Optimisme Membentuk Realitas: Cara Eksekusi Supercepat Alexandr Wang, CEO Scale AI [Artikel terjemahan]
(blogbyash.com)Optimisme Membentuk Realitas: Psikologi Eksekusi Supercepat
-
Latar belakang tulisan
- Tulisan ini membahas cara mempertahankan kemampuan eksekusi cepat startup dan dorongan yang menopangnya, berdasarkan memo yang dikirim CEO Scale AI, Alexandr Wang, kepada tim Scale AI pada 2019.
- Tujuan: membangun “organisasi tempat anggota tim ke-N pun bisa bekerja seberdampak anggota tim ke-10.”
-
Argumen inti
- Perkiraan durasi (scope) dan optimisme sangat memengaruhi kecepatan eksekusi yang sebenarnya.
- Jika berpikir “pekerjaan ini akan memakan waktu lama”, maka benar-benar akan lama; jika berpikir “ini akan cepat selesai”, maka akan selesai lebih cepat (= perkiraan durasi memengaruhi durasi aktual).
-
Dasar empiris
- Histogram catatan maraton: catatan menumpuk di sekitar target waktu seperti 3 jam, 4 jam, dan seterusnya. Orang mengerahkan upaya luar biasa agar sesuai dengan target.
- Kasus lari satu mil 4 menit: setelah rekor yang semula tampak mustahil itu berhasil dipecahkan sekali, banyak orang kemudian berhasil menyusul.
- Tenggat tugas mahasiswa: kebanyakan menyelesaikan tugas tepat menjelang tenggat. Hari tenggat berfungsi sebagai baseline yang menentukan perilaku.
-
Efek Limbo (Limbo Effect)
- Manusia sangat mahir menyesuaikan perilaku dengan baseline seperti perkiraan durasi atau tenggat.
- Begitu perkiraan durasi diperkenalkan, orang akan bekerja menyesuaikan waktu itu, dan rata-rata kecepatan eksekusi keseluruhan pun melambat.
- “Di mana pun baseline ditempatkan, kita sangat pandai lolos tepat di bawahnya.”
-
Dampak penetapan target yang optimistis
- Jika target ditetapkan dengan perkiraan durasi yang sangat optimistis (misalnya waktu cepat setara 10% teratas), eksekusi benar-benar menjadi lebih cepat.
- Ini adalah bukti empiris bahwa optimisme mengubah realitas.
-
Jebakan di organisasi nyata
- Kebanyakan tim menetapkan perkiraan durasi secara longgar (pesimistis) karena “risiko gagal” → kecepatan eksekusi menurun.
- Akibatnya, hal-hal kecil pun memakan waktu berminggu-minggu, dan energi tim pun menguap.
-
Kesimpulan dan panduan praktik
- Prinsip Scale AI: “Naikkan tempo (Up the tempo)”, “Ambisi membentuk realitas (Ambition shapes reality)”.
- Mengeksekusi secepat mungkin dan menetapkan target optimistis adalah satu-satunya cara untuk mengatasi efek limbo.
- “Saat Anda bekerja dengan orang-orang yang benar-benar hebat, jika Anda mengharapkan hal-hal besar dari mereka, mereka benar-benar akan menghasilkan hal-hal besar.” — kutipan Steve Jobs.
Poin ringkas
- Kecepatan eksekusi ditentukan oleh baseline psikologis (perkiraan durasi, optimisme).
- Penetapan target yang optimistis benar-benar mengubah kenyataan.
- Bagi para eksekutor dan pencipta, yang terpenting adalah membiarkan optimisme mengubah realitas.
Belum ada komentar.