang bahkan gagal dilakukan oleh Hasbro, perusahaan mainan nomor dua di dunia
Asal-usul dan penyebaran sport stacking
1. Mengapa murid menyusun gelas saat jam olahraga
- ‘Sport Stacking’ lahir pada 1980-an di sebuah pusat remaja di California
- Pada 1990, kegiatan ini menjadi terkenal setelah diperkenalkan di talk show Johnny Carson
- Hasbro sempat mengomersialkannya, tetapi gagal menancap di pasar dan akhirnya mundur dari bisnis ini
- Setelah itu, Bob Fox, guru olahraga di Denver sekaligus mantan badut, mengembangkannya kembali
2. Bob Fox: guru olahraga sekaligus wirausahawan
- Bob Fox awalnya adalah badut profesional, dan juga pernah bekerja sebagai guru teater SMA
- Setelah itu ia menjadi guru olahraga SD dan mengajarkan murid-muridnya bersepeda roda satu, juggling, dan sebagainya
- Pada 1995, ia pertama kali mengenal penyusunan gelas di sebuah workshop guru olahraga dan mulai mengajarkannya sendiri
- Melihat antusiasme besar dari murid-muridnya, ia memutuskan untuk mengembangkannya menjadi bisnis yang serius
3. Mengimpor gelas yang akan dibuang oleh Hasbro Jepang
- Pasangan Fox membeli 10.000 set gelas Kup Stax yang tersisa di gudang Hasbro Jepang
- Investasi awal sebesar 43.000 dolar adalah seluruh harta yang mereka miliki
- Setelah pembelian itu, seluruh produk habis terjual dalam 10 bulan
- Ketika stok gelas habis, mereka mendirikan Speed Stacks LLC (1998) untuk memproduksinya sendiri
Penyebaran global sport stacking
1. Strategi penyebaran melalui guru olahraga
- Pasangan Fox langsung mendatangi konferensi guru olahraga di seluruh Amerika Serikat
- Mereka mendorong ribuan sekolah untuk mengadopsi sport stacking dalam pelajaran olahraga
- Antara 2002–2011, kegiatan ini masuk sebagai program olahraga reguler di lebih dari 5.000 sekolah di AS
2. Efek media dan viral
- Anak-anak pasangan Fox muncul di berbagai program TV untuk mempromosikan cabang ini
- The Today Show, LIVE with Regis and Kelly, Ellen DeGeneres Show dan lain-lain
- Pada 2005, ESPN menyiarkan langsung Kejuaraan Dunia Sport Stacking
- Merek-merek terkenal juga ikut serta:
- Comcast, FritoLay, Freekee Soda dari Inggris dan lainnya dalam iklan
- Pada 2008, seruan "OH MY GOSH!" dari sebuah video sport stacking dipakai sebagai sampel dalam ‘Scary Monsters and Nice Sprites’ milik Skrillex
- Kini lagu itu telah mencatat lebih dari 500 juta streaming
3. Berdirinya World Sport Stacking Association (WSSA)
- Untuk memperkuat unsur kompetitif sport stacking, dibangun aturan resmi dan sistem turnamen
- Mereka mengembangkan perangkat timer StackMat untuk mengukur catatan waktu individu
- Sejak 2004, kejuaraan dunia digelar dan olahraga ini menyebar secara internasional ke Jerman, Jepang, Australia, dan lain-lain
- Per 2025, rekor dunia adalah 4,739 detik (berdasarkan pola cycle)
Warisan yang ditinggalkan sport stacking
1. Terbentuknya komunitas global
- Sport stacking menjadi olahraga remaja yang mapan, dengan partisipasi anak muda di berbagai negara
- Kegiatan ini juga diakui sebagai aktivitas yang bermanfaat bagi anak autis dan murid pendidikan khusus
- Di bawah slogan “Positive Pyramids”, sport stacking membangun budaya kompetisi yang sehat
2. Bisnis keluarga Fox yang sukses
- Speed Stacks mengalihkan hak pengelolaan kepada para karyawannya setelah 2015
- Pasangan Fox pensiun dini dan menikmati hobi mereka
- Hingga kini, sport stacking masih dijalankan sebagai program pendidikan olahraga di ribuan sekolah di seluruh dunia
3. Contoh mengubah tren olahraga sesaat menjadi bisnis yang berkelanjutan
- Tidak seperti tren mainan biasa, kegiatan ini dikembangkan menjadi cabang olahraga sehingga meraih kesuksesan jangka panjang
- Bagi banyak anak, ini menjadi kenangan masa sekolah yang tak terlupakan
Kesimpulan: alasan kamu pernah menyusun gelas saat pelajaran olahraga
- Pada 1998, seorang guru olahraga mantan badut melihat potensi dalam mainan yang dibuang
- Ia meyakinkan para pendidik dan menjadikan sport stacking mapan sebagai pendidikan olahraga di sekolah
- Ini bukan sekadar permainan sederhana, melainkan berkembang menjadi olahraga global
- Jadi, alasan kamu pernah menyusun gelas saat pelajaran olahraga di sekolah dasar adalah karena Bob Fox
1 komentar
Komentar Hacker News
Tulisan yang sangat bagus dan ditulis dengan sangat baik. Hampir tidak terasa panjang. Saya belum pernah memainkan permainan ini, bahkan tidak tahu kalau ini ada, tetapi saya jadi merasa akan bagus kalau lebih banyak orang mendokumentasikan sejarah dengan cara seperti ini
Nama tim olahraga di Selandia Baru lucu-lucu
Saya merasa keluarga ini berkeliling negeri dengan uang pajak berkat belanja berlebihan sekolah-sekolah setempat
Tulisan yang bagus, dan contoh langka yang benar-benar mendokumentasikan awal mula sebuah tren dengan baik
Teriakan terkenal "Oh my gosh!" di "Scary Monsters and Nice Sprites" milik Skrillex diambil sebagai sampel dari video viral sport stacking tahun 2008
Timer SpeedStacks banyak digunakan dalam competitive cubing
Saya tidak terlalu tahu soal "olahraga" ini, tetapi pernah melihat beberapa videonya secara online
Saya pernah melihat video adik perempuannya. Saya terkesan dengan kecepatannya
Saya pernah mencobanya dengan anak saya. Kami berdua bersenang-senang dan bisa berkompetisi dalam kondisi yang seimbang. Gelasnya juga murah. Saya merekomendasikannya kepada orang-orang yang tidak tertarik pada olahraga
Anda mungkin pernah mendengar suara Rachael. Reaksinya di video YouTube-nya dijadikan sampel dalam "Scary Monsters and Nice Sprites" milik Skrillex