- Pertanyaan inti bagi seorang engineering manager adalah seberapa jauh harus terlibat dalam coding, dan ini bukan sekadar soal preferensi pribadi atau alokasi sumber daya, melainkan persoalan positioning
- Positioning adalah konsep yang berasal dari kepemimpinan militer, dan efektif bila mampu menjaga keseimbangan antara situational awareness dan operational clarity
- Empat area positioning:
- Mode krisis (situational awareness rendah, operational clarity rendah) → belajar & menstabilkan
- Ambigu (situational awareness tinggi, operational clarity rendah) → memimpin dengan memberi teladan
- Blind flight (situational awareness rendah, operational clarity tinggi) → coding secara pasif
- Kejelasan (situational awareness tinggi, operational clarity tinggi) → memberi arah strategis
- Dalam jangka panjang, situational awareness sebagai prioritas adalah fondasi keberhasilan tim, dan coding digunakan pada momen tertentu sebagai alat strategis untuk memperoleh situational awareness serta mendukung tim
- Yang penting bukan menemukan jawaban yang tetap, melainkan menyesuaikan posisi secara fleksibel mengikuti perubahan lingkungan
Konsep positioning
- Positioning adalah menentukan di mana seorang pemimpin harus berada untuk menjalankan command and control
- Jika terlalu maju ke garis depan, ia akan tenggelam dalam detail; jika terlalu jauh di belakang, ia tidak dapat memahami kondisi aktual sehingga kemampuan memimpinnya melemah
- Engineering manager juga perlu mengubah pertanyaan dari “haruskah saya coding?” menjadi “di posisi mana saya harus berada agar tim bisa berhasil?”
Kerangka positioning
- Dua sumbu: situational awareness dan operational clarity
- Empat area:
- Mode krisis (Low SA, Low OC)
- Baik manajer maupun tim sama-sama kurang memahami situasi, dan eksekusi terputus
- Prioritaskan stabilisasi dengan menetapkan tujuan jangka pendek, lalu lakukan coding langsung untuk membangun pemahaman teknis dan pemahaman terhadap tim
- Ambigu (High SA, Low OC)
- Manajer memiliki pemahaman tinggi, tetapi tim masih bingung
- Bekerja langsung bersama tim, memberi teladan, serta membangun kepercayaan dan rasa tanggung jawab
- Blind flight (Low SA, High OC)
- Tim bergerak dengan baik, tetapi manajer kurang memiliki pemahaman teknis
- Peroleh pemahaman dengan cepat melalui coding terbatas seperti perbaikan bug dan dukungan production
- Kejelasan (High SA, High OC)
- Kondisi ideal; manajer fokus pada strategi, manajemen risiko, dan pembangunan budaya
- Namun lengah tetap berbahaya, sehingga keterlibatan coding terbatas bisa dilakukan untuk mendeteksi perubahan
Positioning bersifat dinamis
- Area dapat berubah tergantung kondisi tim dan lingkungan eksternal
- Gangguan mendadak → beralih ke mode krisis
- Perubahan arah bisnis → berpindah ke area ambigu
- Karena itu, manajer perlu terus-menerus memeriksa dan menyesuaikan posisinya, alih-alih bertahan di satu posisi tetap
Prioritas situational awareness
- Dalam jangka panjang, memperkuat situational awareness adalah tugas prioritas
- Situational awareness harus menjadi fondasi agar tujuan dan peran dapat didefinisikan dengan jelas
- Coding adalah sarana yang berguna untuk memperoleh situational awareness dengan cepat atau langsung menyelesaikan masalah tim
Kesimpulan
- Tidak ada jawaban pasti tentang seberapa banyak engineering manager harus coding
- Yang penting adalah mendiagnosis kondisi tim saat ini (situational awareness vs operational clarity) dan mengambil positioning yang sesuai
- Coding efektif ketika digunakan bukan semata untuk produktivitas, tetapi sebagai alat kepemimpinan, dan melalui itu tim berkinerja tinggi dapat dibangun
Belum ada komentar.