2 poin oleh GN⁺ 2025-12-16 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • iRobot Corp., yang dikenal lewat Roomba sebagai merek pelopor pasar robot penyedot debu, mengajukan perlindungan kebangkrutan sesuai kesepakatan restrukturisasi
  • Shenzhen PICEA Robotics Co. dari Tiongkok, yang merupakan pemasok utama sekaligus kreditur, akan memperoleh 100% kepemilikan saham perusahaan hasil restrukturisasi
  • Didirikan pada 1990 oleh para insinyur lulusan MIT, dan seluruh saham biasa yang ada akan dihapus, sehingga seluruh nilai bagi pemegang saham publik lenyap
  • Meski berada di bawah pengawasan pengadilan, operasi bisnis akan tetap berjalan, dan gaji karyawan serta pembayaran kepada mitra akan tetap dilakukan seperti biasa
  • Kejatuhan iRobot, yang pernah membuka pasar robot rumah tangga, tampak menjadi contoh yang menunjukkan batasan struktural perusahaan perangkat keras

Ringkasan pengajuan kebangkrutan dan restrukturisasi

  • iRobot Corp. adalah perusahaan yang merevolusi pasar robot penyedot debu lewat model Roomba pada awal 2000-an
  • Namun, pada 14 Desember 2025, perusahaan mengajukan kebangkrutan Chapter 11 di Pengadilan Distrik Delaware, Amerika Serikat
  • Melalui Restructuring Support Agreement, kendali perusahaan dipindahkan ke pihak kreditur
  • Setelah restrukturisasi, seluruh kepemilikan perusahaan hasil reorganisasi akan dimiliki oleh Shenzhen PICEA Robotics Co.
  • Saham biasa iRobot yang ada akan dianggap tidak bernilai sesuai rencana restrukturisasi, dan setelah akuisisi iRobot akan berubah menjadi perusahaan tertutup (private)

Kelangsungan bisnis dan rencana operasional

  • Selama proses kebangkrutan, iRobot akan tetap dijalankan sebagai going concern
  • Pembayaran gaji dan komitmen kesejahteraan kepada karyawan akan dipertahankan
  • Perusahaan juga menargetkan pembayaran penuh sesuai proses pengadilan kepada mitra dan kreditur lainnya
  • Di bawah pengawasan pengadilan, perusahaan akan menata struktur keuangannya sambil mendorong normalisasi bisnis
  • Menurut dokumen yang diajukan ke pengadilan, iRobot memiliki aset dan liabilitas masing-masing di kisaran US$100 juta hingga US$500 juta

Memburuknya kondisi keuangan dan struktur utang

  • Setelah bertahun-tahun mengalami penurunan kinerja, iRobot telah memperingatkan lebih dulu soal kemungkinan kebangkrutan pada Desember 2025
  • Dalam proses ini, Shenzhen PICEA mengambil alih utang utama iRobot dari Carlyle Group
  • Perusahaan telah menjalankan negosiasi untuk menarik modal baru dan menyelesaikan masalah utangnya

Sejarah perusahaan dan perubahan pasar

  • iRobot didirikan pada 1990 oleh tiga insinyur lulusan MIT
  • Selama lebih dari 30 tahun, perusahaan membuka pasar robot rumah tangga dengan menjual lebih dari 50 juta unit robot
  • Sejak 2021, profitabilitas memburuk akibat masalah rantai pasok dan persaingan yang makin ketat

Akuisisi Amazon yang gagal

  • Pada 2023, akuisisi iRobot oleh Amazon.com sempat didorong
  • Namun, akuisisi itu akhirnya batal karena kekhawatiran antimonopoli dari regulator
  • Setelah itu, kondisi keuangan iRobot memburuk dengan cepat dan semakin sulit untuk bertahan secara mandiri

Pemilik baru Roomba, seperti apa perusahaan Picea Robotics

  • Picea adalah produsen kontrak utama sekaligus kreditur iRobot, dan memperoleh 100% saham sebagai imbalan atas penghapusan utang dalam jumlah besar
  • Perusahaan ini adalah ODM (Original Design Manufacturer) robot penyedot debu global yang telah bekerja sama dengan iRobot, Shark, dan Anker (Eufy)
  • Di LinkedIn, perusahaan ini juga dikenal dengan nama Shenzhen Picea Robotics atau 3irobotix
  • Di Reddit dan forum lain, ada dugaan bahwa robot penyedot debu Dyson Spot & Scrub AI juga diproduksi oleh Picea
  • Picea memiliki fasilitas R&D dan manufaktur di Tiongkok dan Vietnam, dan sejauh ini telah memproduksi serta menjual lebih dari 20 juta robot penyedot debu
  • Anak usahanya, Picea Motion, mengembangkan harmonic drive untuk robot
  • Melalui merek sendiri 3i, perusahaan ini merilis lini robot penyedot debu, termasuk produk dengan sistem pemadatan debu yang mirip Roomba 205

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.