2 poin oleh GN⁺ 2025-04-20 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Menurut Bain&Company, total konsumsi barang mewah global pada 2024 mencapai €1.48T (₩2.330 triliun), turun 1~3% dibandingkan 2023
  • Pasar mewah terdiri dari tiga sektor utama, yaitu mobil mewah, barang mewah pribadi, dan hospitality mewah, yang menyumbang 80% dari keseluruhan pasar
  • Konsumsi luxury berbasis pengalaman (perjalanan, acara sosial) meningkat, sementara pasar barang mewah pribadi menyusut untuk pertama kalinya dalam 15 tahun
  • Terutama karena preferensi konsumen Gen Z terhadap merek mewah menurun, basis pelanggan luxury berkurang sekitar 50 juta orang dalam dua tahun terakhir

Tren Pasar per Wilayah

  • Asia Pasifik
    • Jepang mencatat pertumbuhan tercepat berkat efek nilai tukar dan peningkatan konsumsi wisatawan
    • Tiongkok daratan menunjukkan perlambatan tajam akibat melemahnya kepercayaan konsumen dan meningkatnya wisata ke luar negeri, dengan penjualan turun 20~22% pada 2024
  • Eropa dan Timur Tengah
    • Eropa mempertahankan pertumbuhan berkat meningkatnya arus wisatawan, namun Inggris dan Eropa Utara menghadapi kesulitan karena lemahnya permintaan pariwisata dan perlambatan konsumsi domestik
    • Pasar Timur Tengah mencatat kinerja yang berbeda-beda per wilayah, dengan UAE (Uni Emirat Arab) menunjukkan kekuatan
  • Amerika
    • Amerika Serikat menunjukkan tren pertumbuhan yang membaik dari kuartal ke kuartal meski kepercayaan konsumen berfluktuasi
    • Kanada melemah akibat berkurangnya wisatawan Tiongkok, sementara Meksiko dan Brasil mencatat pertumbuhan positif
  • Pasar Berkembang
    • Hingga 2030, diperkirakan akan ada tambahan lebih dari 50 juta konsumen luxury dari Amerika Latin, India, Asia Tenggara, dan Afrika

Tren Kanal Distribusi

  • Toko outlet melampaui toko harga normal dan menjadi kanal konsumsi utama
  • Kanal online kembali normal setelah pandemi dan mempertahankan pangsa pasar 20%
  • Pasar barang mewah bekas tumbuh 7% (bernilai €4,8 miliar) dan makin meluas berkat konsumen muda serta tren konsumsi berbasis nilai

Kinerja per Kategori

  • Sektor kosmetik (terutama parfum) dan eyewear (kacamata) tumbuh 3~5%, mencerminkan meningkatnya preferensi terhadap barang mewah berukuran kecil
  • Pasar perhiasan tumbuh solid, sementara jam tangan, produk kulit, dan sepatu mengalami perlambatan permintaan
  • Pasar mobil mewah turun 5%, dengan permintaan model kelas atas tetap terjaga namun pasar kelas menengah melambat
  • Hotel dan hospitality mewah tumbuh 4%, dengan penyediaan pengalaman yang dipersonalisasi sebagai faktor utama

Tren dan Perubahan Konsumen

  • Total jumlah pelanggan di pasar mewah berkurang 50 juta orang, menjadi total 350 juta
  • Kelompok pelanggan tertinggi (VIP) menyumbang 45% dari total konsumsi (naik dari 35% pada 2021)
  • Loyalitas konsumen Gen Z terhadap merek mewah menurun, dan lebih terlihat jelas di Barat serta Jepang
  • Lebih dari 50% konsumen menganggap harga merek mewah terlalu tinggi

Prospek Setelah 2025

  • Pada 2025, pasar mewah diperkirakan mengalami pertumbuhan rendah (0~4%), dan hingga 2030 diproyeksikan tumbuh 4~6% per tahun
  • Kanal online dan toko mono-brand akan menjadi kanal distribusi utama hingga 2030
  • Penyediaan pengalaman yang dipersonalisasi dengan memanfaatkan AI dan inovasi teknologi akan muncul sebagai daya saing utama
  • Merek perlu memperkuat identitas, membangun ikatan emosional dengan pelanggan, serta menawarkan produk dan pengalaman yang terdiferensiasi

Kesimpulan

  • Pasar mewah sedikit melambat pada 2024, tetapi dalam jangka panjang diperkirakan tumbuh hingga mencapai €2~2,5 triliun pada 2030
  • Merek perlu melakukan penataan ulang strategis untuk pertumbuhan berkelanjutan melalui inovasi teknologi, kreativitas, dan penguatan hubungan dengan konsumen

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.