- Saat menelusuri bug pada library open-source, muncul masalah debugger tidak berfungsi
- Meskipun kode sudah dijalankan, breakpoint diabaikan, sehingga dicoba cara lain untuk menemukan masalahnya
- Berbagai upaya diagnosis tidak langsung, seperti menambahkan output log, dilakukan, tetapi tidak memberikan insight yang diinginkan
- Pada akhirnya, setelah memperbaiki kesalahan konfigurasi debugger, perilaku program bisa diamati secara rinci dan bug pun berhasil diselesaikan
- Dari pengalaman mengabaikan cacat pada alat itu sendiri karena terlalu fokus menyelesaikan masalah, ditekankan bahwa developer perlu lebih dulu memperbaiki alat agar bisa menyelesaikan masalah secara efisien
Masalah yang muncul saat mendiagnosis bug
- Saat mencari bug pada library open-source yang sedang dipelihara, terjadi gejala debugger mengabaikan breakpoint
- Sudah jelas bahwa kode mengeksekusi baris tersebut, tetapi program selesai tanpa berhenti
- Karena terlalu fokus pada penyelesaian masalah, persoalan pada debugger diabaikan dan pendekatan lain dicoba
- Diagnosis dicoba dengan mengubah kode dan menambahkan log, tetapi tidak menghasilkan informasi yang berguna
Memperbaiki debugger dan menyelesaikan masalah
- Diputuskan untuk menyelesaikan masalah debugger, lalu perbaikannya tuntas hanya dengan perubahan konfigurasi satu baris
- Setelah diperbaiki, perilaku program dapat diamati dengan rinci
- Berdasarkan informasi ini, bug berhasil diperbaiki
Kesadaran dan pelajaran
- Disadari adanya situasi paradoks ketika semangat untuk memperbaiki bug justru membuat masalah pada alat terabaikan
- Dialami langsung bahwa ketika alat tidak bekerja dengan benar, efisiensi pemecahan masalah menurun
- Yang dibutuhkan developer adalah kebiasaan memeriksa dan memperbaiki alat sebelum masalahnya
- Ditutup dengan kalimat “Fix your tools”, sebagai pesan yang mengingatkan semua programmer akan pentingnya alat
Belum ada komentar.