- Muncul kritik bahwa kepemimpinan servant mirip dengan ‘orang tua tipe curling’ yang menyelesaikan masalah anggota tim sebagai gantinya
- Pendekatan seperti ini memang terasa nyaman bagi anggota tim dalam jangka pendek, tetapi menyebabkan struktur organisasi yang lumpuh saat pemimpin tidak ada
- Sebagai alternatif, diajukan konsep ‘kepemimpinan transparan (Transparent Leadership)’
- Pemimpin yang transparan mendukung anggota tim agar dapat menilai dan berkembang sendiri melalui coaching, menghubungkan orang, pelatihan pemecahan masalah, dan berbagi nilai
- Idealnya, tim dibuat mandiri hingga pemimpin nyaris tidak lagi dibutuhkan, lalu setelah itu kembali berperan sebagai pemecah masalah teknis
Batasan kepemimpinan servant
- Kepemimpinan servant digambarkan sebagai bentuk yang mirip dengan ‘orang tua tipe curling’, di mana pemimpin menyingkirkan hambatan untuk anggota tim
- Karena pemimpin memprediksi dan menyelesaikan semua masalah, anggota tim merasa nyaman, tetapi terbentuk struktur ketergantungan pada pemimpin
- Pada akhirnya, pemimpin seperti ini menjadi single point of failure yang kelelahan karena bekerja berlebihan
- Jika pemimpin pergi, tim tidak tahu cara menangani hambatan, dan hubungan dengan organisasi secara keseluruhan juga terputus
- Dalam kasus terburuk, anggota tim akan tetap menjadi kelompok yang terisolasi tanpa menyadari peran dan tujuan mereka sendiri
Prinsip inti kepemimpinan transparan
- Kepemimpinan transparan (Transparent Leadership) yang diusulkan bertujuan membuat pemimpin secara bertahap menjadi tidak lagi diperlukan
- Melatih anggota tim dengan coaching, menghubungkan orang (connect), serta mengajarkan metode pemecahan masalah yang sistematis
- Menjelaskan dengan jelas nilai dan prinsip yang dituju organisasi agar anggota tim dapat membuat keputusan yang konsisten sendiri
- Menghubungkan pasokan dan permintaan secara langsung agar pemimpin tidak berhenti sebagai manajer perantara
- Memberi kesempatan agar anggota tim dapat bertumbuh sambil secara bertahap mengambil alih tanggung jawab kepemimpinan
- Secara berkelanjutan melatih penerus dan menargetkan diri menjadi sosok yang dapat digantikan
Perubahan peran pemimpin
- Ada stereotip bahwa manajer perantara tidak melakukan pekerjaan nyata, tetapi tulisan ini menyajikannya sebagai kondisi yang layak dijadikan tujuan
- Setelah membuat dirinya tidak lagi diperlukan, sebagian manajer justru menciptakan pekerjaan baru atau sistem pelaporan yang tidak perlu, sehingga memicu birokratisasi
- Pilihan yang lebih baik adalah kembali ke pemecahan masalah teknis
- Hal ini membantu pemimpin menjaga kemampuan teknis dan menjadi cara untuk memperoleh rasa hormat dari anggota tim
- Pemimpin ideal berfungsi bukan sebagai pengurus dokumen, melainkan sebagai high-powered spare worker
Belum ada komentar.