- Mahasiswa internasional yang mempelajari sistem pendidikan Amerika sering terkejut melihat antrean penjemputan mobil di sekolah. Antrean ini semrawut dan tidak praktis, serta telah menjadi pemandangan sehari-hari di sekolah-sekolah Amerika.
- Orang tua membuang banyak waktu di antrean ini pada pagi dan sore hari, yang menimbulkan ketidakpuasan besar. Situasi ini dulu tidak ada, dan sebenarnya tidak harus menjadi seperti ini.
Pergi ke sekolah dalam angka
- Bus sekolah kuning tradisional adalah simbol Amerika, tetapi jumlah siswa yang menggunakannya terus menurun. Pada 2022, hanya sekitar 28% siswa yang naik bus sekolah.
- Pada 1960-an, lebih dari 40% siswa berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah, tetapi sekarang jumlahnya kurang dari 11%.
- Jumlah siswa yang menggunakan kendaraan pribadi meningkat, dan ini makin memperparah masalah antrean penjemputan di sekolah.
Sekolah di pinggiran kota
- Sekolah berada lebih jauh, atau keluarga tinggal lebih jauh dari sekolah, sehingga orang tua merasa perlu mengantar anak dengan mobil.
- Pada 1969, sepertiga siswa tinggal dalam jarak 1 mil dari sekolah, tetapi belakangan ini lebih dari 82% siswa tinggal sejauh 3 mil atau lebih.
- Karena konsolidasi sekolah membuat lokasi sekolah bergeser ke pinggiran kota, orang tua praktis tidak punya pilihan selain mengantar anak dengan mobil.
Jepang mirip Amerika pada 1960-an
- Di Jepang, anak-anak biasanya pergi ke sekolah secara mandiri. Di Amerika, budaya helicopter parent membuat anak-anak sulit bepergian sendiri.
- Rancangan kota di Amerika berpusat pada mobil, sehingga anak-anak sulit pergi ke sekolah secara mandiri.
Apa yang bisa dilakukan orang tua dan komunitas setempat
- Masalah penjemputan mobil di sekolah tidak bisa diselesaikan hanya oleh orang tua. Komunitas setempat harus bersama-sama mengubah lingkungan fisik dan ekspektasi budaya.
- Orang tua perlu menyadari masalah ini dan memberi anak-anak mereka lebih banyak kemandirian.
- E-bike menawarkan cara baru agar anak-anak bisa bepergian secara mandiri. Namun, infrastruktur sepeda yang aman tetap diperlukan.
- Kegiatan komunitas seperti bike bus dapat meningkatkan keselamatan dan rasa kebersamaan.
- Pada akhirnya, untuk mengatasi budaya penjemputan mobil di sekolah, kota dan permukiman perlu dibangun ulang. Kecepatan mobil harus diturunkan, serta infrastruktur pejalan kaki dan sepeda harus disediakan.
1 komentar
Komentar Hacker News
Judul ini tepat menggambarkan masalah yang sudah saya pikirkan selama 10 tahun
Artikel ini melewatkan masalah yang lebih besar
Pemilihan tanggal pada grafik itu aneh: 1969, 2009, 2017, 2022
Ibu saya mengantar saya ke sekolah sampai kelas 4
Saya 100% setuju dengan judulnya
Pendapat berlawanan: Saya beberapa kali dirampok dengan senjata api saat berjalan pulang dari sekolah
Rumah kami tepat di seberang sekolah anak-anak
Saya melihat di Google Maps milik penulis bahwa orang bisa berjalan 2 mil ke sekolah
Keluarga kami juga termasuk salah satunya
Saya ingin menyoroti tautan dalam artikel