Ringkasan keseluruhan
- Muncul kemungkinan bahwa representasi visual Bima Sakti (Milky Way) telah ditemukan dalam penggambaran dewi langit astronomi Mesir kuno, 'Nut'.
- Pada beberapa peti mati dan langit-langit makam, muncul lengkungan yang menyerupai 'Great Rift' di Bima Sakti, yang menyiratkan keterkaitan simbolis antara Nut dan Bima Sakti.
- Berdasarkan analisis literatur serta bukti visual, peneliti menyimpulkan bahwa Nut tidak merepresentasikan Bima Sakti itu sendiri, melainkan salah satu benda langit yang digambarkan di atas tubuhnya.
① Latar belakang penelitian dan penggambaran dewi Nut
- Astronom Dr. Or Graur menganalisis 125 gambar dewi 'Nut' dari 555 peti mati Mesir kuno berusia 5.000 tahun.
- Nut adalah dewi langit, digambarkan telanjang dalam bentuk lengkung seperti busur, dan tubuhnya tertutup bintang atau cakram matahari.
- Ia melambangkan langit dan berperan dalam siklus menelan matahari saat terbenam lalu melahirkannya kembali pada pagi hari.
② Bukti visual dan analisis konkret
- Pada peti mati Nesitaudjatakhet, sebuah garis lengkung hitam yang melintasi tubuh Nut mengingatkan pada Great Rift di Bima Sakti.
- Lengkungan serupa juga ditemukan pada langit-langit beberapa makam di Lembah Para Raja (misalnya Ramesses VI, Seti I).
- Ini adalah penggambaran yang tidak umum, dan mendukung gagasan bahwa Nut sendiri bukanlah Bima Sakti, tetapi Bima Sakti muncul sebagai elemen dekoratif pada tubuhnya.
③ Penelitian sebelumnya dan kesimpulan peneliti
- Dalam penelitian tahun 2024, melalui teks Mesir kuno dan simulasi astronomi, diajukan bahwa Bima Sakti menekankan peran Nut.
- Saat itu ditafsirkan bahwa Bima Sakti membentang melintasi langit sepanjang musim dingin dan musim panas, mengikuti lengan dan punggung Nut.
- Melalui penelitian visual kali ini, disimpulkan bahwa Nut dipahami sebagai 'langit itu sendiri', yang tubuhnya dihiasi berbagai benda langit termasuk Bima Sakti.
Belum ada komentar.