1 poin oleh GN⁺ 2026-03-14 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Parlemen Inggris meloloskan RUU yang menghapus kursi House of Lords bagi bangsawan turun-temurun, mengakhiri tradisi politik yang berpusat pada kalangan aristokrat selama berabad-abad
  • Setelah lolos di House of Commons, House of Lords mencabut penolakannya, sehingga secara resmi puluhan bangsawan turun-temurun akan mundur dari parlemen
  • Pemerintah menyebut langkah ini sebagai “berakhirnya prinsip yang anakronistis dan tidak demokratis”, sambil menekankan parlemen yang berlandaskan kemampuan dan jasa
  • Sejumlah bangsawan dapat tetap bertahan melalui kompromi dengan dialihkan menjadi ‘life peer’
  • RUU ini akan berlaku setelah mendapat royal assent dari raja, dan dinilai sebagai tahap penutup reformasi House of Lords yang didorong pemerintah Partai Buruh

Keputusan mengeluarkan bangsawan turun-temurun

  • Parlemen Inggris meloloskan RUU untuk mengeluarkan bangsawan turun-temurun dari House of Lords (majelis tinggi yang tidak dipilih)
    • House of Lords mencabut penolakannya terhadap RUU yang telah disahkan House of Commons
    • Dengan demikian, puluhan bangsawan turun-temurun seperti duke, earl, dan viscount akan kehilangan kursi parlemen
  • Menteri pemerintah Nick Thomas-Symonds menyebut langkah ini sebagai “berakhirnya prinsip yang anakronistis dan tidak demokratis
    • Ia mengatakan, “parlemen seharusnya menjadi tempat di mana kemampuan dan jasa diakui, bukan ruang bagi jaringan aristokrat lama”

Peran dan kritik terhadap House of Lords

  • House of Lords berperan meninjau dan memeriksa RUU yang telah disahkan House of Commons
  • Namun, para pengkritik selama ini menilai House of Lords tidak demokratis dan tidak efisien
  • Baru-baru ini, Peter Mandelson mengundurkan diri karena hubungannya dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, sehingga isu moralitas dan komposisi House of Lords kembali mendapat sorotan

Perubahan komposisi House of Lords

  • Saat ini House of Lords memiliki lebih dari 800 anggota dan merupakan lembaga legislatif terbesar kedua di dunia
    • Setelah Kongres Rakyat Nasional Tiongkok
  • Selama sekitar 700 tahun, House of Lords terutama terdiri dari bangsawan laki-laki turun-temurun dan sejumlah uskup
  • Sejak 1950-an, pemerintah mulai menambahkan ‘life peers’ yang ditunjuk, sehingga komposisinya mulai lebih beragam
    • Saat ini hanya sekitar 10% anggota House of Lords yang merupakan bangsawan turun-temurun

Sejarah reformasi dan langkah kali ini

  • Pada 1999, pemerintahan Tony Blair mengeluarkan sebagian besar dari 750 bangsawan turun-temurun, dan hanya 92 orang yang sementara tetap dipertahankan
  • Setelah 25 tahun, pemerintahan Keir Starmer mendorong RUU untuk sepenuhnya menghapus sisa bangsawan turun-temurun
  • Sebagai respons, House of Lords memperkenalkan kompromi agar sebagian bangsawan turun-temurun dapat tetap bertahan dengan beralih menjadi ‘life peer’
  • RUU ini akan berlaku setelah persetujuan Raja Charles III (royal assent), dan bangsawan turun-temurun akan dikeluarkan pada akhir masa sidang ini

Arah reformasi berikutnya dan penilaian

  • Pemerintah Partai Buruh dalam jangka panjang berencana membentuk kamar kedua baru yang lebih representatif untuk menggantikan House of Lords
  • Pemimpin Konservatif di House of Lords, Nicholas True, mengatakan bahwa “selama lebih dari 700 tahun para bangsawan turun-temurun telah melayani negara”, sambil mengakui kontribusi historis mereka
    • Ia menambahkan, “banyak dari mereka memang memiliki kekurangan, tetapi secara umum mereka telah melayani negara dengan setia”
  • Langkah ini dinilai sebagai tahap akhir reformasi House of Lords yang dimulai 25 tahun lalu, dan dianggap sebagai titik balik penting dalam sejarah politik Inggris

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.