1 poin oleh GN⁺ 2025-11-04 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Pejabat hukum tertinggi militer Israel ditangkap atas tuduhan penipuan, penyalahgunaan wewenang, dan pembocoran rahasia jabatan setelah mengaku membocorkan kepada media video penyiksaan terhadap tahanan Palestina
  • Video tersebut terkait insiden di fasilitas penahanan militer Sde Teiman, tempat para tentara diduga memukuli dan melakukan kekerasan seksual terhadap seorang warga Palestina asal Gaza, dan korban dirawat di rumah sakit karena luka berat
  • Setelah video itu dipublikasikan, politikus sayap kanan dan opini publik menyebut para tentara sebagai “pahlawan” sambil menyerang tim penyidik sebagai “pengkhianat”, sehingga tuntutan untuk menghindari tanggung jawab hukum meluas
  • Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang supremasi hukum di Israel dan kemauan untuk mematuhi hukum internasional, sementara pemerintah mengkritik kebocoran video tersebut karena disebut telah menimbulkan “kerusakan besar” pada citra negara
  • Independensi sistem hukum militer dan argumen untuk mencegah campur tangan Mahkamah Pidana Internasional ikut terguncang, sembari memperlihatkan tidak adanya pertanggungjawaban atas korban sipil selama perang Gaza

Penangkapan pejabat hukum militer dan gambaran kasus

  • Polisi Israel menangkap pejabat hukum tertinggi militer Yifat Tomer-Yerushalmi
    • Ia mengaku telah membocorkan video yang memperlihatkan tentara memukuli seorang tahanan Palestina
    • Akibatnya, ia ditahan dengan tuduhan penipuan, pelanggaran kepercayaan, penyalahgunaan wewenang, dan pembocoran rahasia jabatan
  • Dalam surat pengunduran dirinya, Tomer-Yerushalmi menyatakan bahwa publikasi video itu adalah “langkah untuk meredakan serangan terhadap lembaga investigasi militer”
  • Kasus ini memunculkan pertanyaan serius tentang supremasi hukum di Israel dan akuntabilitas militer

Kasus penyiksaan di fasilitas penahanan Sde Teiman

  • Pada Juli 2024, jaksa menggerebek fasilitas penahanan militer Sde Teiman dan menangkap 11 tentara
    • Fasilitas ini terkenal buruk karena penyiksaan dan perlakuan abusif
  • Para tentara dituduh memukuli seorang warga Palestina asal Gaza dan melakukan kekerasan seksual anal
    • Korban dirawat di rumah sakit karena luka berat, termasuk patah tulang rusuk, kerusakan paru-paru, dan kerusakan rektum
  • Tomer-Yerushalmi memulai penyelidikan atas kasus tersebut, tetapi kemudian menghadapi penolakan keras dari kubu sayap kanan

Reaksi politik dan memanasnya opini publik

  • Politikus dan komentator sayap kanan menyebut para tentara sebagai “pahlawan” sambil menuntut penghentian penyelidikan dan pembatalan dakwaan
  • Sejumlah demonstran, anggota parlemen, dan menteri menerobos masuk ke pangkalan Sde Teiman dan berupaya menghambat penyelidikan
  • Perdana Menteri Netanyahu menyatakan bahwa “kasus ini telah menimbulkan kerusakan besar pada citra Israel dan IDF”
  • Setelah video itu bocor pada Agustus 2024, Tomer-Yerushalmi menyatakan bahwa tindakannya adalah “upaya untuk membantah propaganda palsu terhadap lembaga penegakan hukum militer”
  • Setelah itu, lima tentara didakwa atas penganiayaan berat dan penyiksaan berat, tetapi saat ini tetap bebas tanpa penahanan atau pembatasan hukum

Tekanan dan ancaman setelah pengunduran diri

  • Setelah fakta kebocoran video diketahui, tuntutan pengunduran diri dan ancaman daring terus bermunculan
    • Mobilnya ditemukan di sebuah pantai dekat Tel Aviv, sehingga sempat dilaporkan hilang
    • Tak lama setelah ia ditemukan, tokoh-tokoh sayap kanan mengunggah tulisan di media sosial yang menyerukan agar “lynching dilanjutkan”
  • Demonstran berkumpul di depan rumahnya sambil berteriak, “Kami tidak akan memberimu ketenangan”
  • Menteri Pertahanan Israel Katz menuduhnya “menyebarkan fitnah berdarah”

Implikasi terhadap supremasi hukum dan hukum internasional

  • Pemerintah dan militer Israel secara tradisional menjadikan keberadaan sistem peradilan yang independen sebagai dasar untuk menghindari penyelidikan berdasarkan hukum internasional
    • Jika penyelidikan dan penuntutan dapat dilakukan di dalam negeri, yurisdiksi pengadilan internasional menjadi terbatas
  • Tomer-Yerushalmi dilaporkan mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa “menunjukkan bahwa kita bisa menyelidiki sendiri adalah satu-satunya cara untuk mencegah proses hukum internasional”
  • Namun, selama dua tahun terakhir perang Gaza, meskipun terjadi kematian massal warga sipil, tidak ada dakwaan pembunuhan terhadap tentara
    • Hanya ada satu putusan bersalah atas kekerasan terhadap tahanan dalam penahanan
  • Akademisi Yagil Levy menunjukkan bahwa jabatan penasihat hukum militer selama ini dipandang sebagai “peran untuk melindungi tentara dari penuntutan di luar negeri”
    • Ia menilai bahwa dalam beberapa waktu terakhir, kekuatan politik sayap kanan bahkan menyerang pragmatisme hukum semacam itu, sehingga penghormatan terhadap hukum internasional terus melemah
    • Ia juga menyebut bahwa “militer diberi keleluasaan meski serangan udara menyebabkan korban sipil yang belum pernah terjadi sebelumnya”

Situasi secara keseluruhan

  • Penangkapan ini memperlihatkan konflik seputar independensi peradilan di Israel, akuntabilitas militer, dan kemauan untuk mematuhi hukum internasional
  • Tidak adanya pertanggungjawaban hukum atas korban sipil Palestina dan penyiksaan tahanan selama perang Gaza terus berlanjut
  • Dengan pengaruh politik sayap kanan yang kian membesar, fungsi penegakan hukum internal militer melemah dan kritik internasional pun semakin tajam

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.