1. Perbedaan antara prototipe dan kode produk
- Pengembangan prototipe berfokus pada hasil cepat (10 kali lebih cepat), sedangkan kode produk harus mempertimbangkan skalabilitas, stabilitas, dan juga debugging
2. Produktivitas dan kebiasaan pribadi
- Pekerjaan harus didefinisikan sebagai satu tindakan spesifik agar bisa dieksekusi tanpa perlu konfirmasi ulang
- Kelola daftar tunggu agar status tugas permintaan tercatat dan terlacak dengan jelas
- Kelola agenda untuk mencegah komunikasi yang tidak efisien, dan selesaikan isu sekaligus dalam satu waktu
- Jalankan tujuan paling prioritas di pagi hari, saat otak berada dalam kondisi optimal
- Informasi yang berulang kali disampaikan perlu didokumentasikan agar terotomatisasi
- Rasa syukur meningkatkan energi positif dan kemampuan memecahkan masalah
- Untuk ucapan terima kasih, balas hanya dengan ‘terima kasih’
- Mengelola energi adalah jalan pintas terbaik menuju performa tertinggi
3. Kebiasaan dalam operasional organisasi
- Mendapatkan persetujuan dan keterlibatan tim adalah inti kepemimpinan
- Kejelasan dan ketegasan lebih penting daripada kerendahan hati
- Sebelum mengumpulkan pendapat, pemimpin tidak boleh lebih dulu mengungkapkan pendapat pribadinya; semua orang dianjurkan menulis secara terpisah dan bersamaan
- Kesepakatan (Consensus) harus didokumentasikan secara spesifik dan jelas, termasuk DRI (penanggung jawab langsung) dan tenggat waktu
- Transparansi pemimpin dalam berbagi informasi adalah inti dari kepercayaan
- Kepemimpinan yang sadar berangkat dari pembelajaran, kesadaran emosi, dan rasa ingin tahu, bukan dari keinginan untuk memaksakan jawaban yang dianggap benar
- Mendengarkan yang sesungguhnya adalah mengulang ringkasan sampai lawan bicara berkata “ya, benar”, inti dari komunikasi
4. Infrastruktur dan proses
- Dokumentasikan "segala hal" dan bagikan melalui wiki agar onboarding bisa berlangsung cepat
- Tetapkan area of responsibility (AOR) untuk mencegah ‘tragedi kepemilikan bersama’
- Dokumentasikan proses dan tunjuk penanggung jawab cadangan untuk mencegah single point of failure
5. Kolaborasi dan tanggung jawab
- PM perlu mendorong empati tim pengembang melalui dokumentasi yang berpusat pada sudut pandang dan nilai bagi pengguna akhir
- Organisasi membutuhkan ‘akuntabilitas-pelatihan-transparansi’
- Akuntabilitas: memperjelas visi, eksekusi, dan hasil (OKRs/KPIs)
- Pelatihan: meninjau kondisi saat ini, mengusulkan perbaikan
- Transparansi: memberi umpan balik yang jelas tentang hal yang sudah baik dan yang perlu diperbaiki
6. OKR
- "Tujuan" adalah arah (satu kalimat yang menginspirasi), sedangkan "hasil kunci" perlu dikonkretkan sebagai metrik yang terukur
7. Pemasaran/produk
- Masuk ke pasar terdiri dari 4 tahap: memahami masalah, menganalisis kompetisi, mengembangkan produk, dan pemasaran taktis
- Perubahan hanya terjadi ketika pelanggan merasa bahwa solusi itu 10 kali lebih baik daripada yang sudah ada
Belum ada komentar.