- Mengulas fenomena ketika konten buatan AI mulai mengambil porsi besar dalam interaksi di internet
- Berawal dari perdebatan di HackerNews soal apakah sebuah proyek open source dibuat oleh AI, penulis mengamati pola yang membuat bahkan komentar pun tampak seperti ditulis AI
- Pada masa IRC dan forum phpBB dulu, interaksi antarmanusia nyata menjadi pusatnya, tetapi kini gambar, komentar, dan kode buatan AI sudah bercampur dalam keseharian
- Di LinkedIn dan layanan lain, penulis juga melihat kasus foto perusahaan yang dimanipulasi AI diunggah seolah-olah sebagai postingan pegawai sungguhan
- Muncul kekhawatiran bahwa perkembangan teknologi bergeser dari berbagi pengetahuan manusia menuju percakapan antarbot dan pengemasan ulang konten komersial
Perdebatan di HackerNews dan kesadaran akan masalah
- Penulis menemukan sebuah proyek open source yang dipublikasikan seorang pengguna di HackerNews
- Dalam komentar, beberapa pengguna anonim mencurigai bahwa kode tersebut mungkin dibuat oleh AI
- Mereka menyoroti timeline commit kode dan gaya penulisan komentar yang tampak seperti hasil AI
- Penulis tidak menolak penggunaan AI itu sendiri, tetapi menekankan bahwa penggunaan AI di open source harus diungkapkan dengan jelas
- Karena sebagian besar peserta internet anonim, sulit memverifikasi keahlian maupun keaslian
- LLM berguna untuk tugas sederhana, tetapi bisa berbahaya pada masalah kompleks atau edge case
Jejak AI yang terlihat dari pola komentar
- Penulis menemukan gaya bahasa khas AI bahkan dalam komentar penulis proyek
- Contoh: penggunaan em-dash (—) yang berlebihan, ungkapan tidak alami seperti “you are absolutely right”
- Pengulangan struktur kalimat ala AI seperti “let me know if you want to [do that thing] or [explore this other thing]”
- Karena ungkapan seperti ini berbeda dari kebiasaan bahasa manusia nyata, penulis jadi meragukan apakah lawan bicaranya benar-benar manusia
Kesadaran akan ‘Dead Internet Theory’
- Dari pengalaman ini, penulis teringat pada Dead Internet Theory
- Teori ini menyatakan bahwa sejak sekitar 2016, sebagian besar internet telah dipenuhi interaksi antarbot dan konten buatan mesin
- Tujuan kontennya berfokus pada keuntungan komersial, seperti penjualan produk atau manipulasi SEO
Kontras antara internet masa lalu dan sekarang
- Pada awal 2000-an, di masa IRC dan forum phpBB, yang menjadi pusat adalah pembelajaran dan interaksi antarmanusia nyata
- Penulis menyebut masa itu sebagai “Internet University”, tempat ia belajar jaringan, sistem operasi, game, dan pengembangan web
- Saat itu ada keyakinan bahwa lawan bicara benar-benar manusia
- Sekarang, realitasnya adalah campuran gambar AI dan komentar AI, sehingga sulit membedakan yang asli dan yang palsu
Kekhawatiran terhadap penyebaran konten AI
- Penulis melihat foto kantor yang dimanipulasi AI di LinkedIn dan diunggah oleh pegawai perusahaan sungguhan
- Bentuk tangan yang aneh dan teks tak bermakna di dalam gambar menunjukkan bahwa itu hasil AI
- Bahkan muncul kemungkinan bahwa orang-orang di foto itu sebenarnya tidak ada
- Di Facebook, Xitter, TikTok, dan platform lain, konten palsu buatan AI juga makin menyebar
- Contoh: foto sosok raksasa yang membangun piramida, atau video yang menyampaikan pesan politik tertentu
- Penulis menggambarkan perasaannya sebagai sedih dan tak berdaya menghadapi kenyataan ini
- Karena AI makin mudah diakses publik, ‘AI-slop’ (konten sampah AI) membanjiri internet
- Orang-orang memasuki era ketika mereka tidak lagi menulis sendiri, melainkan menyerahkannya kepada agen AI
Skeptisisme terhadap masa depan teknologi dan pengetahuan manusia
- Penulis masih mencintai teknologi dan software engineering, tetapi
internet masa kini, menurutnya, sedang berubah menjadi ruang tempat bot berbicara dengan bot
- Pengetahuan manusia dikemas ulang menjadi konten komersial seperti “10 langkah untuk menyelesaikan masalah harian Anda”, sehingga
makna asli dari berbagi pengetahuan perlahan menghilang
1 komentar
Komentar Hacker News
Beberapa waktu lalu orang tua saya tertipu oleh video YouTube palsu buatan AI. Isinya video tentang ‘polisi rasis’ yang berperilaku buruk, dan awalnya bahkan saya juga sempat bingung karena terlihat seperti asli. Setelah dicari, tidak ada sumber aslinya dan yang ada hanya unggahan ulang. Di deskripsi kanal tertulis “sebagian video adalah rekreasi kejadian nyata dengan AI”, tetapi sama sekali tidak meyakinkan. Sangat menyedihkan bahwa konten seperti ini memicu perpecahan demi pendapatan iklan YouTube
Saya sangat setuju dengan kalimat “ini bukan jejaring sosial”. Dulu ‘media sosial’ berarti ruang untuk berinteraksi dengan teman di dunia nyata, tetapi sekarang istilah itu sampai mencakup forum seperti Reddit. Akibatnya, ruang untuk interaksi sosial yang sungguh-sungguh hampir lenyap
Anggapan bahwa tidak ada yang memakai ‘em dash(—)’ itu keliru. Saya sudah sering memakainya sejak dulu. Ungkapan seperti “you’re absolutely right” juga sering dipakai antarteman sebagai candaan sarkastik. Buat kami yang tumbuh di Inggris, itu ungkapan yang alami
Ada cara sederhana untuk memeriksa apakah gambar dibuat oleh AI.
Pada akhirnya masalah saat ini adalah struktur insentif platform.
Saat merilis kode open source, saya rasa tidak perlu ada kewajiban mengungkapkan penggunaan AI. Tuntutan seperti itu hanya akan mematahkan semangat berkarya. Orang ingin membagikan kode yang mereka tulis, bukan membuktikan bahwa mereka tidak memakai AI
Saya penasaran apakah ada platform media sosial yang melarang AI. Mungkin bisa dicegah lewat metadata gambar atau analisis perilaku pengguna
Saya berharap kalau suatu hari semua konten online dibuat oleh AI, manusia akan kembali mencari dunia nyata
Sekarang kita hidup di masa setelah Turing test. Jika manusia dan AI tidak bisa dibedakan, mungkin itu bukan karena AI makin pintar, melainkan karena percakapan online kita terlalu dangkal
Saya menyebutnya ‘efek karpet’. Ketika melihat video atau struktur percakapan yang tersusun terlalu sempurna, muncul kesan artifisial. Seperti karpet Maroko, harus sengaja ada ketidaksempurnaan agar terasa manusiawi. Tetapi sepertinya tanda-tanda seperti ini juga akan segera hilang