33 poin oleh GN⁺ 2025-05-25 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Tulisan yang baik memenuhi salah satu dari dua hal ini, atau keduanya sekaligus: kalimatnya mengalir dengan baik dan memuat ide yang benar
  • Proses mengejar kealamian bunyi kalimat sekaligus meningkatkan ketepatan dan kedalaman ide
  • Batasan yang muncul saat merevisi tulisan tidak membuat isinya lebih buruk, melainkan justru mengarahkannya ke arah yang lebih baik
  • Susunan kalimat yang berirama bersentuhan dengan hakikat ide, sehingga menghasilkan tulisan yang mudah dibaca dan mudah ditinjau
  • Semakin tinggi kesesuaian antara isi dan ungkapan, semakin tinggi pula koherensi dan kebenarannya; pada akhirnya keduanya terhubung menjadi satu

Good Writing

Dua kriteria tulisan yang baik

  • Tulisan yang baik dapat memiliki dua sisi: kalimat yang enak didengar dan ide yang benar
  • Sekilas keduanya tampak tidak berkaitan, seperti kecepatan dan warna pada mobil, tetapi sebenarnya sangat erat hubungannya
  • Dalam proses memperbaiki kalimat agar lebih enak didengar, ide menjadi lebih jelas dan dipoles agar lebih meyakinkan

Proses membentuk kalimat yang baik sambil merapikan ide

  • Saat mengerjakan tata letak buku, saya sering mengalami bahwa ketika memendekkan kalimat agar muat di halaman, tulisannya justru menjadi lebih baik
  • Ini bukan kebetulan, karena dalam banyak kasus ada kecenderungan untuk tertata ke bentuk yang sedikit lebih baik bahkan di bawah berbagai batasan
  • Seperti prinsip benda di dalam kotak yang diguncang lalu tersusun makin rapat, dalam proses memoles kalimat, ide pun ikut dimurnikan

Tulisan yang mudah dibaca = ide yang mudah ditinjau

  • Jika kalimat mengalir secara alami, beban saat membaca berkurang
  • Karena itu, penulis sendiri menjadi lebih mudah membaca ulang tulisannya berulang kali dan menemukan kesalahan
  • Karena waktu untuk membaca dan memperbaiki ulang jauh lebih banyak daripada waktu untuk menulis, tulisan yang mudah dibaca akan berujung pada tulisan yang lebih baik

Irama dan struktur pemikiran

  • Tulisan yang baik pada umumnya memiliki irama yang bagus
  • Bukan irama teratur seperti musik, melainkan aliran alami yang mengikuti struktur pemikiran
  • Kalimat pendek cocok untuk mengungkapkan pikiran yang sederhana, sedangkan kalimat panjang cocok untuk pikiran yang kompleks
  • Karena pikiran menyebar seperti cabang, tulisan berusaha mengekspresikannya dalam struktur linear, dan irama menjadi petunjuk untuk penyelarasan itu

Bunyi yang baik terhubung dengan kejujuran

  • Agar tulisan terdengar baik, pemikirannya harus tertata, sehingga koherensi internalnya menjadi tinggi
  • Untuk menulis kebohongan dengan indah, seseorang harus tenggelam sampai hampir mempercayai kebohongan itu; pada akhirnya itu tetap hanya fiksi yang dirancang agar tampak seperti fakta
  • Sebaliknya, tulisan yang canggung dan tidak tertata kemungkinan besar menunjukkan bahwa idenya sendiri juga belum tertata

Tujuan menulis dan batasannya

  • Prinsip ini hanya berlaku pada tulisan yang digunakan dalam proses mengembangkan ide
  • Dalam tulisan yang sekadar menjelaskan hasil eksperimen atau karya yang sudah ada, korelasi ini lebih lemah
  • Karena itu, hanya dalam penulisan untuk 'mengembangkan' ide bunyi yang baik dan isi yang baik terhubung secara mendalam

Kesimpulan

  • Tulisan yang ditulis dengan serampangan kemungkinan besar juga memiliki kualitas ide yang rendah
  • Bunyi kalimat dan koherensi ide bukan dua sumbu yang terpisah, melainkan struktur seperti satu tali
    • Bukan seperti batang (rod), melainkan seperti tali (rope), yakni struktur yang terdiri dari banyak bagian yang saling terjalin
  • Seperti ketika menarik satu sisi lalu sisi lainnya ikut bergerak, saat ungkapan dipoles, pemikiran pun ikut dipoles
  • Tulisan yang baik berarti keadaan ketika ungkapan dan isi sama-sama telah dimurnikan

Catatan kaki

  • Saat mencoba menyisipkan isi baru di tengah, alur tulisan bisa rusak. Ini berasal dari perbedaan antara struktur pemikiran (bentuk pohon) dan struktur tulisan (linear). Dalam kasus seperti itu, catatan sering dipakai sebagai pelengkap
  • Batasan eksternal yang berlebihan (misalnya memaksa jumlah suku kata) justru bisa merusak tulisan dan ide
  • Dalam proses memperbaiki tulisan, kadang ditemukan bahwa bagian yang terasa canggung, seperti masalah pengulangan, memang terkait dengan masalah pada ide itu sendiri

1 komentar

 
GN⁺ 2025-05-25
Komentar Hacker News
  • Saya tidak melihat gaya membuat isi menjadi lebih benar seperti yang diyakini PG, misalnya dengan menulis kalimat pendek; sebaliknya, saya percaya gaya yang lebih kaya—tidak pendek, tidak juga terlalu berbunga-bunga, dan punya lebih banyak kemungkinan—mencerminkan cara berpikir yang kurang klise serta menyampaikan lebih banyak sinyal Contohnya, ada tulisan penulis Italia Giuseppe Pontiggia tentang Nobel Sastra yang setiap tahun tidak jatuh kepada Borges, dengan ungkapan: “Setiap tahun Akademi Swedia memberikan dua hadiah, satu kepada pemenang, dan satu lagi dengan tidak memberikannya kepada Borges” Gaya seperti ini mengungkapkan jauh lebih banyak daripada sekadar mengatakan “tahun ini pun Borges tidak mendapatkannya” Sebagian besar tulisan PG menurut saya isinya bagus, tetapi setelah menerjemahkan beberapa secara langsung, saya merasa gayanya lemah; maksudnya tersampaikan, tetapi ada batas karena tidak melampaui struktur yang sederhana Gaya setingkat Pontiggia tidak dihasilkan oleh proses dalam tulisan ini, melainkan lewat proses yang sangat berbeda yang hanya bisa didekati penulis terbaik
    • Saya merasakan kemiripan dengan kalimat di karya Douglas Adams: “Kapal-kapal antariksa melayang di langit dengan cara yang sangat mirip seperti batu bata tidak melayang di sana” Kalau lelucon diuraikan dengan cara seperti ini, pembaca akan mengingatnya lebih lama dan merasa dirinya pintar

Gaya Paul yang mulus membantu menyampaikan konsep, tetapi dampaknya jadi kurang membekas

  • Saya menggambarkan gaya PG sebagai 'inverse purple prose' Kalimat yang terlalu disederhanakan justru lebih menonjol daripada isinya dan membuat buyar Pendekatan sederhana yang hanya mementingkan jumlah kata minimum malah terasa menambah beban kognitif; otak kita terbiasa dengan tingkat kompleksitas yang seimbang
  • Ada juga ruang untuk menafsirkan sebaliknya Maksudnya, semacam “tidak jelas apakah tulisan yang keren itu benar, tetapi tulisan yang canggung sering kali berarti idenya sendiri juga salah” Bagian ini mirip dengan kalimat dalam film Palombella Rossa: “Siapa yang berbicara dengan buruk, berpikir dengan buruk, dan hidup dengan buruk. Kata-kata itu penting!” Karena contoh-contohnya banyak yang Italia, mungkin agak terasa asing bagi audiens internasional
  • Jika ingin mencari kutipan asli, konon blog ini menampilkan sebagian sebagai pratinjau Mungkin itu tulisan di surat kabar 'Il sole 24 ore' edisi 21 Juni 2009
  • Jika memasukkan terlalu banyak tanda kurung ke dalam tulisan, secara objektif tulisan itu menjadi lebih buruk
  • Saya rasa Paul Graham buruk dalam membuat kalimat, dan idenya juga payah Karena dia tidak punya keahlian baik dalam kalimat yang bagus maupun ide yang layak, saya tidak melihat dia punya kapasitas untuk membahas topik seperti ini
    • Saya ingat beberapa jam lalu Anda mengeluh di tempat lain bahwa forum ini sudah menjadi terlalu sinis dan pahit
  • Saya setuju dengan bagian bahwa endnote bermakna sebagai alat untuk menuangkan ide yang berbentuk pohon ke dalam esai linear Itu mengingatkan saya pada David Foster Wallace yang mengasah ide dengan gigih sambil memakai sangat banyak endnote Saya setuju dengan sebagian argumen PG, tetapi di antara insinyur-insinyur hebat ada banyak orang yang punya ide luar biasa dan kemampuan eksekusi tinggi, namun tidak mampu menyampaikan pikirannya dengan baik Artinya, dalam praktiknya kebenaran mereka terbukti lewat hasil yang mereka buat, tetapi ketika dituangkan dalam tulisan hasilnya jadi canggung Pidato penghormatan untuk JFK terdengar indah, tetapi setelah emosinya hilang, pesan intinya tidak tersisa sehingga cepat terlupakan Dibandingkan video pidato JFK, ‘This Is Water’ dari DFW terasa kurang indah secara bahasa, tetapi lebih kuat dalam ketulusannya Gagasan PG terasa tidak cocok untuk pidato lisan; saya ingin memperkenalkannya sebagai contoh tandingan terhadap rumus 'kebenaran = keindahan'
    • Saya menganggap ide berbentuk pohon bisa menyatu secara alami ke dalam esai teks linear, jadi saya tidak setuju dengan klaim bahwa endnote mutlak diperlukan untuk pengembangan Kalimat pertama tiap paragraf memuat topik, lalu sesudahnya diperluas dengan rincian; itu dasar dari esai Catatan kaki hanya berguna saat melengkapi informasi yang tidak terkait dengan argumen utama atau mengarahkan ke bahan bacaan tambahan Jika catatan kaki dipakai sebagai sarana mengembangkan argumen utama, lebih baik dimasukkan ke tubuh teks atau dihapus saja
  • Saya termasuk yang percaya bahwa kalau Graham tidak kaya, tidak akan ada yang membaca atau memuji tulisannya Bahkan saya berharap dia setidaknya menjalankan pemeriksa ejaan
    • Saat dia mulai menulis dulu, kemungkinan dia belum sekaya itu Orang kaya lain juga menulis, tetapi tak ada yang membaca tulisan mereka
  • Inti di sini adalah bahwa menulis secara berulang bukan hanya meningkatkan kemampuan menyusun kalimat, tetapi juga mengembangkan inti idenya Kalau ingin menulis dengan baik, penyuntingan berulang dan umpan balik itu wajib Keduanya ternyata terhubung lebih erat daripada yang diduga Namun ironisnya, esai PG kali ini terasa tidak seperti biasanya karena sulit dipahami, dan rasanya bisa dibuat lebih ringkas
  • Terhadap klaim “tulisan yang terdengar bagus lebih mungkin benar”, kalau yang dia maksud adalah verisimilitude atau kesan kemiripan dengan kebenaran, saya agak setuju Tetapi secara filosofis, banyak diktator yang fasih berbicara, sementara pesannya mengerikan Di antara sekian banyak novel, kita tidak bisa mengatakan bahwa karena kalimatnya indah maka ia lebih benar secara nyata Saya menghormati Paul karena sungguh-sungguh berusaha mencari kebenaran, tetapi dalam esai ini dia sebenarnya hanya berbicara tentang 'bentuk' kebenaran Tulisan yang baik memang membuat sesuatu tampak lebih dekat dengan kebenaran, tetapi itu tidak terhubung langsung dengan kebenaran yang esensial; ini lebih berkaitan dengan cara penyampaian ide
    • Menanggapi poin bahwa diktator terdengar bagus tetapi pesannya mengerikan, sesuatu yang mengerikan belum tentu tidak faktual Sebagian orang yang mengerikan justru memakai kebenaran secara jahat
    • Istilah 'mengerikan' tidak berarti pesannya tidak tersampaikan dengan baik Tujuan menulis yang baik pada akhirnya adalah menyampaikan pesan secara efektif
  • Saat mengerjakan tata letak, jika ada paragraf yang kelebihan satu baris, saya biasanya memendekkan kalimat untuk menghilangkan satu baris itu Fenomena bahwa batasan seperti ini justru membuat tulisan lebih baik sudah lama dikenal luas Dalam penyuntingan terbitan ada istilah 'Widows, Orphans, Runts' (wiki) Pada akhirnya, tulisan yang tampak lebih enak dilihat juga lebih mudah dibaca Ucapan “penulis adalah pembaca pertama” juga menarik karena mirip dengan perkataan musisi jazz Winton Marsalis bahwa “musik selalu untuk pendengar, tetapi pendengar pertamanya adalah pemainnya sendiri” (video) “Tidak bisa dipastikan bahwa tulisan yang bagus itu benar, tetapi tulisan yang buruk sering kali isinya juga salah” Yang saya sayangkan, bantahan terhadap pandangan ini baru menjadi jelas di bagian akhir, padahal kalau disampaikan sejak awal saya mungkin akan lebih merasa terhubung secara mendalam Di awal rasanya seperti umpan, dan setelah selesai membaca sedikit terasa seperti dikerjai
    • Sejujurnya, saya sudah menulis 12 buku, tetapi hampir tidak pernah mengalami masalah typesetting widow dan orphan Dengan program tata letak yang bagus seperti LaTeX atau Typst, itu cukup bisa diatasi
  • Keyakinan bahwa “tulisan yang terdengar bagus lebih mungkin benar” adalah gagasan yang berbahaya di zaman sekarang, ketika fakta dan kebohongan bercampur Karena kenyataannya, informasi palsu yang terdengar meyakinkan dan dihasilkan AI makin banyak
    • Ini mengingatkan pada efek rhyme-as-reason Bias kognitif ketika sesuatu yang berima terasa lebih masuk akal sebagai alasan
    • Dengan mengutip Marx tentang Proudhon—“di Prancis, dia bisa dianggap filsuf yang baik sehingga tak harus mengerti ekonomi, dan di Jerman, ekonom yang hebat sehingga tak harus mengerti filsafat”—saya jadi memikirkan lagi reputasi Paul sebagai pemikir besar di industri teknologi dan hakikat dari penilaian itu
  • Tulisan ini salah dalam terlalu banyak hal sampai rasanya hampir seperti karya seni Setiap argumen inti untuk membela dirinya sendiri justru menjadi contoh tandingannya Misalnya, bayangkan orang bodoh yang sudah 30 tahun bertani menulis kiat bertani; meski kemampuan kalimatnya buruk, besar kemungkinan isinya tetap faktual Artinya, menyampaikan fakta dengan tulisan yang buruk itu sangat mungkin Kalau orangnya bodoh, ya dia akan menulis dengan bodoh
    • Kita perlu memikirkan apa yang sebenarnya dikejar PG Di permukaan dia bicara tentang 'ide yang benar' atau 'alur yang baik', tetapi pada dasarnya yang dimaksud adalah ‘daya persuasi’, yakni retorika yang efektif untuk khalayak luas Seperti pesan sederhana yang lebih laku daripada pesan rumit di hadapan publik, ‘tulisan yang baik’ harus memberi sesuatu kepada pembaca, bukan hanya menuntut secara sepihak
  • Klaim “kalau tidak benar, tidak bisa terdengar bagus” tidak sesuai dengan realitas era LLM AI memproduksi informasi yang salah dengan penuh percaya diri dalam jumlah melimpah Tulisan ini sendiri menurut saya juga terlepas dari kenyataan era AI Di dunia tempat kemampuan menulis yang baik sudah makin merata, ide yang baik sendiri masih tetap hidup, tetapi jika ekspresi idenya kurang, bekerja sama dengan LLM akan memberi hasil lebih baik daripada penyuntingan diri berulang Kalau menulis untuk merapikan pikiran sendiri, seperti journaling, saya rasa logika dalam tulisan utama lebih bermakna