- Di
X.com, algoritme dan akun populer diam-diam memanipulasi eksposur konten
- Bukti sosial dimanipulasi berdasarkan kedekatan dengan para influencer, bukan opini publik yang nyata
- Melalui reaksi berantai persepsi, narasi tertentu secara bertahap diperkuat dan disebarkan
- Dulu Astroturfing dilakukan dengan akun palsu, tetapi kini pengguna nyata yang terseleksi dimanfaatkan
- Orang-orang percaya mereka memilih sendiri, padahal sebenarnya pilihan mereka disesuaikan oleh algoritme
Otoritas algoritme
- Pengguna berpengaruh dan rancangan algoritme rekomendasi diam-diam mengatur apa yang dilihat orang, apa yang mendapat perhatian, dan apa yang tenggelam
- Jika akun dengan 219 juta pengikut hanya 'mute' sebuah akun kecil, tayangan akun kecil itu bisa anjlok dari 150.000 menjadi 20.000 hanya dalam satu hari
- Ini adalah salah satu bentuk shadowban yang dilakukan oleh algoritme, bukan karena pelanggaran aturan yang eksplisit atau pemberitahuan resmi
- Sebaliknya, jika akun berpengaruh memberi sinyal positif, konten akan menyebar cepat dan tingkat pengenalannya meningkat
- Bahkan sekadar like atau komentar berulang pun dapat berperan sebagai AstroBoost™, menciptakan kesan ramai yang palsu dan memicu amplifikasi
Rekayasa sosial atas bukti sosial
- Bukti sosial di masa lalu mencerminkan kebijaksanaan kolektif, tetapi kini persetujuan algoritmis menjadi faktor utama
- Hanya dengan satu interaksi dari akun berpengaruh, popularitas sebuah konten bisa terdistorsi
- Akibatnya, popularitas buatan terbentuk, narasi yang dipilih algoritme ditonjolkan, dan ide-ide yang muncul secara alami terkubur
- Ini bukan didefinisikan sebagai penipuan, melainkan sebagai infrastruktur pengaruh
Reaksi berantai persepsi
- Tanpa perlu menghapus atau memblokir konten, visibilitas dikurangi hanya dengan menurunkan prioritasnya di dalam feed
- Dengan cara ini, konten secara alami jadi lebih jarang terlihat dan kehilangan keberadaannya
- Sebaliknya, konten yang menerima sinyal positif memicu reaksi berantai, menyebar ke berbagai akun serupa, dan narasi yang sama berulang kali diperkuat
- Pengguna menganggap proses ini alami, padahal sebenarnya itu adalah hasil yang sudah lebih dulu difilter dan diperingkatkan
Astroturfing 2.0
- Astroturfing di masa lalu memanfaatkan akun palsu dan bot, tetapi sekarang memanfaatkan pengguna nyata yang dipilih
- Akun elite mengaktifkan algoritme, dan pengguna lain terseret dalam gelombangnya
- Ini bukan cara untuk menipu kerumunan, melainkan cara untuk mengarahkan kerumunan
- Dengan memperkuat secara selektif pengguna nyata dan partisipasi nyata, terbentuk ilusi persetujuan yang meluas
- Konten yang tetap hidup dan bertahan di feed itulah yang kemudian dipersepsikan sebagai "konsensus"
Yang terlihat dan yang tak terlihat
- Manipulasi persepsi dalam skala besar menentukan apa yang dilihat, dibeli, didukung, dan diabaikan orang
- Ini bukan sekadar mendistorsi perhatian, tetapi juga mengatur hasil akhirnya
- Kebenaran tidak lagi ditentukan oleh 'apa yang nyata', melainkan oleh 'apa yang ditampilkan'
- Apa yang tidak ditampilkan sama saja dengan tidak ada
- Fenomena ini bukan hanya masalah satu jejaring sosial saja
Lampiran: yang berisik selalu runtuh lebih dulu
- Pengaruh yang paling efektif tidak terlihat, diam-diam menggeser persepsi hanya dengan satu sinyal algoritmis
- Pihak yang berusaha mengendalikan segalanya secara terang-terangan akan mudah ketahuan dan tidak akan bertahan lama
- Sebaliknya, yang bertahan adalah pihak yang memanipulasi pilihan-pilihan yang tersedia sambil membuat orang percaya bahwa mereka memilih sendiri
2 komentar
Terlepas dari benar atau tidaknya isi tulisan itu, dari pengalaman saya menggunakan Twitter, bukan hanya feed tetapi juga balasan yang terlihat lebih dulu ternyata bukan berdasarkan jumlah like atau retweet, melainkan dari yang memiliki jumlah pengikut lebih banyak.
Pendapat dari orang yang pengaruhnya sudah besar (pengikutnya banyak) saja yang terlihat, sehingga puluhan atau ratusan pendapat yang tenggelam di bawahnya, entah mendapat like atau tidak, jadi sangat kecil kemungkinan untuk dilihat.
Sebenarnya, bahkan di luar SNS pun, pola eksposur seperti ini sudah diadopsi di banyak tempat. Mungkin kita perlu secara sadar berusaha mencari sebanyak mungkin pendapat yang berbeda sebagai salah satu kebajikan dasar yang wajib dimiliki saat menggunakan internet.
Komentar Hacker News