-
Menerima rencana perang karena kesalahan pemerintahan Trump
- Sekitar pukul 14.00 pada 15 Maret 2025, beredar kabar bahwa AS sedang mengebom target Houthi di Yaman
- Penulis mengetahui hal itu dua jam sebelum bom pertama meledak, ketika Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengirimkan rencana perang lewat pesan teks
- Rencana tersebut mencakup informasi yang akurat tentang paket persenjataan, target, dan waktu
-
Awal cerita
- Kisah ini dimulai tepat setelah Hamas menginvasi Israel selatan pada Oktober 2023
- Houthi adalah organisasi teroris yang didukung Iran, yang menyerang Israel dan pelayaran internasional sehingga menimbulkan gangguan pada perdagangan global
- Sepanjang 2024, pemerintahan Biden gagal menanggapi serangan Houthi secara efektif, dan pemerintahan Trump menjanjikan respons yang lebih keras
-
Tentang penulis
- Jeffrey Goldberg adalah pemimpin redaksi The Atlantic dan pembawa acara Washington Week With The Atlantic
1 komentar
Komentar Hacker News