1 poin oleh ashbyash 2025-11-06 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  1. Obsesi terhadap data sedang merusak kreativitas dan strategi merek

    • Para pemasar menerima data sebagai kebenaran, lalu terobsesi pada spreadsheet dan tag UTM alih-alih intuisi dan selera.
    • Akibatnya, semua hasil pemasaran menjadi seragam, dan suara esensial serta kreativitas merek pun menghilang.
  2. Keterbatasan model atribusi saat ini (terutama last-click)

    • Last-click attribution yang digunakan sebagian besar perusahaan hanya menekankan kanal performa, sehingga tidak membantu pembentukan kesadaran merek, kepercayaan, dan penciptaan permintaan yang sebenarnya.
    • Anggaran terkonsentrasi ke kanal besar seperti Google, terjadi kecenderungan berlebihan ke performa, dan pipeline jangka panjang pun melemah.
  3. Atribusi tidak dapat mencerminkan psikologi manusia yang kompleks

    • Proses pengambilan keputusan manusia kacau dan rumit, sehingga mustahil menjelaskannya hanya dengan data dashboard yang sederhana.
  4. Pendekatan alternatif: HDYHAU dan Media Mix Modeling (MMM)

    • Pertanyaan langsung seperti survei “How Did You Hear About Us (HDYHAU)” lebih dapat diandalkan, tetapi tetap tidak sempurna.
    • Media Mix Modeling (MMM) bisa menjadi metode yang efektif, tetapi memerlukan anggaran dan data yang memadai.
    • Baru-baru ini Google juga mengelola proyek MMM open source, yang menunjukkan pengakuan terhadap pendekatan ini.
  5. Saran strategi pemasaran yang praktis

    • Gunakan last-click untuk tujuan optimasi performa, tetapi tidak disarankan untuk pengambilan keputusan terkait penciptaan permintaan.
    • Hindari model atribusi yang rumit (Multipoint, Weighted, dan sebagainya), dan fokuslah pada metrik inti.
    • Manfaatkan survei HDYHAU secara berkala dalam proses onboarding untuk mengumpulkan pendapat pelanggan secara langsung.
    • Terapkan MMM sesuai kondisi anggaran, atau pilih solusi SaaS yang tepat.
  6. Contoh: pemanfaatan strategis iklan luar ruang dengan titik kontak sangat dekat

    • Kampanye dijalankan dengan memilih hanya papan iklan yang berada dalam jangkauan pandangan kantor pusat pelanggan target, dan ada contoh peningkatan hasil (misalnya Segment, P&G, Under Armour, dan lain-lain).
  7. Pesan yang mendasar

    • Esensi pemasaran (kreativitas, emosi, selera) tidak bisa diukur sepenuhnya dengan data, dan memahami pelanggan dengan tulus adalah hal yang paling penting.

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.