- Diskusi kian meluas tentang apakah gelembung sedang terbentuk baik di industri AI maupun pasar investasi, dengan optimisme berlebihan disebut sebagai variabel kunci
- Gelembung ‘infleksi’ (Inflection) berbasis inovasi teknologi menimbulkan kerugian jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang berperan mempercepat kemajuan teknologi
- Belanja terkait AI dan kenaikan harga saham menyumbang sebagian besar pertumbuhan ekonomi AS dan S&P 500, sementara lonjakan tajam perusahaan utama seperti Nvidia memicu sentimen investasi
- Perluasan investasi infrastruktur AI melalui utang disebut sebagai sinyal risiko yang mirip dengan gelembung telekomunikasi dan internet di masa lalu
- Dalam situasi ketika potensi dan ketidakpastian AI hidup berdampingan, diperlukan pendekatan yang hati-hati dan selektif alih-alih optimisme total atau menghindar sepenuhnya
Hakikat gelembung dan pola yang berulang
- Gelembung berasal dari optimisme berlebihan alih-alih inovasi teknologi atau finansial itu sendiri
- Saat teknologi baru muncul, para peserta awal meraih keuntungan besar, lalu investor yang datang belakangan tenggelam dalam psikologi ‘tak boleh ketinggalan (FOMO)’
- Dalam jangka pendek, kerugian hampir tak terelakkan, tetapi dalam jangka panjang hal itu menjadi fondasi bagi perkembangan teknologi
- Dalam contoh-contoh masa lalu (South Sea Company, internet, serat optik, subprime, dll.), ‘kebaruan’ merangsang imajinasi dan memicu penilaian yang tidak rasional
- Batas antara optimisme rasional dan euforia irasional adalah persoalan penilaian, dan sulit dibedakan secara jelas
‘Gelembung baik’ dan ‘gelembung buruk’
- Byrne Hobart dan Tobias Huber membagi gelembung menjadi dua jenis
- Gelembung ‘mean-reversion’: sekadar tren finansial dan menghancurkan kekayaan
- Gelembung ‘inflection’: seperti rel kereta api dan internet, mendorong kemajuan teknologi dan membangun infrastruktur sosial
- Menurut analisis Carlota Perez, demam spekulatif memungkinkan ‘fase instalasi (Installation Phase)’, yang kemudian berlanjut ke ‘periode deployment (Deployment Period)’
- Gelembung yang mendorong kemajuan teknologi mempercepat masuknya modal dan eksperimen, tetapi pada saat yang sama juga menghanguskan banyak dana
- Intinya adalah mendorong kemajuan tanpa menjadi korban dari kekayaan yang hancur dalam proses tersebut
Kondisi pasar AI saat ini dan ketidakpastiannya
- AI menyumbang sebagian besar belanja modal perusahaan, pertumbuhan PDB, dan kenaikan S&P 500
- Nvidia menjadi simbol, dengan kapitalisasi pasar naik sekitar 8.000 kali dalam 26 tahun
- Namun, pemanfaatan komersial AI, struktur keuntungan, dan perusahaan pemenang masih belum pasti
- Seperti dalam industri otomotif, pentingnya teknologi dan keberhasilan investasi adalah dua hal yang berbeda
- ‘Pemikiran investasi ala tiket lotre (lottery-ticket thinking)’ mulai meluas
- Contoh: startup Etched, dengan investasi 12 juta dolar, mengusung kemungkinan menjadi ‘perusahaan terbesar di dunia’
- Profitabilitas, struktur persaingan, dan transaksi sirkular (circular deals) juga dipertanyakan
- Struktur investasi dan belanja timbal balik antara OpenAI dan Nvidia dikritik sebagai ‘self-dealing’
- Goldman Sachs memperkirakan 15% pendapatan Nvidia akan berasal dari transaksi semacam ini
Ekspansi utang dan risiko finansial
- Biaya pembangunan infrastruktur AI diperkirakan mencapai hingga 5 triliun dolar, dan para big tech utama menggalang dana lewat penerbitan obligasi
- Microsoft, Meta, Alphabet, dan lainnya menerbitkan obligasi bertenor 30 tahun
- Investasi yang sehat adalah investasi ekuitas berbasis arus kas, sedangkan investasi berisiko adalah membangun pusat data dengan utang tanpa pelanggan
- Paul Kedrosky dan Azeem Azhar memperingatkan bahwa infrastruktur AI sudah memasuki tahap ‘Minsky Moment’
- Belanja modal yang tumbuh lebih cepat daripada pendapatan, penggunaan SPV (special purpose vehicle), dan meluasnya vendor financing disebut sebagai sinyal bahaya
- Utang memperbesar kerugian, dan perlambatan permintaan atau evolusi teknologi dapat memicu kelebihan kapasitas pusat data dan kebangkrutan
- Oaktree dan Brookfield menekankan ‘penggunaan utang yang hati-hati’ dan berinvestasi di area yang bukan termasuk wilayah yang sudah terlalu padat
Kekhasan AI dan penilaian investasi
- AI adalah teknologi yang dapat menggantikan fungsi kognitif manusia, sehingga secara kualitatif berbeda dari inovasi sebelumnya
- Di bidang coding dan iklan digital, AI sudah menggantikan tenaga kerja manusia
- Kecepatan perkembangan teknologi begitu cepat hingga permintaan pun sulit diprediksi
- Seperti pada industri radio dan pesawat terbang di masa lalu, narasi yang memandang ‘ketidakpastian sebagai peluang’ mendorong overheating
- Argumen bahwa AI adalah gelembung dan bantahannya hidup berdampingan
- Kemiripan: ekspektasi berlebihan, FOMO, transaksi sirkular, SPV, investasi seed skala besar
- Perbedaan: penciptaan pendapatan nyata, basis pengguna besar, rasio P/E yang rasional
- Anthropic dan Cursor mencatat pendapatan tumbuh 100 kali lipat dalam setahun, menunjukkan adanya permintaan nyata untuk produk AI
Kesimpulan: optimisme yang hati-hati
- AI kemungkinan besar adalah gelembung, tetapi sekaligus titik balik teknologi yang bersejarah
- Apakah ini merupakan ‘irrational exuberance’ baru bisa dipastikan seiring waktu
- Semua inovasi di masa lalu disertai investasi berlebihan dan kerugian, dan AI pun sulit menjadi pengecualian
- Penggunaan utang dapat semakin memperbesar risiko dalam siklus kali ini
- Karena itu, baik investasi total maupun menghindar sepenuhnya sama-sama berisiko, dan partisipasi yang selektif serta terukur adalah strategi terbaik
- Investasi pusat data dan infrastruktur AI juga menuntut analisis yang dingin dan kemampuan eksekusi
Lampiran: AI dan masa depan pekerjaan
- AI adalah teknologi penghemat tenaga kerja, sehingga di balik peningkatan produktivitas juga ada kekhawatiran pengurangan lapangan kerja secara besar-besaran
- Joe Davis dari Vanguard menganalisis bahwa “43% waktu kerja akan dihemat”
- Peningkatan produktivitas ≠ pertambahan lapangan kerja
- Penurunan lapangan kerja dapat berujung pada penurunan penerimaan pajak dan kenaikan belanja kesejahteraan
- Kemungkinan penerapan pendapatan dasar universal (UBI) ikut dibahas, tetapi sumber pendanaan dan hilangnya makna sosial menjadi masalah
- Muncul kekhawatiran tentang hilangnya makna pekerjaan, perpecahan sosial, dan meluasnya populisme
- Pekerjaan yang dinilai masih bertahan di masa depan mencakup kerja fisik (tukang ledeng, perawat, dll.) dan profesi berbasis kreativitas serta wawasan
- Pada akhirnya, AI memiliki potensi untuk merombak secara mendasar struktur ekonomi dan sosial, sehingga dibutuhkan respons yang bijak dan sudut pandang yang seimbang
Belum ada komentar.