10 poin oleh GN⁺ 2025-05-16 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Shopify dan Duolingo berturut-turut menyatakan strategi organisasi “AI-first”, dan desain konten juga perlu bersiap menghadapinya
  • Lebih dari sekadar menggunakan alat, kemampuan membangun sistem dan menjaga kualitas muncul sebagai peran inti desainer konten
  • Dalam lingkungan AI, struktur konten modular, perancangan data pelatihan AI, dan sistem evaluasi kuantitatif menjadi semakin penting
  • pemikiran sistem, literasi AI, kolaborasi, dan tata kelola konten dituntut sebagai kompetensi inti yang baru
  • Desain konten harus berevolusi dari sekadar menulis copy menjadi penanggung jawab strategis yang menjaga keandalan produk dan pengalaman pengguna

Sinyal dari deklarasi “AI-first” bagi desain konten

Kondisi adopsi AI di industri desain konten saat ini

  • Sebagian besar desainer konten sedang secara eksperimental menggunakan AI untuk ideasi atau tugas-tugas sederhana
  • Sebagian lainnya melatih model secara langsung, atau memanfaatkan AI sebagai alat skala untuk desainer lain
  • Di Button Conference pun ada sesi khusus AI, yang mencerminkan minat industri yang semakin mendalam

AI mengubah cara pengembangan produk itu sendiri

  • Berkat alat no-code dan alat AI, desainer konten pun dapat membuat prototipe dengan cepat
  • Karena itu, pergeseran menuju budaya pengembangan yang berfokus pada kecepatan dan eksperimen makin cepat
  • Jika struktur organisasi atau sistem desain lama tidak mampu mengikutinya, kekacauan dan runtuhnya konsistensi akan terjadi
  • Struktur konten yang jelas, pola yang dapat diulang, dan perancangan pesan yang strategis bukan lagi “opsional”

> Muncul tantangan untuk menjaga kualitas di tengah kecepatan tinggi

Apa yang perlu dilakukan desain konten dalam lingkungan “AI-first”

  • 1. Merancang sistem modular

    • Desainer konten harus membuat struktur konten yang dapat digunakan ulang
    • Contoh: memisahkan pesan error menjadi “apa yang salah / mengapa ini penting / apa yang harus dilakukan pengguna”
    • Ini menjadi fondasi agar AI dapat memperluas konten secara konsisten
  • 2. Melatih sistem AI

    • AI tidak secara alami memahami emosi, brand voice, atau standar aksesibilitas
    • Desainer konten harus merancang contoh, pedoman, dan kriteria evaluasi yang dapat mengajarkan hal-hal tersebut kepada AI
    • Style guide untuk manusia tidak cukup bagi AI, sehingga perlu diubah ke bahasa aturan yang bisa dipahami mesin
    • Ini bukan sekadar “menulis”, melainkan perluasan abstrak dari desain konten
  • 3. Evaluasi dan pengendalian kualitas

    • Meski konten ditulis AI, ulasan akhir oleh manusia tetap wajib
    • Perlu menetapkan kriteria peninjauan dengan item seperti berikut:
      • Kesesuaian kondisi emosional dan tone
      • Kecocokan dengan merek dan konteks
      • Jaminan inklusivitas dan aksesibilitas
      • Kepatuhan pada standar hukum/etika
    • Di area berisiko tinggi (onboarding, pembayaran, rekomendasi, dan lain-lain), checkpoint review wajib ada
    • Menetapkan feedback loop dan metrik pengukuran juga penting: skor kejelasan, tingkat penurunan permintaan dukungan pelanggan, dll.

Pentingnya pemikiran sistem

  • Dalam pengembangan produk berbasis AI, “kecepatan tanpa struktur” akan langsung berujung pada kegagalan
  • Desainer konten harus menjadi bukan sekadar penulis, tetapi perancang sistem konten yang dapat diskalakan
  • Jika struktur konten yang dapat digunakan ulang tidak didefinisikan lebih dulu, AI akan menggandakan kebingungan dalam skala besar
  • Kumpulan keterampilan penting:
    • Literasi AI (memahami cara kerja model, merancang prompt, mengevaluasi hasil)
    • Kolaborasi lintas fungsi (bekerja sama dengan PM, engineer, researcher, tim legal, dll.)
    • Tata kelola konten (membangun sistem pengendalian kualitas dalam skala besar)
    • Kepemimpinan perubahan di dalam organisasi (mendorong dan merancang praktik AI yang bertanggung jawab)

Tanggung jawab baru desainer konten

  • Adopsi AI mungkin bukan sekadar tren sesaat
  • Namun sekalipun ternyata bukan, keterampilan ini tetap sangat layak untuk dipelajari
  • Desain konten kini berevolusi dari kalimat di satu layar menjadi peran yang menjaga pengalaman pengguna dan keandalan seluruh produk

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.