Paradigma yang Didominasi 'Prediksi' di Era AI | Prediksi telah menjadi esensi zaman [Artikel terjemahan]
(blogbyash.com)Paradigma yang Didominasi 'Prediksi' di Era AI
-
Kebangkitan pasar prediksi - prediksi telah menjadi esensi zaman
- Kini, 'prediksi (Prediction)' telah menjadi inti dari seluruh penciptaan nilai dalam game, bisnis, budaya, dan lainnya di era AI, sekaligus memantapkan diri sebagai estetika baru.
- Arus ini merupakan kerangka ketiga yang sama pentingnya dengan modernisme dan postmodernisme, serta menentukan paradigma generasi kita.
- Seperti inovasi yang ada sebelumnya berakar pada postmodernisme seperti pengambilan risiko dan model layanan, prediksi bekerja sebagai perubahan yang membuka fase setelahnya.
-
Postmodernisme dan perubahan struktur bisnis
- Modernisme menekankan kemajuan, identitas nasional, dan tatanan yang terintegrasi menjadi satu, sedangkan postmodernisme bergerak menuju kemungkinan tak terbatas dari pengaturan serta struktur bisnis 'front/back of house' (misalnya Starbucks, Whole Foods).
- Produksi dan konsumsi estetika dikomodifikasi, sementara layanan dan budaya dipilah melalui pembagian kerja dan diabstraksikan.
-
Dari 'kemajuan' ke 'inovasi', lalu ke 'adopsi teknologi'
- Modernisme memandang kemajuan sebagai arus otomatis yang tak berhenti, tetapi dalam postmodernisme inovasi didefinisikan ulang sebagai proses menilai risiko dan mencobanya secara paralel.
- Belakangan ini, alih-alih inovasi atau kemajuan, konsep 'adopsi teknologi (adoption)' lebih dominan, dan pertanyaan esensialnya adalah 'kapan akan ikut bergabung'.
-
Sentralitas prediksi dalam budaya, komersial, dan estetika
- Budaya masa kini menekankan prediksi, spekulasi, dan partisipasi langsung terhadap masa depan (saham meme, taruhan, acara membalik rumah, dan lain-lain).
- Struktur umpan balik media sosial semakin mirip dengan pasar saham, dan dalam game, sneaker drop, dan lainnya, ekspektasi serta friksi itu sendiri telah menjadi konsumsi.
- Orang-orang menempatkan pusat pengalaman mereka pada pertanyaan meta: "apakah aku yang memprediksi, atau aku yang diprediksi?"
-
Definisi baru seni dan konten: keberhasilan atau kegagalan prediksi publik
- Seni AI tampak seperti awal yang sepenuhnya baru, tetapi pada kenyataannya dinilai sebagai tahap terakhir dari estetika postmodern.
- Kini, standar seni adalah ketika 'prediksi publik meleset jauh atau tepat secara besar', dan hasil itu sendiri menjadi karya (NFT, meme coin, kombinasi yang bersifat meme, dan lain-lain).
- Sebagai pengganti ungkapan Andy Warhol tentang "15 menit terkenal untuk semua orang", muncul metafora "setiap orang bisa menjadi investor dengan keuntungan 15x".
-
Kontrak prediksi – alat baru penciptaan nilai
- Seperti halnya paten pada era modernisme melambangkan kemajuan dan inovasi, kontrak prediksi (prediction contract) muncul sebagai alat khas zaman yang merangkum konsep 'prediksi'.
- Ini berbeda dari paten karena siapa pun bisa memasang uang dan berkontribusi langsung pada prediksi.
-
Makna personal dan kolektif dari kontribusi informasi
- Ke depan, bahkan jika AI mengambil alih sebagian besar kemajuan peradaban material, setiap individu akan memberi 'tatanan pada semesta' melalui prediksi dan pemberian informasi, serta mendefinisikan ulang makna keberadaannya.
- Gelombang spekulasi dalam budaya populer merupakan gerakan penemuan diri dan inovasi secara kolektif.
Belum ada komentar.