- AI CEO adalah sistem manajemen berbasis kecerdasan buatan yang mengambil keputusan secara instan menggantikan eksekutif manusia
- Struktur kepemimpinan hemat biaya tanpa gaji, bonus, atau pengeluaran mewah
- Operasi algoritmis yang konsisten tanpa perubahan emosi atau perilaku yang berpusat pada ego
- Model AI yang dilatih berdasarkan 4 prinsip perusahaan: ‘pertumbuhan, efisiensi, visi, keberlanjutan’
- Sudah banyak perusahaan yang beralih ke sistem pengambilan keputusan berbasis AI
AI CEO yang bekerja menggantikan manusia
- AI CEO memberikan pengambilan keputusan setingkat eksekutif secara instan, sekaligus tanpa upah
- Tidak ada gaji besar, bonus, maupun konsumsi mewah sama sekali
- Menghapus biaya yang tidak perlu seperti yacht, lapangan golf, pulau pribadi, dan retret mewah
- Ditandai dengan konsistensi tanpa gejolak emosi
- Tidak ada perubahan suasana hati manusia seperti lesu hari Senin atau murung setelah liburan
- Memberikan penilaian stabil berbasis algoritme
- Mengusung kepemimpinan tanpa ego atau ambisi mencari gengsi
- Tidak menuntut kantor pojok, gedung atas nama sendiri, atau merger dan akuisisi karena kesombongan
‘Thought leadership’ yang dihasilkan hanya dengan sekali klik
- AI CEO menghasilkan pernyataan dan konten penuh percaya diri hanya dengan klik tombol
- Menyampaikan “omong kosong total dengan keyakinan penuh”
Empat prinsip operasional perusahaan
- AI dilatih mengikuti ‘empat pilar kebijaksanaan perusahaan’
- Growth (Pertumbuhan): memprioritaskan pertumbuhan meski harus menanggung biaya kemanusiaan
- Efficiency (Efisiensi): mencapai output maksimum dengan empati seminimal mungkin
- Vision (Visi): arah yang berpusat pada jargon dan sinergi
- Sustainability (Keberlanjutan): perlindungan lingkungan yang lebih menekankan wacana daripada tindakan nyata
- Situs satire yang menyarankan mengganti bos sebagai respons sindiran terhadap penggantian karyawan oleh AI
Belum ada komentar.